Gus Yaqut Ungkap Alasan Mengapa Banser Disegani

Gus Yaqut

Pecihitam.org – Barisan Ansor Serbaguna (Banser) merupakan organisasi yang bernaung di Ansor yang paling disegani dibanding dengan organisasi-organisasi yang lain.

Hal itu diungkapkan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda (GP) Ansor, H Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut) dalam Sarasehan Kebangsaan “Pemuda Pelopor dan Teladan Kepahlawanan” sesi kedua yang di pusatkan di Pendopo Kabupaten Jepara, Jumat, 8 November 2019, malam.

Gus Yaqut mengatakan, bahwa Banser tidak pernah luntur cintanya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Sebelum Indonesia lahir 1945, tahun 1934 Banser sudah lebih dulu lahir, sehingga sudah ikut bertempur melawan penjajah. TNI Polri saat itu belum ikut berjuang. Meskipun sekarang beda nasib mereka bayaran kita tidak,” kata Gus Yaqut, dikutip dari situs resmi NU, Sabtu, 9 November 2019.

Baca Juga:  Ustaz Abdul Somad Resmi Ceraikan Istrinya, Mellya Juniarti

Gus Yaqut menceritakan, di tahun 1948 saat sekutu hendak merebut Indonesia, bersamaan pula momentum Resolusi Jihad yang digelorakan Hadratus Syekh KH Hasyim Asyari juga ada andil Banser.

“Santri di dalamnya ada Banser. Banser bahan bakunya adalah santri. Tak hanya itu, kiprah Banser yang lain tahun 1948 pemberontakan PKI di Madiun, tahun 1955 pemberontakan DI/TII, pemberontakan PKI tahun 1965, dan 1998 saat reformasi,” ujar Putra dari KH Muhammad Cholil Bisri ini.

Ia juga menegaskan pihaknya ‘membela’  Jokowi 2 periode meski tak berujung apresiasi tetapi bullyan setiap hari baginya sudah biasa. 

“Kecewa itu boleh dan sah-sah saja. Tetapi mereposisi kepada pihak yang biasanya kita lawan adalah hal yang naif,” tandasnya. 

Baca Juga:  Sebut Banyak Kampus Terpapar Wahabi, Said Aqil: Berpeluang Jadi Intoleran

Kedua, lanjut politisi PKB ini, Banser disegani karena tidak pernah menolak perintah kiai. Gus Yaqut menegaskan pada situasi politik hari ini tidak menguntungkan warga NU. Maka dari itu, pihaknya mengajak agar tidak  berlarut-larut dalam kekecewaan.   

“Mari kita lakukan konsolidasi. Merapatkan barisan untuk menata kader. Kita tidak boleh mengambil posisi melawan pemerintah yang sah. Kita mendukung pemerintah bukan tanpa catatan,” ujar Gus Yaqut.   

“Selama pemerintah berpihak pada isu-isu kebangsaan dan kerakyatan harus didukung,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.