Abah Guru Sekumpul; Ulama Kharismatik dari Tanah Borneo

Guru Sekumpul; Ulama Kharismatik dari Tanah Borneo

PeciHitam.orgMutiaranya Tanah Borneo, kiranya tidak berlebihan untuk disematkan kepada seorang Guru Sekumpul Martapura. Dalam setiap acara Maulid, daerah Sekumpul seperti magnet yang menarik ribuan manusia untuk tabarruk bershalawat dan mendengarkan nasihat keagamaan.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Setelah beliau beralih keharibaan Allah SWT, makam beliau tetap ramai dikunjungi peziarah untuk memanjatkan doa kebaikan baginya. Magnet karomah dan amal yang selalu abadi ketika beliau hidup menunjukan bahwa kematian tidak menghentikan amal jariyahnya.

Guru Sekumpul selalu menjadi panutan dan obyek penghormatan walaupun sudah wafat 15 tahun lamanya. Majlis Haul yang selalu penuh sesak dan digelar setiap tahun menunjukan kemuliaan beliau disamping Allah SWT. Umat Islam merasa berterima kasih dan memberikan penghormatan kepada beliau dengan berbagai doa terpanjat.

Guru Sekumpul, Mutiara Martapura

Ialah KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani al-Banjari atau lebih terkenal dengan Guru Sekumpul merupakan salah satu Ulama Kharismatik yang berasal dari tanah Borneo, Kalimantan. Beliau dilahirkan pada tanggal 11 Februari 1942 dan meninggal 10 Agustus 2005 pada usia 63 tahun.

Guru Sekumpul merupakan putra dari Abdul Ghani bin Abdul Manaf dengan seorang wanita shalihah Masliah binti H. Mulia. Garis keturunan dari ayahnya bersambung dengan Syaikh Muhammad Arsyad bin Abdullah Al-Banjari seorang tokoh kenamaan Sufi Kenamaan dari Tanah Banjar.

Beliau menempati urutan keturunan ke-8 dari Ulama Tassawuf Banjar tersebut. Lahir dari kalangan keluarga Ulama menjadikan beliau selalu disibukan dengan mengajar dan membimbing Umat.

Guru Sekumpul memulai pendidikan dari ayahnya dan Neneknya, Salbiyah yang menekankan pendidikan Akhlak dan Tauhid. Disamping dua Ilmu tersebut, beliau juga dibekali dengan Ilmu membaca Al-Quran dengan baik dan benar.

Kezuhudan dan kesederhanaan lingkungan keluarga Guru Sekumpul membentuk jiwa yang low profile beliau. Ketika kecil, Qusyairi, panggilan kecilnya sering hanya makan sebutir telur yang bagi empat bersama saudara-saudaranya. Tidak ada keluhan yang keluar dari mulut beliau dan saudaranya karena kesusahan hidup.

Gambaran kezuhudan keluarga Guru Sekumpul terlihat ketika ayahnya, Abdul Ghani bin Abdul Manaf membuka warung kecil yang menjual minuman.

Baca Juga:  Prof Nasaruddin Umar, Santri Bugis yang Menjadi Tokoh Nasional

Ayahnya selalu meminta izin pembeli untuk meminum the sisanya untuk diberikan kepada Qusyairi. Pun ketika dagangannya mempunyai keuntungan akan dibagi 3 bagian.

Bagina pertama untuk kebutuhan keluarga, kedua untuk menambah modal usaha, dan ketiga untuk disumbangkan/ dishadaqahkan. Tidak heran keberkahan hidup Guru Sekumpul sudah terbentuk sejak masih kanak-kanak.

Guru Sekumpul mengikuti pendidikan formal selaiknya anak biasa. Masuk Madrasah Ibtidaiyah (setingkkat Sekolah Dasar) pada umur 7 tahun di MI Darussalam Martapura.

Kemudian dilanjutkan di Madrasah Tsanawiyah Darussalam Martapura. Guru-guru di Madrasah tersebut bukan orang biasa, karena banyak dari Guru Qusyairi merupakan Ulama Top di Martapura seperti Al-Fadhil Syaroni Arif dan Syaikh Seman Mulia.

Catatan khusus tentang Guru Sekumpul kecil yakni beliau sudah hafal al-Quran ketika menginjak umur 7 tahun dan hafal diluar kepada Tafsir Jalalain ketika umur 9 tahun. Tafsir Kenamaan karya Imam Suyuthi tersebut merupakan tafsir yang banyak dikaji di Pesantren Nusantara.

Keistimewaan Guru Sekumpul dari kultur keluarga dan kecerdasannya, tidak heran kemudian banyak orang yang menyematkan beliau sebagai Mutiaranya Martapura.

Karena dengan dakwah beliau menjadikan martapura menjadi terang dengan ajaran Islam dan simpul bacaan Maulid/ shalawat yang selalu menggema.

Karamah Guru Sekumpul

Diketahui bahwa kitab Tafsir Jalalain sudah beliau lahap hafalannya ketika berumur 9 tahun. Ketika berumur 9 tahun juga Guru Sekumpul bermimpi meihat kapal besar turun dari langit yang dijaga seorang berjubah putih. Dipintu yang terjaga tertulis kalimat “Safinah Al-Auliya” atau Kapal Para Kekasih Allah.

Qusyairi mencoba masuk naik kedalam kapan Safinah al-Auliya, akan tetapi selalu dihalau oleh penjaga. Mimpi tersebut terus terjadi setiap Malam Jumat sampai tiga kali dan selalu kejadiannya sama, beliau dilarang naik.

Pada malam jumat ketiga beliau bemimpi hal yang sama dan diperkenan naik kapal, dan disambut seorang Syaikh. Ketika masuk masih banyak bangku kosong tidak terisi.

Anehnya, ketika Muhammad Zaini merantau mencari Ilmu di Jawa, pertama yang menyambut di Pesantren adalah Syaikh yang ada dimimpinya.

Baca Juga:  Sayyidah Nafisah binti Hasan, Cicit Rasulullah Guru Imam Syafii

Karamah Guru Sekumpul lainnya adalah beliau mendapat Anugerah Kasyaf Hissi, yakni dapat mengetahui seseatu yang berhijab. Pada umur 10 tahun beliau pernah kedatangan seorang mantan pemberontak yang terkenal kejam. Akan tetapi pemberontak tersebut malah sungkem minta dibenarkan ilmu hitam yang sudah ia pelajari.

Keunggulan dan karamah Guru Sekumpul tidak lain adalah Anugerah dari Allah SWT kepada kekasihNya. Tidak akan salah alamat dan tersesat bagi orang yang memahami dalam konteks karunia Allah SWT.

Anggapan orang yang tidak mempercayai Karamah adalah mereka yang tidak mengakui anugerah khusus Allah SWT kepada kekasihNya.

Guru, Dakwah dan Kiprah

Pendidikan beliau secara formal hanya sampai jenjang MTs, akan tetapi bimbingan akademik tidak berhenti ketika beliau tidak bersekolah formal. Guru yang banyak berperan dalam membentuk keilmuan Guru Sekumpul adalah pamannya sendiri, Syaikh Seman Mulia.

Syaikh Seman mengajarkan kepada Muhammad Zaini ilmu baik di sekolahan maupun diluar madrasah. Bahkan beliau secara aktif mengantarkan Muhammad Zaini kepada Syaikh Anang Syaroni yang mempunyai spesialisasi keilmuan Hadits dan tafsir .

Selain belajar kepada Syaikh Anang Syaroni, Guru Sekumpul memperdalam Ilmu Falak (perbintangan) dan Ilmu Faraidh kepada Syaikh Salman Jalil. Tokoh ini merupakan salah satu tokoh penting yang memiliki keahlian Falak dan Faraidh.

Guru Sekumpul tidak hanya memiliki guru spiritual di Tanah Kalimantan, beliau masuk Pesantren di Bangil Pasuruan. Beliau berguru kepada Syaikh Syarwani Abdan Bangil dan Syaikh Sayyid Muhammad Amin Kutbi. Guru dua terakhir memiliki tempat khusus dalam pandagan Guru Sekumpul karena tidak secara langsung mengajarkan Ilmu Akademik.

Syaikh Syarwani Abdan dan Sayyid Amin Kutbi adalah Guru Spiritual dalam bidang Ilmu Tassawuf. Diakui oleh Guru Sekumpul bahwa dua gurunya sangat berpengaruh dalam tarbiyatul nafs, yang merupakan istilah dalam dunia Sufi, mendidik jiwa.

Setelah kembali ke Martapura, beliau berdakwah dengan membuat  majlis diba, Ratib, dan Manaqib yang selalu disesaki jamaah. Suara yang merdu dan kehalusan tutur kata menjadikan beliau menjadi tokoh yang sangat kharismatik. Pancaran Ilmu dan Akhlak beliau menjadikan Martapura identik dengan keagunga tokoh Gur Sekumpul.

Baca Juga:  Ilmu Sufi dari Perspektif Abah Guru Sekumpul

Beberapa ajaran dakwah beliau menekankan bahwa manusia hidup didunia harus bisa mengamalkan Islam dengan baik dan benar. Berikut beberapa Pesan Intisari dari dakwah Guru Sekumpul;

  1. Karamah/ Keramat atau kemuliaan merupakan murni anugerah, pemberian Allah SWT kepada Manusia. Tidak bisa seseorang menaiki tangga akademik untuk mencapai derajat Karomah jika tidak diizinkan Allah SWT. Tidak usah berpikir untuk mendapat karomah, yang terpenting adalah mengamalkan wirid dengan Istiqamah/
  2. Selalu mengamalkan dan membasahi bibir dengan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Karena dengan shalawat banyak sekali fadhilah keutamaan yang didapatkan.
  3. Bermuammalah dengan baik kepada sesama manusia, dengan memberikan senyuman, menderma dengan harta, memaafkan kesalahan dan tidak menyakiti manusia.
  4. Ulama dan Orang tua dihormati dengan sepenuh hati, karena keberkahan Hidup ditentukan oleh keberkahan darinya.

Ajaran dan dakwah Guru Sekumpul bisa ditemukan dalam berbagai media elektronik. Kiranya jasa dan kiprah beliau selama Hidup mendapatkan tempat yang sangat mulia disisi Allah SWT. Karena tidak henti-hentinya manusia menziarahi makam beliau untuk mendoakannya.

Guru Sekumpul meninggal karena gagal Ginjal setelah sebelumnya di Rawat di Rumah Sakit Mount Elizabeth Singapura. Beliau dimakamkan di dekat Musholla Ar-Raudhah dan sekarang menjadi tujuan wisata religi.

Pada saat pemakaman beliau, pasar dan pusat ekonomi di Martapura menutup diri untuk memberikan penghormatan terkahir kepada Guru Sekumpul. Tanda bahwa beliau adalah orang baik dan dihormati orang banyak sebagai orang baik. Ash-shawabu Minallah.

Mohammad Mufid Muwaffaq