Habib Luthfi Terima Penghargaan dari Ulama Timur Tengah, Syekh Adnan Al-Afyouni

Habib Luthfi

Pecihitam.org – Majelis Kliwonan Kanzus Sholawat Kota Pekalongan Jawa Tengah yang digelar setiap Jumat Kliwon kali ini dihelat tidak seperti biasanya.

Biasanya dzikir dan tausiyah dalam kegiatan tersebut diisi oleh pimpinan majelis, Habib Luthfi bin Yahya. Namun kali ini menghadirkan tamu istimewa dari kawasan Timur Tengah diantaranya, Syekh Adnan Al-Afyouni dari Suriah, Syekh Muhammad Ash-Shuhumi dari Libya, Syekh Riyadh Bazu dari Libanon, dan Syekh Aziz Al-Idrisi dari Maroko hadir secara khusus ke Pekalongan Jawa Tengah menemui Rais ‘Aam Idarah Aliyah Jamiyah Ahlit Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyah (JATMAN) Habib Muhammad Luthfi bin Yahya di Majelis Kliwonan Kanzus Sholawat.

Keempat tokoh asal Timur Tengah tersebut berkunjung ke Pekalongan sebagai bentuk dukungan atas telah lahirnya organisasi Ulama Sufi Internasional pada gelaran Multaqo Sufi Internasional tanggal 8-10 April 2019 lalu di Pekalongan Jawa Tengah.

Baca Juga:  Habib Luthfi: Makam Mbah Moen Jadi Pelindung Indonesia dari Bala'

“Satu hal yang menarik dari organisasi kelas dunia ini adalah bahwa pimpinan tertinggi organisasi internasional tersebut adalah Habib Muhammad Luthfi bin Yahya Rais ‘Aam JATMAN dan berkantor pusat di Indonesia,” ujar Syekh Adnan, seperti dikutip dari situs resmi NU, Minggu, 21 Juli 2019.

Lanjut Syekh Adnan menjawab pertanyaa mengapa memilih Habib Muhammad Luthfi bin Yahya dan Indonesia sebagai pemeran utamanya? karena, kata dia, para masyayikh dan mufti memilihnya berdasarkan isyarah ilahiyah, dan isyaroh minar Rasul SAW, sehingga pilihan itu sangat tepat.

“Juga karena melihat kebesaran negeri tercinta Indonesia, keagungan bangsanya serta keberhasilan JATMAN dan Habib Muhammad Luthfi bin Yahya dalam mengembangkan thariqah, dakwah, dan perjuangannya di Nusantara,” sambungnya.

Baca Juga:  Cek Fakta: Penceramah Mamah Dedeh Dikabarkan Meninggal Dunia

Selanjutnya, Syekh Adnan dan rombongan yang diwakili Syekh Muhammad As-Shuhumi menyerahkan kenang-kenangan dan perhargaan dari para tamu tersebut kepada Habib Muhammad Luthfi bin Yahya.

“Berat rasanya amanat yang diberikan kepada dirinya secara khusus. Pasalnya, hadiah itu menuntut tanggung jawab bukan kebanggaan,” kata Habib Luthfi saat menerima penghargaan dari Syekh Adnan dan rombongan.

Hadiah yang ia terima, kata Habib Luthfi, dianggapnya sebagai tanggung jawab kepada dirinya, dan bukan sebaliknya, menimbulkan kesombongan.

“Bukan karena titel atau karena penghargaan. Tapi ini semuanya adalah mas’ul inda hadhratil Musthafa Rasulullah SAW,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *