Rahasia dan Alasan Rasulullah Menikahi Aisyah ra

alasan rasulullah menikahi aisyah

Pecihitam.org – Pernikahan Rasulullah SAW dengan Aisyah ra sering kali dijadikan bahan fitnah kaum kafir. Usia Aisyah yang masih sangat belia ketika menikah, dijadikan isu untuk menuduh Rasulullah SAW dengan keji. Pemilihan Aisyah sebagai istri nabi bukanlah tanpa alasan. Tentu saja terdapat rahasia agung yang dipersiapkan Allah atas pernikahan Rasulullah SAW dengan Aisyah ra.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Berikut tujuh fakta menakjubkan Aisyah ra yang dengannya dapat dipahami alasan mengapa Rasulullah SAW menikahi Aisyah ra sehingga ia menjadi salah satu ummul mukminin.

1. Dinikahi Karena Perintah Allah

Berbeda dari pernikahan dengan istri-istri yang lain, pernikahan Rasulullah SAW dengan Aisyah didasarkan pada wahyu Ilahi. Rasulullah SAW tidaklah menikahi Aisyah ra kecuali karena perintah dari Allah SWT.

Dalam sebuah riwayat, sayyidah Aisyah pernah mengatakakan bahwa alasan Rasulullah SAW menikahi dirinya adalah “karena mimpi.”

Suatu ketika, Rasulullah SAW bermimpi didatangi malaikat membawa Aisyah dengan dibalut kain sutera.

Malaikat tersebut mengatakan kepada Rasulullah SAW bahwa wanita yang dibalut kain sutera tersebut adalah istrinya. Mimpi Rasulullah ini berulang hingga tiga kali.

“Jika mimpi ini dari Allah, tentu Dia akan mengabulkannya,” kata Rasulullah merespons ucapan malaikat itu. Benar saja, akhirnya Allah mengabulkannya.

Sebelumnya, Abu Bakar keberatan ketika Khaulah, utusan Rasulullah SAW, datang untuk melamar Aisyah karena Muth’im sudah datang terlebih dahulu.

Baca Juga:  Maksud dari "Melaksanakan Perintah Allah dan Menjauhi Larangan-Nya" dalam Definisi Takwa

Namun, setelah mengetahui keburukan keluarga Muth’im, Abu Bakar tidak lagi menghendaki anak lelaki Muth’im untuk menikahi Aisyah.

Alhasil, Abu Bakar mempersilakan Rasulullah untuk menikahi anaknya.

2. Satu-satunya Istri yang Dinikahi Masih Gadis

Aisyah ra lah satu-satunya istri Rasulullah SAW yang dinikahi dalam kondisi masih gadis. (HR. Al Bukhari). Tercatat dalam sejarah kurang lebih ada 9 istri nabi, namun semuanya adalah wanita janda, kecuali Aisyah ra.

Aisyah satu-satunya yang masih gadis dan berusia belia. Bahkan istri pertama  Rasulullah SAW, Khadijah binti Khuwailid, pula seorang janda dan berusia lebih tua dari nabi.

Sebagian besar istri Rasululah SAW dinikahi karena kehilangan suami yang syahid di medan perang, atau mereka menjadi tawanan perang.

Pernikahan dengan Aisyah ra juga momen pertama poligami dalam rumah tangga Rasul. Saat itu, seorang janda tua beranak enam, Saudah binti Zam’ah lebih dahulu menikah dengan Rasulullah SAW selepas wafatnya Sayyidah Khadijah ra, yakni sekitar 3 tahun sebelum hijrah.

Lalu di tahun kedua hijriah, beliau menikahi Aisyah. Selepas Aisyah, Rasulullah SAW menikahi Hafsah putri Umar bin Khaththab yang menjanda karena suaminya syahid dalam Perang Uhud.

3. Wanita yang Cerdas

Sayyidah Aisyah dikenal sebagai sosok yang sangat pintar lagi cerdas, mudah dalam menghafal dan hafalannya sangat kuat. Dalam riwayat bahkan Aisyah juga memahami berbagai ilmu seperti ilmu kedokteran atau pengobatan.

Baca Juga:  Ini Sejarah Sholawat Asyghil, Karakteristik dan Kegunaannya

Kecerdasan Aisyah pula diakui oleh banyak sahabat dan ulama. Di antaranya disampaikan Abu Musa Al Asy’ari, “Tidaklah kami kebingungan tentang suatu hadits lalu kami bertanya kepada Aisyah, kecuali kami mendapatkan jawaban dari sisinya.”

Ibnu Abdil Barr juga mengatakan, “Aisyah adalah satu-satunya wanita di zamannya yang memiliki kelebihan dalam tiga bidang ilmu, yakni ilmu fiqih, ilmu kesehatan dan ilmu syair.”

Az-Zuhri bahkan menuturkan, “Apabila ilmu Aisyah dikumpulkan dengan ilmu seluruh wanita, maka ilmu Aisyah lebih utama.”

4. Disiapkan Sebagai Perawi

Kecerdasan yang dimiliki Aisyah merupakan salah satu hikmah pernikahannya dengan Rasulullah SAW. Karena kecerdasannya itu, Aisyah mampu mengingat ribuan hadits Rasulullah SAW.

Banyak sekali hukum syariat yang diketahui dari hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah ra. Beliau meriwayatkan 2210 hadits, 316 di antaranya terdapat dalam kitab shahih Al Bukhari dan Muslim.

Sumber lain menyebutkan, 1210 hadits yang diriwayatkan Aisyah disepakati Imam Al Bukhari dan Muslim, ditambah 174 diriwayatkan Al Bukhari dan 54 hadits diriwayatkan Imam Muslim. Belum lagi hadits-hadits lain yang diriwayatkan selain keduanya.

Karena usianya yang muda (selepas Rasulullah SAW wafat, usia Aisyah diperkirakan masih 18 tahun), sayyidah Aisyah ra berkesempatan menyampaikan semua hafalan haditsnya kepada para sahabat. Hingga wafatnya Aisyah, beliau mengajarkan begitu banyak hadits kepada para sahabat Rasulullah SAW dari balik tabir.

Itulah salah satu hikmah Allah SWT menakdirkan Aisyah ra sebagai istri Rasulullah SAW, agar ajaran ini tak hilang meski sang pembawa risalah telah tiada. Berkat Aisyah, kaum muslimin hingga kini dan hingga akhir zaman nanti, dapat mengetahui hadits-hadits Nabi.

Baca Juga:  Apa Saja Kewajiban Keturunan Nabi Muhammad Zaman Sekarang?

5. Wahyu Turun saat Bersama Aisyah

Dipersiapkannya sayyidah Aisyah sebagai perawi juga semakin terbukti dengan banyaknya momen turunnya wahyu ketika Rasulullah SAW berada di sisi Aisyah. Momen tersebut bahkan tak pernah terjadi saat Rasulullah SAW berada di rumah istri beliau yang lain.

Rasulullah bersabda kepada salah satu istri beliau, “Sesungguhnya Allah tidak pernah menurunkan wahyu kepadaku ketika aku sedang berada di selimut salah seorang dari kalian selain Aisyah.” (HR. Al Bukhari).

6. Wanita Tercinta, Putri dari Seorang yang Tercinta

Aisyah merupakan putri dari sahabat yang paling utama, Abu Bakar Ash Siddiq. Rasulullah SAW bahkan menyebutkan bahwa keduanya, yakni Aisyah dan Abu Bakar adalah orang yang paling dicintainya.

Dari Amr bin Ash, ia bertanya kepada Rasulullah, “Wahai Rasulullah, siapakah manusia yang paling engkau cintai?” Beliau menjawab, “Aisyah.” Amr bin Ash bertanya lagi, “(Siapa) dari kalangan laki-laki?”. Beliau menjawab, “Bapaknya (yakni bapaknya Aisyah; Abu Bakr Ash Shiddiq).” (HR. Al Bukhari dan Muslim).

7. Unggul dari Semua Wanita

Rasulullah bersabda, “Cukup banyak orang yang mulia dari kalangan laki-laki, namun yang mulia dari kalangan wanita hanyalah Maryam binti Imran dan Asiyah istri Fir’aun, dan keutamaan Aisyah atas semua wanita seperti keutamaan tsarid atas segala makanan.” (HR. Al Bukhari dan Muslim).

Itulah tujuh alasan mengapa Rasulullah SAW menikahi sayyidah Aisyah. Bahwasanya semua telah dipersiapkan oleh Allah SWT risalah Islam yang di bawa oleh Rasulullah SAW tetap terjaga dan sampai kepada seluruh kaum muslimin. Demikian semoga bermanfaat. Wallahu’alam bisshawab.

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik