Pembelajaran Kitab Fiqh Lintas Madzhab di Pondok Pesantren dalam Membumikan Toleransi

Pembelajaran Kitab Fiqh Lintas Madzhab di Pondok Pesantren dalam Membumikan Toleransi

Pecihitam.org – Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia. Peran pondok pesantren terhadap kelangsungan kehidupan yang harmonis di nusantara sangatlah besar. Di kalangan pondok pesantren, perbedaan pendapat merupakan hal yang biasa, karena santri selalu dibimbing oleh para kyai yang memiliki sanad keilmuan yang jelas untuk mewujudkan keharmonisan, khususnya di lingkungan pesantren umumnya di masyarakat.

Hal ini berbanding terbalik dengan kondisi saat ini yang ada di Indonesia. Dalam pandangan penulis, ada sebagian golongan yang mencoba untuk merusak tatanan keharmonisan yang telah dibangun pondok pesantren dengan mengedepankan sikap merasa diri paling benar, sehingga wujud dari sikap tersebut berpotensi memecah belah umat Islam yang dikhawatirkan adanya konflik internal di kalangan umat Islam itu sendiri.

Kondisi yang demikian tentu saja tidak bisa dibiarkan begitu saja. Pondok pesantren harus menjadi tonggak utama untuk membawa kembali bangunan keharmonisan yang dirasa saat ini mulai pudar. Hal tersebut juga bukanlah semata-mata hanya dibebankan kepada pondok pesantren, namun masyarakat Indonesia sebaiknya dilibatkan sehingga tugas berat ini dapat dilakukan secara bersama-sama sebagaimana amanat Pancasila sila ke-3, persatuan Indonesia.

Baca Juga:  Sabar Dalam Islam, Keutamaan dan Kategorinya

Pondok pesantren yang telah berdiri sejak lama telah mencoba untuk selalu membawa ajaran Islam yang damai. Untuk itu ajaran yang demikian perlu untuk dihidupkan kembali dengan mencoba merekontruksi sistem pembelajaran pondok pesantren.

Kurikulum yang digunakan pondok pesantren biasanya berjenjang, mulai dari pembelajaran kitab dasar sampai kitab yang sifatnya komplek. Bagi jenjang santri yang mengkaji kitab-kitab ‘tinggi’ kurikulum yang biasanya digunakan dalam bidang fiqh adalah kajian kitab fiqh lintas madzhab. Kurikulum yang biasanya digunakan dalam pembelajaran tersebut, antara lain kitab Bidayah al-Mujtahid, al-Mizan al-Kubra, Rahmah al-Ummah fii Ikhtilaf al-Aimmah sampai kitab al-Fiqh ‘ala Madzahib al-Arba’ah.

Bagi dunia santri, kajian kitab fiqh yang disebutkan di atas dirasa sangatlah penting untuk menumbuhkan sikap toleransi terhadap perbedaan yang terjadi di masyarakat, khususnya dalam hal ibadah. Sehingga lulusan pondok pesantren tidak menjadi kaum “kagetan” manakala ada perbedaan pendapat dan memiliki komitmen kokoh dalam menjaga toleransi di kalangan umat Islam di Indonesia.

Baca Juga:  Olahraga Gulat Ala Rasulullah, Apakah Ini Termasuk Sunnah?

Selanjutnya pondok pesantren sebagai salah satu pionir toleransi dalam kurikulumnya selalu mengadakan kegiatan Bahtsul Masail dengan menggunakan rujukan kitab-kitab fiqh mu’tabarah lintas madzhab. Hal ini dilakukan tidak lain bertujuan menstimulus santri untuk selalu mengedepankan sikap toleransi.

Hasil kegiatan Bahtsul Masail biasanya dibukukan dengan mencantumkan berbagai pendapat ulama yang berbeda madzhab sehingga masyarakat dapat dengan mudah membaca dan menemukan jawaban atas permasalahan-permasalahan yang terjadi. Metode demikian dirasa penting mengingat saat ini pemerintah sedang giat-giatnya mengkampanyekan program literasi.

Akhir kata, pondok pesantren dengan sistem pembelajaran kitab lintas madzhab dan kegiatan bahstul masail harus selalu dilaksanakan sehingga upaya untuk menjaga keharmonisan dan memupuk sikap toleransi di kalangan masyarakat diharapan dapat terwujud.

Baca Juga:  Begini Cara Sampainya Wahyu Suci kepada Nabi Muhammad SAW
Hisny Fajrussalam, M.Pd
Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *