Kisah Nabi Idris Berkunjung dan Masuk Surga Kemudian Tak Mau Keluar Lagi

Kisah Nabi Idris Berkunjung dan Masuk Surga dan Tak Tak Mau Keluar Lagi

Pecihitam.org – Nabi Idris diyakini sebagai satu dari empat nabi yang masih hidup. Tiga lainnya adalah Nabi Isa, Nabi Khidir dan Nabi Ilyas alaihimussalam. Diceritakan Nabi Idris pernah berkunjung dan masuk ke dalam surga dan ternyata beliau tidak mau keluar lagi hingga kini.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Mengenai sebab Nabi Idris as masuk ke dalam surga, diceritakan bahwa amalnya setiap siang dan malam diangkat dan amalnya sungguh banyak menyamai amal seluruh penduduk bumi hingga membuat Malaikat maut sangat suka kepadanya dan meminta kepada Allah untuk memberi izin mengunjungi Nabi dris alaihis salam.

Allah pun memberi izin kepada Malaikat Mau. Malaikat pemvabut nyawa bernama aali Azarail ini pun pun pergi mengunjungi Nabi dris as dalam bentuk manusia dan duduk di sampingnya.

Saat itu, Nabi Idris as sedang melakukan puasa satu tahun. Ketika waktu bebruka sudah dekat, malaikat akan datang dengan membawa makanan dari surga dan Idris memakannya. Dia berkata kepada Malaikat Maut, “Kamu juga makan makanan itu.”

Namun Malaikat Maut tidak memakannya. Lalu Nabi Idris bangkit dan menyibukkan diri dengan ibadah, sedangkan Malaikat Maut duduk di dekatnya hingga fajar muncul dan matahari sudah keluar dari tempatnya.

Nabi Idris pum menjadi heran dan berkata, “Hai kamu! Maukah kamu berjalan-jalan bersamaku hingga kamu menjadi bahagia?” Malaikat Maut berkata, “Aku mau.” Keduanya lalu berdiri dan berjalan hingga keduanya sampai pada perkebunan.

Malaikat maut berkata, “Apakah kamu memberiku izin untuk mengambil dari perkebunan ini beberapa bulir saja untuk kita makan?” Nabi Idris berkata, “Subhanallah. Kemarin kamu tidak mau memakan makanan yang halal, tetapi sekarang kamu ingin memakan yang haram.”

Baca Juga:  Kisah KH Dimyathi Rois dan Hidayah Wanita Karena Vespa PX

Kemudian Nabi Idris dan Malaikat Maut terus melanjutkan perjalanan hingga empat hari dan Nabi Idris melihat sesuatu yang tidak biasanya pada diri sahabat yang menemaninya itu.

Nabi Idris bertanya, “Sebenarnya kamu ini siapa?” Dia punmenjawab, “Aku adalah Malaikat Maut.” Nabi Idris bertanya, “Apakah kamu yang mencabut para ruh?” Dia menjawab, “Iya.” Nabi Idris bertanya, “Kamu telah bersamaku selama empat hari, lalu apakah kamu telah mencabut ruh seseorang?”

Dia menjawab, “Iya, aku telah mencabut banyak sekali ruh. Ruh semua makhluk bagiku adalah seperti nampan yang aku mengambilnya seperti kamu mengambil suapan makanan.” Nabi Idris bertanya, “Wahai Malaikat Maut, apakah kamu datang ke sini untuk berkunjung ataukah untuk mencabut nyawaku?”

Dia menjawab, “Aku datang ke sini untuk berkunjung dengan izin Allah.” Nabi Idris berkata, “Wahai, Malaikat Maut! Aku punya hajat kepadamu.” Dia bertanya, “Apa hajatmu.” Nabi Idris berkata, “Hajatku adalah kamu mencabut ruhku, kemudian Allah menghidupkan aku lagi hingga aku bisa beribadah kepada Allah setelah aku merasakan pahitnya kematian.”

Malaikat Maut menjawab, “Aku tidak akan mencabut ruh seseorang kecuali dengan mendapatkan izin Allah.” Kemudian Allah menurunkan wahyu, “cabutlah ruh Idris.”

Seketika itu juga, Malaikat Maut mencabut ruh Nabi Idris as dan ia pun menjadi mati. Malaikat maut kemudian menangis dan bertadlarru’ kepada Allah dan meminta supaya dia menghidupkan kembali temannya, Idris.

Allah lalu mengabulkannya dan menghidupkan Idris. Malaikat maut bertanya, “Wahai, saudaraku! Bagaimana kamu menemukan rasanya kematian?” Nabi Idris menjawab, “Hewan ketika dikelupas kulitnya pada saat dia masih hidup, maka rasa perihnya kematian seribu kali lipat sakitnya dari itu.”

Baca Juga:  Kisah Tsumamah bin Utsal Diikat di Tiang Masjid Nabawi

Malaikat Maut berkata, “Yang aku lakukan kepadamu adalah yang paling halus yang belum pernah aku lakukan sebelumnya.” Idris berkata, “Wahai Malaikat Maut! Aku punya hajat lain kepadamu, yaitu aku ingin melihat neraka Jahannam sehingga aku bisa beribadah kepada Allah dengan bersungguh-sungguh setelah aku melihat siksa, belenggu dan segala sesuatu yang ada didalamnya.”

Dia menjawab, “Bagaimana aku bisa pergi bersamamu ke neraka Jahannam tanpa mendapatkan ijin.” Kemudian Allah memberikan wahyu, “Pergilah bersama Idris ke neraka Jahannam.” Malaikat Maut lalu pergi bersama Nabi Idris ke neraka Jahannam dan dia bisa melihat segala sesuatu yang telah diciptakan oleh Allah untuk musuh-musuh-Nya yang berupa rantai, belenggu dan siksa berupa ular, kalajengking, api, kayu zaqum dan air panas.

Kemudian keduanya kembali dan Idris berkata lagi, “Aku punya hajat lagi, yaitu aku ingin kamu membawaku ke surga hingga aku melihat apa yang ada di dalamnya yang telah diciptakan oleh Allah untuk hamba-Nya sehingga akan menjadi bertambah ketaatanku.”

Malaikat Maut berkata, “Bagaimana aku bisa bergi membawa kamu ke surga tanpa mendapatkan izin dari Allah?” Lalu Allah menurunkan wahyu, “Pergilah bersama Idris ke surga.”

Keduanya lalu pergi dan berhenti di depan pintu surga. Nabi Idris lalu melihat kenikmatan yang ada di dalam surga, malaikat yang agung, pemberian yang sempurna, pepohonan dan buah-buahan.

Nabi Idris berkata, “Wahai saudaraku! Aku telah merasakan pahitnya kematian dan aku telah melihat menakutkannya jahannam, lalu mengapakah tidak kamu meminta kepada Allah untuk memberi aku izin masuk ke dalam surga dan aku meminum airnya supaya menjadi hilang rasa pahitnya kematian dan menakutkannya Jahannam.”

Baca Juga:  Kisah Artis Korea Masuk Islam karena Keramahan Indonesia

Lalu Malaikat Maut meminta izin kepada Allah dan Dia memberinya izin untuk masuk ke dalam surga. Idris lalu masuk ke dalam surga dan menaruh kedua sandalnya di bawah sebuah pohon surga, lalu dia keluar dari surga.

Dia kemudian berkata kepada Malaikat Maut, “Aku telah meninggalkan sandalku di dalam surga. Kembalikan aku ke surga lagi.” Nabi Idris lalu kembali dan masuk ke dalam surga serta tidak mau keluar lagi.

Malaikat Maut lalu berteriak, ” Wahai, Idris! Keluarlah.” Idris menjawab, “Aku tidak mau keluar, karena Allah telah berfirman (“Semua yang bernyawa pasti akan merasakan kematian”) dan aku telah merasakannya.

Dia telah berfirman, (“Sesungguhnya pasti akan mendatangi neraka jahannam”) dan aku juga telah mendatanginya, dan Dia telah berfirman, (“dan tidaklah mereka akan dikeluarkan dari surga”). Lalu siapa yang akan mengeluarkan aku dari surga.”

Kemudian Allah menurunkan wahyu kepada Malaikat Maut, “Biarkan dia, karena aku telah memutuskan dia sejak zaman azali kalau dia termasuk penghuni surga.”

Faisol Abdurrahman