Inilah 4 Nabi yang Masih Hidup Hingga Kini, Salah Satunya adalah Nabi Khidir

Inilah 4 Nabi yang Masih Hidup Hingga Kini, Salah Satunya adalah Nabi Khidir

Pecihitam.org – Diantara bentuk rahmat Allah SWT, Ia kirimkan nabi dan rasul pada setiap ummat. Dan dari 124.000 yang Allah utus, 4 diantara nabi dan rasul yang diyakini masih hidup hingga kini. Nabi Isa, Ilyas, Nabi Idris dan Nabi Khidir alaihimus salam merupakan nabi yang dipercaya masih belum wafat hingga saat ini.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Nabi Muhammad memang merupakan rasul dan nabi terakhir. Setelah beliau tidak ada lagi nabi dan risalah yang Allah turunkan. Tetapi sebagaimana keyakinan sebagian besar kaum muslimin yang telah masyhur, kendatipun tidak ada lagi nabi atau rasul serta risalah baru setelah Nabi Muhammad SAW, dengan kuasa Allah ternyata hingga kini masih ada 4 nabi yang masih hidup.

Selain sebagai bentuk kuasa Allah, tentu di balik hidupnya empat nabi hingga saat ini menyimpan banyak hikmah yang bisa kita ambil pelajarannya.

Berikut sekilas tentang 4 nabi yang dipercaya masih hidup hingga saat ini.

1) Nabi Isa AS

Nabi Isa merupakan salah satu dari lima Ulul Azmi. Dalam Al-Qur’an, ia disebut Isa bin Maryam atau Isa al-Masih.

Nabi Isa As diangkat menjadi nabi pada tahun 29 M dan ditugaskan berdakwah kepada Bani Israil di Palestina. Nabi Isa dipercaya masih hidup sampai saat ini.

Dalam ajaran Islam, Nabi Isa AS yang masih hidup hingga kini disebabkan ia diselamatkan oleh Allah SWT saat kaum kafir mengejarnya untuk menghukumnya di tiang salib.

Dalam pengejaran musuhnya, ternyata yang ditangkap dan disalib bukan Nabi Isa melainkan Yudas Iskariot, salah seorang muridnya yang berkhianat yang diserupakan wajahnya oleh Allah seperti nabi Isa AS.

Sementara Nabi Isa yang asli, Allah SWT mengangkatnya ke langit kedua atas kuasa-Nya dan akan diturunkan kembali ke bumi menjelang hari kiamat. Tetapi ketika ia turun kembali tidak lagi memakai syariatnya dulu melainkan dengan syariat Nabi Muhammad.

Allah SWT berfirman dalam Surat An-Nisa’

وَقَوْلِهِمْ إِنَّا قَتَلْنَا الْمَسِيحَ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُولَ اللَّهِ وَمَا قَتَلُوهُ وَمَا صَلَبُوهُ وَلَٰكِنْ شُبِّهَ لَهُمْ

Baca Juga:  Sudah Banyak Hadits Tawasul Didhaifkan Wahabi, Hanya Ini Yang Belum

Dan karena ucapan mereka, “Sesungguhnya kami telah membunuh
Al-Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka.
(QS. An-Nisa Ayat 157)

2). Nabi Khidir AS

Nabi Khidir adalah salah satu nabi yang dipercaya hidup oleh sebagian besar kaum muslimin. Sementara itu, ada juga yang mengambil pendapat bahwa Nabi Khidir telah wafat. Perbedaan pendapat lainnnya tentang sosok yang membuat sekelilingnya menjadi hijau yang bernama asli Balyan bin Malkan ini adalah tentang statusnya apakah seorang nabi atau bukan.

Ada yang mengatakan beliau bukan nabi melainkan hamba shaleh yang Allah anugerahkan ilmu hikmah padanya. Nabi Khidir adalah sosok yang pernah menjadi guru spritual Nabi Musa AS.

Nabi Khidir AS diberikan umur panjang hingga Hari Kiamat lantaran diberikan tugas secara khusus oleh Allah SWT untuk mengajarkan ilmu hikmah kepada para wali Allah SWT, sehingga beliau diberikan julukan gurunya para wali.

Diceritakan pula, ia pernah minum Maul Hayat yang membuatnya hidup terus-menerus hingga Hari Kiamat terjadi.

Rasulullah SAW bersabda, “Seorang anak dari Sam bin Nuh AS telah meminum air kehidupan, lalu ia dapat hidup lama. Maka pergilah Raja Zulkarnain bersama Nabi Khidir AS untuk meminum air kehidupan.

Namun yang berhasil meminumnya adalah Nabi khidir AS, sedangkan Raja Zulkarnain tidak berhasil menemui air kehidupan tersebut”

Walaupun hidup hingga saat ini, keberadaan Nabi Khidir AS misterius dan tersembunyi. Hanya orang tertentu dengan kehendak Allah SWT yang dapat bisa berjumpa dengan Nabi Khidir AS.

3). Nabi Ilyas AS

Nabi Ilyas AS adalah nabi yang dikaruniai oleh Allah kehidupan yang lama bahkan dipercaya masih hidul sampai saat ini. Dahulu, ketika Nabi Ilyas AS sedang beristirahat, tiba-tiba datang Malaikat Maut untuk mencabut nyawanya.

Baca Juga:  Keutamaan Bulan Muharram, Sayang Kalau Dilewatkan

Ketika itu ia bersedih. Melihat Nabi Ilyas bersedih, malaikat pun bertanya, “Mengapa kamu bersedih?”. Nabi Ilyas AS menjawab, “Aku besedih karena harus berhenti berdzikir dan beribadah kepada Allah setelah nyawaku dicabut”

Saat itulah, Allah memberi wahyu kepada malaikat pencabut nyawa agar ia menunda pencabutan nyawa Nabi Ilyas AS dan memberi waktu kepada Ilyas untuk berdzikir sesuai dengan permintaannya. Hingga sekarang, Nabi Ilyas diyakini masih hidup dan terus berzikir kepada Allah SWT.

4). Nabi Idris AS

Nabi Idris adalah salah seorang nabi yang pertama kali diberikan tugas untuk menyampaikan risalah kepada kaumnya dan diberi hak kenabian oleh Allah setelah Adam AS. Para ulama berpendapat bahwa Nabi Idris masih hidup dan belum mati.

Menurut kisahnya, pada suatu malam Nabi Idris AS didatangi malaikat pencabut nyawa. Sebelum dicabut nyawanya, Nabi Idris meminta persyaratan kepada Allah SWT untuk kembali menghidupkannya setelah dicabut nyawanya. Allah pun mengkabulkannya.

Maka dicabutnyalah nyawa Idris saat itu juga.Nabi Idris pun merasakan kematian ketika itu. Allah lalu menepati janjinya yang akan kembali menghidupkan Idris. Atas Izin-Nya, Nabi Idris AS kembali hidup dan keduanya melanjutkan perjalanan ke neraka. Di sana ia melihat semua yang diciptakan Allah SWT.

Saat perjalanan dilanjutkan ke surga, atas izin Allah, Nabi Idris dapat melihat pemandangan di dalam Syurga dengan segala macam kenikmatan yang disediakan oleh Allah SWT hanya dari pintunya. Ia pun meminta malaikat agar memperbolehkan masuk dan meminum air di sana.

Singakat cerita. Mereka masuk dan harus keluar lagi. Namun sebelum keluar, Nabi Idris dengan kecerdasannya meninggalkan sandalnya di salah satu pohon surga.

Nabi Idris berkata kepada Malaikat Maut, “Wahai Malaikat Maut, aku telah meninggalkan sandalku di dalam Syurga. Malaikat Maut pun berkata, “Masuklah ke dalam Syurga dan ambil sandalmu.”

Maka masuklah Nabi Idris, namun beliau tidak keluar lagi, sehingga Malaikat Maut memanggilnya, “Ya Idris, keluarlah” “Tidak, wahai Malaikat, kerana Allah SWT telah berfirman

Baca Juga:  Penciptaan Nabi Isa dalam al Quran, Salah Satu Tanda Kekuasaan Allah

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۖ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. (QS.Ali-Imran ayat 185)

Sedangkan saya telah merasakan kematian.

Allah SWT berfirman

وَإِنْ مِنْكُمْ إِلَّا وَارِدُهَا ۚ كَانَ عَلَىٰ رَبِّكَ حَتْمًا مَقْضِيًّا

Dan tidak ada seorang pun daripadamu, melainkan mendatangi Neraka itu.(QS.Maryam Ayat 71)

Dan saya pun telah mendatangi Neraka itu.

Allah SWT berfirman.

لا يَمَسُّهُمْ فِيهَا نَصَبٌ وَمَا هُمْ مِنْهَا بِمُخْرَجِينَ

Mereka tidak akan merasa lelah di dalamnya. Mereka sekali-kali tidak akan dikeluarkan daripadanya (Syurga). (QS.Al-Hijr ayat 48)

Maka Allah menurunkan wahyu kepada Malaikat Maut itu.“Biarkanlah dia, kerana Aku telah menetapkan di azali, bahawa ia akan bertempat tinggal di Syurga.”

Allah menceritakan tentang kisah Nabi Idris ini kepada Rasulullah SAW dengan firman-Nya

وَاذْكُرْ فِي الْكِتَابِ إِدْرِيسَ إِنَّهُ كَانَ صِدِّيقًا نَبِيًّا وَرَفَعْنَاهُ مَكَانًا عَلِيًّا

Dan sebutkanlah di dalam Al-Qur’an tentang kisah Idris. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan dan seorang nabi. Dan kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi. (QS.Maryam: ayat 56 – 57)

Faisol Abdurrahman