Ini Tata Cara Lengkap Mandi Wiladah

Ini Tata Cara Lengkap Mandi Wiladah

PeciHitam.org – Kata “Wiladah” berasal dari bahasa Arab yang maknanya melahirkan, jadi Mandi Wiladah berarti mandi yang wajib dilakukan seorang wanita setelah melahirkan yang mana merupakan salah satu cara seorang wanita mensucikan diri dari hadats besar atau darah yang dikeluarkan ketika melahirkan.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Mandi Wiladah hukumnya wajib dan harus dilakukan oleh setiap wanita muslim yang melahirkan baik secara normal maupun operasi Caesar, dan bukan hanya wanita yang melahirkan saja yang wajib melakukannya tapi wanita yang mengalami keguguran janin juga wajib untuk melaksanakan mandi Wiladah.

Perlu diketahui bahwa Mandi Wiladah berbeda dengan mandi nifas yaitu mandi yang dilakukan untuk mensucikan diri setelah nifas, dan setelah melahirkan seorang wanita harus melakukannya dengan tidak menunda sampai nifasnya selesai.

Meski demikian tidak apa jika seorang wanita lupa melakukannya tetapi ketika teringat maka harus segera dilaksanakan dikarenakan seorang wanita yang baru melahirkan tentu belum diperbolehkan melaksanakan shalat wajib dan ibadah lainnya seperti halnya puasa dan lain-lain.

Baca Juga:  Tayammum dengan Debu Kaca Mobil, Apakah Sudah Kategori Debu yang Suci

Sebelum melaksanakan segala sesuatu seorang muslim tentunya harus melakukan niat dan mengikuti tata caranya.

Adapun niatnya ialah sebagai berikut:

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ حَدَثِ الْوِلاَدَةِ ِللهِ تَعَالَى

Artinya: “Saya berniat mandi menghilangkan hadats wiladah karena Allah Ta’ala.”

Mandi Wiladah yang dilakukan setelah proses melahirkan tidak jauh berbeda dengan tata cara mandi wajib pada umumnya dan berikut ini merupakan penjelasan tentang bagaimana tata cara mandi Wiladah yaitu:

  • Niat.

Sebelum melaksanakan mandi Wiladah seorang wanita diharuskan berniat di dalam hati serta melafalkan niat yang telah dijelaskan di atas.

  • Membaca basmalah.

Setelah berniat dalam hati maka selanjutnya yaitu seorang wanita yang akan melaksanakan mandi Wiladah terlebih dahulu harus membaca “basmalah”.

  • Mencuci telapak tangan.

Hal pertama yang dilakukan saat mandi Wiladah ialah dengan membasuh kedua telapak tangan menggunakan air sebanyak tiga kali berturut-turut.

  • Membasuh kemaluan.

Setelah membasuh kedua telapak tangan hal selanjutnya ialah membasuh bagian tubuh yang harus dibasuh yaitu kemaluan dan ketika membersihkan kemaluan adalah dengan menggunakan tangan kiri dengan air bersih dan jika perlu dapat menggunakan sabun ataupun wewangian untuk memastikan serta jangan lupa membasuh tangan kiri yang tadi digunakan untuk membersihkan kemaluan.

  • Berwudhu.
Baca Juga:  Inilah Tata cara Tayamum yang Benar dan Syarat Ketentuanya

Tahap selanjutnya setelah membersihkan tangan dan kemaluan ialah berwudhu dengan mengambil air wudhu seperti biasa untuk mensucikan tubuh dan sama halnya seperti sebelum melaksanakan mandi wajib pada umumnya.

  • Menyiram kepala.

Setelah berwudhu siramlah kepala dengan air sebanyak tiga kali dengan takaran air sebanyak kepalan telapak tangan atau lebih dengan memulai penyiraman kepala dengan dimulai dari bagian sebelah kanan terlebih dahulu.

Saat menyiram kepala seorang wanita dibolehkan mengikat rambutnya asalkan kepala tersiram dengan air dan hal ini berbeda dengan mandi wajib setelah menstruasi yang harus dilakukan dengan rambut yang terurai atau tidak terikat.

  • Meratakan air ke seluruh tubuh.

Setelah menyiram kepala maka selanjutnya siram seluruh anggota tubuh serta bersihkan dengan sabun atau wewangian jika diperlukan dan jangan lupa untuk membersihkan lipatan-lipatan tubuh.

  • Membasuh kaki.
Baca Juga:  Puasa Muharram: Dalil Tentang Keutamaannya

Tahap terakhir setelah seluruh anggota badan telah selesai dibasuh dan dibersihkan ialah membasuh kedua kaki menggunakan air yaitu basuh dan bersihkan kaki dengan baik serta pastikan seluruh tubuh baik tangan sampai kaki telah bersih sepenuhnya.

Demikianlah niat, hukum dan tata cara melakukannya, mandi tersebut harus dilakukan segera mungkin setelah melahirkan dan tidak boleh ditunda-tunda karena dapat menyebabkan lupa di lakukan sehingga tertundanya ibadah yang lain.

Dan perlu di ingat lagi bahwa mandi Wiladah tersebut berbeda dengan mandi nifas yang juga harus dilakukan setelah masa nifas selesai.

Mochamad Ari Irawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *