Ilmu Hikmah, Bukan Kesaktian, Tapi Amalan Raga dan Jiwa

ilmu hikmah

Pecihitam.org – Dikalangan pesantren biasanya sudah tak asing dengan istilah Ilmu hikmah. Ilmu ini banyak macamnya namun umumnya adalah berupa amalan spiritual dari ayat-ayat Al-Qur’an, do’a-do’a tertentu, Hizib atau mantra-mantra suci yang berbahasa arab dan di imbangi dengan laku batin untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt serta membersihkan jiwa dari berbagai penyakit hati.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Sedangkan yang di maksud dengan mantera-mantera di sini adalah mantera yang isi kandungannya tidak melanggar syariat Islam. Ilmu hikmah bisa di pelajari dengan amalan berupa dzikir, tabarruk, menyendiri, membersihkan hati, bersikap bijaksana atau riyadhah tertentu sesuai ajaran para guru atau ulama.

Ilmu ini memiliki banyak manfaat dan mencakup segala urusan dunia akhirat. Karena ilmu hikmah bisa menyelesaikan berbagai masalah kehidupan, membantu kita kuat melewati cobaan atau ujian dalam kehidupan.

Sebagai sarana untuk memohon perlindungan kepada Allah Swt dan mengubah perilaku buruk menjadi baik serta membuat kita semakin dekat dengan Allah Swt. Bisa juga di jadikan sebagai amal ibadah untuk mendapatkan ridha Allah Swt.

Ilmu hikmah berbeda dengan ilmu kesaktian yang bisa di sombongkan, justru pantangan utama dalam mempelajari ilmu ini adalah kesombongan dan merasa punya kehebatan. Kunci dalam ilmu hikmah adalah memohon pertolongan dan rahmat dari Allah Swt agar dalam menjalani hidup di dunia ini kita di beri keselamatan, kesuksesan, kemudahan, kebahagiaan dan segala hal baik lainnya.

Baca Juga:  Debat dalam Islam, Perkara yang Boleh namun Juga Dilarang

Sehingga intinya adalah mendekatkan diri dan menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah Swt sampai kita sama sekali tidak merasa punya kehebatan karena kita tidak memiliki kemampuan kecuali karena adanya Allah Swt.

Ilmu hikmah juga bukan sekedar bacaan dzikir seperti yang di baca setiap hari saja, karena di dalam ilmu hikmah mencakup segala perbuatan kita baik itu terhadap diri sendiri, kepada sesama manusia, semesta alam dan terutama bakti kita terhadap Allah Swt. Selain itu, Ilmu hikmah bukanlah ilmu sihir yang melibatkan bantuan jin atau syaitan.

Allah Swt telah berfirman dalam Al-Qur’an dalam Surat Al-Baqarah ayat 269 sebagai berikut :

يؤتي الحكمه منيشاء ومن يؤت الحكمة فقد أوتي خيرا كثيرا وما يذكر إلا أولو الألباب

“Allah menganugerahkan Al- Hikmah ( kefahaman yang dalam tentang Al-Qur’an dan As- Sunnah) kepada siapa saja yang di kehendaki-Nya dan barang siapa yang di anugerahi hikmah, ia benar-benar telah di anugerahi karunia yang banyak dan hanya orang-orang yang di berkahi Allah yang dapat mengambil pelajaran.” ( QS. Al-Qur’an : 269)

Jadi, seseorang yang di anugerahi oleh Allah Swt kemudahan dalam memahami agama ini dari sumbernya dan kemampuan untuk mempraktikan dalam kehidupan serta mengajarkannya kepada yang lain maka ia termasuk hamba yang di beri Ilmu Hikmah dan merupakan sebuah anugerah dari Allah Swt yang termahal dan terindah.

Baca Juga:  Keseimbangan Fikih dan Tasawuf, Kunci Rahasia Kenikmatan Beribadah

Adapun beberapa tahapan yang harus di lakukan seseorang agar memperoleh ilmu hikmah, antara lain sebagai berikut :

  • Taubat
    Taubat artinya kembali kepada Allah Swt dan menuju kepada-Nya dengan meminta ampunan atas segala dosa-dosa yang pernah di lakukan dengan penuh rasa penyesalan dan bersungguh-sungguh untuk tidak mengulanginya lagi. Oleh sebab itu, taubat akan membuat jiwa seorang hamba kembali lagi sesuai kodrat asalnya yaitu fitri (suci).
  • Niat
    Niat adalah suatu kehendak yang berasal dari hati karena dorongan ilmu (sesuatu yang di ketahui). Bahkan suatu ketaatan seseorang juga tergantung pada niat karena sah atau tidaknya amal baik itu akan di nilai dari niatnya.
  • Sabar
    Sabar adalah keadaaan jiwa yang kokoh, stabil dan konsekuen dalam pendirian, sedangkan menurut Syaikh Abdul Qadir Jaelani menyebutkan bahwa sabar itu terbagi menjadi tiga hal :
    a. Sabar kepada Allah Swt,
    b. Bersabar bersama Allah Swt
    c. Bersabar atas Allah Swt
  • Syukur
    Syukur adalah sebagai ungkapan rasa terimakasih atas nikmat yang di terima, baik lisan, tangan, maupun hati. Menurut Syaikh Abdul Qadir Jaelani hakikat bersyukur adalah mengakui nikmat Allah Swt karena Dialah pemilik karunia dan pemberian sehingga hati mengakui bahwa segala nikmat berasal dari-Nya.
  • Tawakal
    Tawakal artinya pasrat kepada Allah SWt setelah melaksanakan suatu rencana atau usaha.
  • Ikhlas
    Ikhlas yaitu membersihkan hati supaya menuju kepada Allah Swt semata, dan seseorang di sebut ikhlas apabila dalam melakukan perbuatan ia selalu di niatkan untuk berbakti kepada Allah Swt dan bentuk perbuatan itu sendiri dapat di pertanggung jawabkan kebenarannya.
  • Dzikirullah
    Dzikrullah adalah menyebut dan mengingat Allah Swt sementara hati dan pikiran berpaling dari-Nya.
  • Istiqomah
    Akhlaq istiqomah adalah sikap teguh dalam mempertahankan keimanan dan keislaman sekalipun menghadapi berbagai macam tantangan dan godaan.
Baca Juga:  Hizb, Ilmu Hikmah dan Amalan Tingkat Tinggi Ijazah Para Waliyullah

Seseorang yang ingin memperoleh ilmu hikmah setidaknya harus melampaui beberapa tahapan yang telah di sebutkan di atas. Sehingga orang tersebut akan memiliki jiwa dan hati yang bersih dari segala sifat-sifat dan akhlak tercela. Selain itu mereka juga memiliki keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt sehingga tidak menyalahgunakan ilmu yang telah di anugerahkan tersebut. Wallahua’lam

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik