Kontroversi Fatwa Al-Bani, Setiap Orang yang Tinggal di Palestina adalah Kafir?

al Bani

Pecihitam.org – Si tukang servis jam! Ya, dialah Albani yang menjadi rujukan kaum Wahabi yang fanatic dan wahabiyah mengangkat Albani seorang “Muhaddist” yang cacat dengan mendhaifkan hadist-hadist yang tidak sesuai dengan dengkulnya saat men-takhrij hadist.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Di antara pernyataan Albani yang menyenangkan dan menggembirakan kaum yahudi adalah:

  1. Dia menyerukan warga Palestina untuk keluar dan hijrah dari Palestina.
  2. Para syuhada intifadah telah melakukan bunuh diri bukan mati syahid.
  3. Mereka yang melakukan intifadah (perlawanan) telah merugi dan menganggap bahwa ini bukanlah sunnah.

Ini bisa di lihat di Koran al-Liwa’ Yordania tanggal 7/7/1993 hal. 16 dan kitab fatawa Albani yang editornya adalah Ukasyah Abdul Mannan cetakan Maktabah al Turats hal. 18. Juga dalam kaset rekaman dengan suara Albani di rumahnya tanggal 11/4/1993. Berikut ini adalah naskah Albani yang di muat salah satu Koran edisi tanggal; 1/9/1993, bertemakan:”Kenapa Albani mengatakan :” setiap orang yang tinggal di Palestina adalah kafir?”.

Baca Juga:  Belajar Agama Wajib dari Ustadz yang Sanad Ilmunya Jelas, Bukan dari Medsos

Sesungguhnya permasalahan fatwa orang yang bernama Nashiruddin Albani yang menyebutkan: ” Sesungguhnya wajib bagi rakyat Palestina meninggalkan Negaranya dan mengungsi ke Negara lain, dan setiap yang masih tetap berada di Palestina maka dia adalah kafir”. Fatwa ini benar-benar aneh dan mengherankan serta banyak mengundang polemik, bukan hanya di Yordania tempat tinggal si Wahabi ini, akan tetapi meluas sampai ke penjuru dunia Arab lainnya.

Herannya, fatwa gila ini ada juga yang mendukungnya. Akan tetapi banyak yang membantahnya, diantaranya: Dr. Shalah al-Khalidi, ia mengatakan :” Sesungguhnya dia (Albani) dalam fatwanya sudah menyalahi sunnah dan dia telah pikun”.

Dr. Shalah al-Khalidi meminta kepada para pengikut Albani dan para muridnya tidak lagi mengikuti ajarannya (Albani) tanpa pertimbangan. Dr. Ali al-Faqir seorang anggota perlemen Yordania memberikan catatan kaki dengan mengatakan :” Fatwa ini sesungguhnya keluar dari setan”.

Baca Juga:  Akhlak Terpuji: Yang Sirna dari Muslim Media Sosial

Dr. Dr. Ali al-Faqir merasa aneh bahwa Albani meminta rakyat Palestina meninggalkan negaranya dengan alasan bahwa Yahudi telah menjajahnya. Bantahan juga keluar dari fakultas syari’ah Universitas Yordania, dengan menyebutkan beberapa poin ketimpangan dari fatwa si tukang jam Albani.

Dr. Ali al-Faqir mengatakan: “Sesungguhnya perkataan Albani ini adalah perkataan Yahudi. Bahkan masalah ini menjadi perdebatan politik, mungkin saja yang bersangkutan dalam proses penyelidikan”. Jelas sudah, Palestina adalah Negara Islam yang seharusnya kita perjuangkan sebagai umat Islam agar rakyatnya mendapatkan lagi haknya, bukan malah menyerahkan Palestina kepada penjajah.

Lain Albani lain pula Ibn Baz, keduanya adalah rujukan Wahabiyah, lalu apa katanya? Ibn Baz adalah pemimpin Wahabi pada masa kini, Ibn Baz membolehkan perdamian yang bersifat permanen dengan Yahudi tanpa batas, syarat, bahkan ia berpendapat bahwa hal ini sesuai dengan Al-qur’an dan sunnah.

Fatwa ini tercatat pada koran Nidaul Wathan di Lebanon edisi 644, koran al Diyar Lebanon edisi 2276 kamis tanggal 11/12/1994 dan koran bernama al-Muslimun. Dengan fatwa ini “Saudaranya” (Ibn Baz) Menteri luar negeri Yahudi Simon Perez benar-benar gembira ketika itu dan meminta kepada Arab dan umat Islam sama-sama mendukung fatwa ini. Pernyataan Simon Perez ini dilansir oleh koran as-Safir Lebanon tanggal 23/12/1994 dan koran elektronik Australia edisi 2754.

Baca Juga:  Antara Tauhid Ibn Taimiyah dan Albani, Anda Pilih yang Mana?

Satu pertanyaan dari kita, ” Berapakah Al Bani dan Ibn Baz Dibayar untuk Fatwa Setan Ini?”. Wallahu ‘Alam.

1 Comment

  1. slamet julianto Reply

    jadi kalau Rakyat INDONESIA dulu dijajah belanda, maka rakyat INDONESIA disuruh meninggalkan wilayah INDONESIA, itu namanya gila .. karena Rakyat yang dijajah ya harus mengusir penjajahnya seperti yang dilakukan Rakyat INDONESIA ketika mengusir belanda dari INDONESIA, sehingga Bangsa INDONESIA bisa merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945 dengan cara mengusir belanda dari Bumi INDONESIA

Leave a Reply

Your email address will not be published.