Inilah Cara Menggapai Ridho Allah dan Rasul-Nya

menggapai ridho allah

Pecihitam.org – Setiap manusia menginginkan kebahagiaan dalam hidupnya, terutama kedamaian dalam hatinya, sebab materi bukanlah tolak ukur dari kebahagiaan. Berapa banyak orang yang mempunyai materi yang berlimpah namun mereka tidak merasakan kebahagiaan.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Maka kunci untuk mendapat kebahagiaan adalah dengan mendapatkan ridho Allah. Dari sini timbul pertanyaan, bagaimana cara untuk menggapai ridho Allah tersebut?

Sebenarnya banyak cara untuk menggapai “Aku ridho bahwa Allah sebagai Tuhanku, Islam sebagai agamaku, dan Muhammad SAW sebagai nabi dan rasulku”, salah satunya yaitu melalui orang tua. Jika mereka telah ridho kepada kita, maka Allah pun demikian, sebab ridho Allah terletak pada ridho orang tua.

Disamping itu, cara untuk menggapai ridho Allah adalah kita ridho dengan apa yang telah ditetapkan oleh-Nya, baik itu ketetapan yang baik, ataupun ketetapan yang buruk menurut kita, sebab apa yang buruk menurut kita, mungkin saja ia baik menurut Allah. Jika sudah seperti itu, maka dengan mudah kita mengatakan

رضيت بالله ربا وبالإسلام دينا وبمحمد صلى الله عليه وسلم نبيا ورسولا

“Aku ridho bahwa Allah sebagai Tuhanku, Islam sebagai agamaku, dan Muhammad SAW sebagai nabi dan rasulku”

Jika semua sudah kita laksanakan, yaitu kita ridho kepada-Nya, ridho dengan Muhammad sebagai Nabi yang diutus oleh-Nya, dan ridho dengan segala takdir yang Allah berikan kepada kita, maka Allah pun akan ridho kepada hamba-Nya.

Baca Juga:  Umur Manusia Cuma 1,5 Jam Akhirat, Bukti Hidup di Dunia Hanya Sementara

Allah berfirman dalam Al-Qur’an, Surat Al-Baqarah ayat 207

وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن یَشۡرِی نَفۡسَهُ ٱبۡتِغَاۤءَ مَرۡضَاتِ ٱللَّهِۚ وَٱللَّهُ رَءُوفُۢ بِٱلۡعِبَادِ

“Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya untuk mencari keridhaan Allah. Dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya.”

Dari ayat diatas, dapat diambil kesimpulan bahwa, seorang hamba yang mencari ridho Allah maka Allah pun akan memberi belas kasih padanya. Allah akan memberi apa yang ia minta sebab Allah telah ridho dengan perbuatannya.

Jika di aplikasikan terhadap kehidupan sehari-hari, misalnya ketika seorang guru yang ridho kepada satu muridnya, maka ia akan memperhatikan, akan dinasehati ketika salah, bahkan mungkin akan dicari ketika tidak mengikuti mata pelajaran. Itu masih perumpamaan antara keridhoan manusia dengan manusia, maka bagaimana dengan keridhoan Allah kepada hamba-Nya?

Tentu tidak ada bandingannya, saat seorang hamba sudah ridho kepada Rabb nya, maka ia tidak akan pernah mengeluh bahkan suudzon kepada Tuhannya saat mendapat musibah, sebab bisa jadi itu adalah takdir yang baik baginya, karena setiap musibah pasti menyimpan sebuah hikmah.

Baca Juga:  Min Haitsu Laa Yahtasib, Keajaiban Datang dari Arah yang Tak Disangka-sangka

Cara lain adalah, yang terjadi pada zaman Nabi, semua umatnya mengharap ridhonya, agar mereka mendapat ridho dari Allah, sebab ridho Allah juga terletak ridho Rasul-Nya.

Seperti yang dilakukan oleh isteri Nabi, Saudah binti Zam’ah, yang selalu memberikan gilirannya kepada Aisyah, dengan tujuan agar ia mendapat ridho dari Rasulullah SAW, dalam hadits disebutkan,

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ كانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَرَادَ سَفَرًا أَقْرَعَ بَيْنَ نِسَائِهِ فَأَيَّتُهُنَّ خَرَجَ سَهْمُهَا خَرَجَ بِهَا مَعَهُ وَكَانَ يَقْسِمُ لكُلِّ امْرَأَةٍ مِنْهُنَّ يَوْمَهَا وَلَيْلَتَهَا غَيْرَ أَنَّ سَوْدَةَ بِنْتَ زَمْعَةَ وَهَبَتْ يَوْمَهَا وَلَيْلَتَهَا لِعَائِشَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَبْتَغِي بِذَلِكَ رِضَا رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam apabila hendak bepergian Beliau mengundi diantara isteri-isteri Beliau, siapa yang keluar namanya berarti dialah yang ikut bepergian bersama Beliau. Dan Beliau juga membagi sama antara siang dan malam saat giliran untuk setiap isteri-isteri Beliau kecuali Saudah binti Zam’ah yang dia telah memberikan hak giliran siang dan malamnya untuk ‘Aisyah, isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam demi mengharapkan ridho Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. (HR. Bukhori)

Baca Juga:  Untuk Para Suami, Sebelum Melakukan Poligami, Perhatikan Dahulu Hal Ini!

Dalam hadits tersebut jelas bahwa Saudah binti Zam’ah memberikan giliran kepada Aisyah ra. agar ia mendapat ridho dari Rasulullah, sebab jika Rasul ridho maka Allah pun akan ridho kepada nya.

Dari penjelasan diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa banyak cara untuk menggapai ridho Allah, diantaranya kita ridho kepada-Nya, ridho terhadap segala ketentuan Nya, dengan mencari ridho melalui Rasul, dan mencari ridho melalui orang tua. Semoga bermanfaat. Wallahu A’lam bisshowab.

Nur Faricha