Surah At-Taubah Ayat 75-78; Terjemahan dan Tafsir Al Qur’an

Surah At-Taubah Ayat 75-78

Pecihitam.org – Kandungan Surah At-Taubah Ayat 75-78 ini menyinggung masuknya sifat kemunafikan ke dalam hati manusia, di antaranya mengucapkan janji palsu kepada Allah SWT, serta mereka enggan dan bakhil untuk membayar zakat.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Terjemahan dan Tafsir Al Qur’an Surah At-Taubah Ayat 75-78

Surah At-Taubah Ayat 75
وَمِنْهُمْ مَنْ عَاهَدَ اللَّهَ لَئِنْ آتَانَا مِنْ فَضْلِهِ لَنَصَّدَّقَنَّ وَلَنَكُونَنَّ مِنَ الصَّالِحِينَ

Terjemahan: Dan diantara mereka ada orang yang telah berikrar kepada Allah: “Sesungguhnya jika Allah memberikan sebahagian karunia-Nya kepada kami, pastilah kami akan bersedekah dan pastilah kami termasuk orang-orang yang saleh.

Tafsir Jalalain: وَمِنْهُمْ مَنْ عَاهَدَ اللَّهَ لَئِنْ آتَانَا مِنْ فَضْلِهِ لَنَصَّدَّقَنَّ (Dan di antara mereka ada orang yang telah berikrar kepada Allah, “Sesungguhnya jika Allah memberikan sebagian karunia-Nya kepada kami, pastilah kami akan bersedekah) lafal لَنَصَّدَّقَنَّ pada asalnya lanatashaddaqanna, kemudian huruf ta dimasukkan ke dalam huruf shad yang bagian asal kalimat, sehingga jadilah لَنَصَّدَّقَنَّ

وَلَنَكُونَنَّ مِنَ الصَّالِحِينَ (dan pastilah kami termasuk orang-orang yang saleh.”) orang yang dimaksud ialah Tsa’labah bin Hathib, pada suatu hari ia meminta kepada Nabi saw. supaya mendoakannya, semoga Allah memberinya rezeki harta, kelak ia akan menunaikan hak-haknya kepada setiap orang yang berhak menerimanya.

Kemudian Nabi SAW mendoakannya sesuai dengan permintaannya itu; akhirnya Allah memberinya harta yang banyak, sehingga ia lupa akan shalat Jumat dan shalat berjemaah yang biasa dilakukannya karena sibuk dengan hartanya yang banyak itu, dan lebih parah lagi ia tidak menunaikan zakatnya sebagaimana yang dijelaskan oleh Allah SWT dalam ayat berikutnya

Baca Juga:  Surah At-Taubah Ayat 107-108; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

Tafsir Quraish Shihab: Di antara orang-orang munafik itu ada yang bersumpah dengan nama Allah dan berikrar kepada-Nya, “Apabila Allah memberikan harta dan karunia-Nya kepada mereka, niscaya mereka akan bersedekah dan menjadi golongan orang-orang yang saleh dalam perbuatan mereka.”

Surah At-Taubah Ayat 76
فَلَمَّا آتَاهُمْ مِنْ فَضْلِهِ بَخِلُوا بِهِ وَتَوَلَّوْا وَهُمْ مُعْرِضُونَ

Terjemahan: Maka setelah Allah memberikan kepada mereka sebahagian dari karunia-Nya, mereka kikir dengan karunia itu, dan berpaling, dan mereka memanglah orang-orang yang selalu membelakangi (kebenaran).

Tafsir Jalalain: فَلَمَّا آتَاهُمْ مِنْ فَضْلِهِ بَخِلُوا بِهِ وَتَوَلَّوْا (Maka setelah Allah memberikan kepada mereka sebagian dari karunia-Nya, mereka kikir dengan karunia itu, dan berpaling) dari taat kepada Allah وَهُمْ مُعْرِضُونَ (dan mereka memanglah orang-orang yang selalu berpaling dari kebenaran).

Tafsir Quraish Shihab: Maka ketika Allah mengabulkan keinginan mereka dengan memberi karunia-Nya, mereka malah bersikap kikir atas pemberian itu dan tidak mau bersedekah. Di samping itu, mereka juga tidak menepati janji, bahkan menjauh dari kebaikan dan berpaling dari Allah.

Surah At-Taubah Ayat 77
فَأَعْقَبَهُمْ نِفَاقًا فِي قُلُوبِهِمْ إِلَىٰ يَوْمِ يَلْقَوْنَهُ بِمَا أَخْلَفُوا اللَّهَ مَا وَعَدُوهُ وَبِمَا كَانُوا يَكْذِبُونَ

Terjemahan: Maka Allah menimbulkan kemunafikan pada hati mereka sampai kepada waktu mereka menemui Allah, karena mereka telah memungkiri terhadap Allah apa yang telah mereka ikrarkan kepada-Nya dan juga karena mereka selalu berdusta.

Tafsir Jalalain: فَأَعْقَبَهُمْ (Maka Allah menimpakan kepada mereka) yakni menjadikan akibat mereka نِفَاقًا (kemunafikan) yang tetap فِي قُلُوبِهِمْ إِلَىٰ يَوْمِ يَلْقَوْنَهُ (pada hati mereka sampai kepada waktu mereka menemui-Nya) menemui Allah, yaitu pada hari kiamat nanti

Baca Juga:  Surah At-Taubah Ayat 71; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

بِمَا أَخْلَفُوا اللَّهَ مَا وَعَدُوهُ وَبِمَا كَانُوا يَكْذِبُونَ (karena mereka telah memungkiri terhadap Allah apa yang telah mereka ikrarkan kepada-Nya dan juga karena mereka selalu berdusta) dengan janjinya.

Setelah itu Tsa’labah bin Hathib datang menghadap Nabi SAW sambil membawa zakatnya, akan tetapi Nabi SAW berkata kepadanya, “Sesungguhnya Allah telah melarang aku menerima zakatmu.” Setelah itu Rasulullah saw. lalu menaburkan tanah di atas kepalanya.

Pada masa pemerintahan Khalifah Abu Bakar r.a. ia datang membawa zakatnya kepada Khalifah Abu Bakar, akan tetapi Khalifah Abu Bakar tidak mau menerimanya. Pada masa pemerintahan Khalifah Umar r.a. ia pun datang membawa zakatnya, akan tetapi Khalifah Umar juga tidak mau menerimanya.

Pada masa pemerintahan Khalifah Usman ia pun datang lagi membawa zakatnya, akan tetapi ternyata Khalifah Usman sama saja juga tidak mau menerimanya. Ia mati pada masa pemerintahan Khalifah Usman r.a.

Tafsir Quraish Shihab: Sebagai akibat dari sikap kikir mereka, dalam hati mereka tumbuh kemunafikan sampai mereka mati menghadap Allah. Hal itu disebabkan karena mereka mengingkari janji dan mendustai sumpah mereka sendiri.

Surah At-Taubah Ayat 78
أَلَمْ يَعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ سِرَّهُمْ وَنَجْوَاهُمْ وَأَنَّ اللَّهَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ

Terjemahan: Tidaklah mereka tahu bahwasanya Allah mengetahui rahasia dan bisikan mereka, dan bahwasanya Allah amat mengetahui segala yang ghaib.

Tafsir Jalalain: أَلَمْ يَعْلَمُوا (Tidakkah mereka tahu) orang-orang munafik itu أَنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ سِرَّهُمْ (bahwasanya Allah mengetahui rahasia mereka) apa-apa yang mereka simpan di dalam diri mereka

Baca Juga:  Surah At-Taubah Ayat 118-119; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

وَنَجْوَاهُمْ (dan bisikan mereka) yakni apa-apa yang mereka bisikkan di antara sesama mereka وَأَنَّ اللَّهَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ (dan bahwasanya Allah amat mengetahui segala yang gaib) yang dimaksud dengan gaib ialah segala sesuatu yang tidak terlihat oleh mata.

Ketika ayat mengenai sedekah ini diturunkan, ada seorang lelaki datang dengan membawa sedekah yang banyak sekali, lalu orang-orang munafik itu mengatakan, “Dia hanya ingin pamer saja.” Datang pula seorang lelaki lain seraya membawa sedekah satu sha’, maka orang-orang munafik itu mengatakan pula, “Sesungguhnya Allah Maha Kaya dari sedekahnya orang ini”.

Tafsir Quraish Shihab: Bagaimana mungkin mereka dapat berpura-pura tidak tahu bahwa Allah Maha Mengetahui dengan teliti keadaan mereka? Bagi Allah, semua yang mereka rahasiakan saat mereka mengingkari janji, mencela agama dan rencana makar terhadap kaum Muslimin, tetap akan diketahui Allah. Dialah Yang Maha Mengetahui dan tidak ada sesuatu pun yang luput dari pengetahuan-Nya.

Alhamdulillah, kita telah mentadaburi bersama kandungan Surah At-Taubah Ayat 75-78 menurut Tafsir Jalalain dan Tafsir Quraish Shihab. Semoga semakin menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S