Inilah 15 Ciri-Ciri Imam Mahdi Versi Ibnu Hajar

Inilah 15 Ciri-Ciri Imam Mahdi Versi Ibnu Hajar

Pecihitam.Org – Nu’aim bin Hammad Rahimahullah (guru Imam Bukhari) dan Ibnu Hajar al-Haitami Rahimahullah menjelaskan Panjang lebar hadits dan atsar akan ciri-ciri kemunculan Imam Mahdi hingga 65 lebih ciri-ciri khusus dan ciri-ciri lainnya. Lantas apa saja ciri-ciri Imam Mahdi tersebut?

Menurut Syeikh Nu’aim  bin Hammad (guru Imam Bukhari) dalam himpunan atsar akhir zaman, beliau berkata: “orang yang akan membai’ahnya bukanlah dari pada kalangan orang awam, bahkan terdiri dari pada kalangan ulama soleh, para kekasih dan aulia Allah SWT yang didorong mencari Imam Mahdi.

Tugas mencari dan mengetahui Imam Mahdi bukanlah kerja kita. Ia adalah kerja orang pilihan Allah SWT. Mereka yang dipilih Allah SWT itu mestilah dikalangan orang sholeh dan para kekasih Allah SWT karena hanya mereka saja yang mengetahui ciri-ciri sebenarnya Imam Mahdi. Melalui ilmu yang dikaruniai oleh Allah SWT, mereka akan dapat membaiat dan memaksa (untuk membuka jati diri) pemuda yang bakal menjadi Imam Mahdi itu.

Oleh karena itu akhlak Imam Mahdi menyerupai akhlak Rasulullah SAW maka para kekasih dan aulia Allah SWT adalah mereka yang layak berada disamping pembaiatannya. Mereka bukan saja faqih, alim, sholeh, dan aulia Allah SWT, bahkan mencintai Nabi Muhammad SAW. Mereka pernah dan sudah melihat akhlak Nabi SAW di dalam mimpi-mimpi mereka, karena melihat Nabi di dalam mimpi adalah benar.

Baca Juga:  Sering Disebut Sebagai Menu Buka Puasa, Ternyata Arti Takjil Sebenarnya Adalah...

Adapaun biodata Imam Mahdi menurut Ibnu Hajar al-Haitami adalah :

  1. Beliau adalah keturunan Rasulullah SAW
  2. Beliau bernama seperti Rasulullah SAW yaitu Muhammad atau Ahmad
  3. Ayahnya bernama seperti nama ayah Rasulullah yaitu Abdullah
  4. Ayahnya dari keturunan sayyidina Hasan RA.
  5. Ibunya dari keturunan sayyidina Husain RA.
  6. Lahir di Madinah
  7. Lalu pindah ke Makkah
  8. Dibaiat di bulan muharram oleh para ulama dan para wali sebanyak jumlah ahlu badar di rukun yamani (Ka’bah) setelah terjadinya lautan darah para Jemaah haji di Mina (bulan dzul hijjah) sehingga darah-darah orang yang berhaji mengalir deras ke tempat jumrah aqobah.
  9. Di atas beliau ada awan yang dari arah awan itu ada suara yang menyeru bahwa dia adalah al- Mahdi
  10. Di atas beliau ada malaikat yang mengatakan dan memberi tahu manusia bahwa dia adalah al-Mahdi
  11. Allah mengarahkan untuk menjaga dan membantu beliau sebanyak 300.000 malaikat
  12. Beliau bagaikan singai di siang hari dan bagaikan seorang sufi (banyak ibadah) dimalam hari
  13. Akhlak beliau sebagaimana akhlah Rasulullah SAW
  14. Di zaman beliau keadilan merata sehingga gembala domba dan serigala disatukan dan anak-anak bermain dengan ular dan kala jengking tidak akan membahayakan mereka .
  15. Beliau yang akan menguasai sepenuh Baitul Maqdis Palestina, dan menetap di sana. Dan bertemu nabi Isa AS di sana dan beliau menjadi Imam Shalat Subuh ketika Nabi Isa AS mempersilahkan Imam dari pemimpin kalian (al-Mahdi). (lihat kitab al-Fitan dan kitab Alamatul Mahdi al-Muntadhor karya Ibnu Hajar al-Haitami Rahimahullah).
Baca Juga:  Bid'ah Dan Ghuluw Saat Wafatnya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah

Azhim Abadi (w. 1329 H.) menyatakan bahwa munculnya Al-Mahdi di akhir zaman merupakan keyakinan umat Islam selama berabad-abad. Ciri-cirinya di antaranya: (1) ia berasal dari Ahli Bait, (2) kedatangannya akan menguatkan agama Islam, (3) meratakan keadilan, (4) diikuti umat Islam, (5) menguasai negeri-negeri Islam, (6) bernama Al-Mahdi, (7) kemunculannya diikuti kemunculan Dajjal, (8) lalu kemunculan Nabi Isa, (9) dan Isa menjadi makmum Al-Mahdi dalam salat (Aun Al-Ma’bud Syarah Sunan Abi Daud, jilid 11, hlm. 243).

Menurut Syekh Ali Jumah, di antara tanda Al-Mahdi adalah Allah akan menanamkan cinta dalam hati umat Islam kepada Al-Mahdi (an yulqiya allah fi qulubihim al-mahabbah). Ini adalah ciri yang penting untuk mengidentifikasi Al-Mahdi. Karena, telah banyak kelompok yang mengaku sebagai gerakan Al-Mahdi. Mereka meyakini pemimpinnya adalah Al-Mahdi. Padahal, mereka hanya membaca sebagian tanda-tanda Al-Mahdi. Tanda terakhir, yaitu dicintai oleh seluruh umat Islam, tidak terpenuhi.

Baca Juga:  Tragedi Karbala dan Sikap Muslim Sejati dalam Menanggapinya
Mochamad Ari Irawan
Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG