Ini Bacaan Shalat Tahajjud yang Dianjurkan oleh Ulama

bacaan shalat tahajjud

Pecihitam.org – Shalat tahajud merupakan shalat sunnah di malam hari. Dalam madzhab Syafi’i, hukum shalat tahajud adalah sunnah bagi umat Islam. Sebagian ulama menyatakan bahwa shalat tahajjud adalah wajib bagi Rasulullah SAW secara khusus. Shalat tahajud ini merupakan shalat istimewa dan banyak mengandung keutamaan. Lalu, bagaimanakah bacaan shalat tahajjud?

Tentang shalat tahajjud ini pernah disebutkan di dalam Al-Quran Surat Al-Isra ayat 79 sebagai berikut

وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَّكَ عَسَىٰ أَن يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُودًا

Arti ayat di atas adalah sebagai berikut: “Pada sebagian malam, hendaklah kau bertahajud sebagai tambahan bagimu. Semoga Tuhanmu mengangkatmu ke derajat terpuji,” (Surat Al-Isra ayat 79).

Di bawah ini ini adalah lafal niat shalat tahajud.

أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatat tahajjudi rak‘ataini lillāhi ta‘ālā.

Arti niatnya adalah sebagai berikut: “Aku menyengaja sembahyang sunnah tahajud dua rakaat karena Allah SWT,” (Lihat Perukunan Melayu, ikhtisar dari karya Syekh M Arsyad Banjar, [Jakarta, Al-Aidarus: tanpa tahun], halaman 40).

Selain niat, bacaan shalat tahajjud yakni doa setelah shalat tahajud yang juga tidak kalah pentingnya dari shalat tahajud itu sendiri. Sebab, doa shalat tahajud itu selalu menyertai shalat tahajud Rasulullah SAW. Pujian, pengakuan, dan sekaligus permohonan ampunan terkandung dalam doa ini. Berikut ini adalah doanya:

اَللهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ مَلِكُ السَّمَوَاتِ واْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ نُوْرُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ الْحَقُّ وَوَعْدُكَ الْحَقُّ وَلِقَاءُكَ حَقٌّ وَقَوْلُكَ حَقٌّ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ وَمُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ وَالسَّاعَةُ حَقٌّ. اَللهُمَّ لَكَ اَسْلَمْتُ وَبِكَ اَمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَاِلَيْكَ اَنَبْتُ وَبِكَ خَاصَمْتُ وَاِلَيْكَ حَاكَمْتُ فَاغْفِرْلِيْ مَاقَدَّمْتُ وَمَا اَخَّرْتُ وَمَا اَسْرَرْتُ وَمَا اَعْلَنْتُ وَمَا اَنْتَ اَعْلَمُ بِهِ مِنِّيْ. اَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَاَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لاَاِلَهَ اِلاَّ اَنْتَ. وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ

Baca Juga:  Jika Hukum Bekerja dalam Islam Adalah Wajib, Apasaja Jenis Pekerjaannya?

Allâhumma rabbana lakal hamdu. Anta qayyimus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta malikus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta nûrus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu antal haq. Wa wa‘dukal haq. Wa liqâ’uka haq. Wa qauluka haq. Wal jannatu haq. Wan nâru haq. Wan nabiyyûna haq. Wa Muhammadun shallallâhu alaihi wasallama haq. Was sâ‘atu haq.

Allâhumma laka aslamtu. Wa bika âmantu. Wa alaika tawakkaltu. Wa ilaika anabtu. Wa bika khâshamtu. Wa ilaika hâkamtu. Fagfirlî mâ qaddamtu, wa mâ akhkhartu, wa mâ asrartu, wa mâ a‘lantu, wa mâ anta a‘lamu bihi minnî. Antal muqaddimu wa antal mu’akhkhiru. Lâ ilâha illâ anta. Wa lâ haula, wa lâ quwwata illâ billâh.

Arti doa di atas adalah sebagai berikut:

“Ya Allah, Tuhan kami, segala puji bagi-Mu, Engkau penegak langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau penguasa langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau cahaya langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau Maha Benar. Janji-Mu benar. Pertemuan dengan-Mu kelak itu benar. Firman-Mu benar adanya. Surga itu nyata. Neraka pun demikian. Para nabi itu benar. Demikian pula Nabi Muhammad SAW itu benar. Hari Kiamat itu benar.

Baca Juga:  Perbedaan Shalat Sunnah Muakkad dan Ghairu Muakkad

Ya Tuhanku, hanya kepada-Mu aku berserah. Hanya kepada-Mu juga aku beriman. Kepada-Mu aku pasrah. Hanya kepada-Mu aku kembali. Karena-Mu aku rela bertikai. Hanya pada-Mu dasar putusanku. Karenanya ampuni dosaku yang telah lalu dan yang terkemudian, dosa yang kusembunyikan dan yang kunyatakan, dan dosa lain yang lebih Kau ketahui ketimbang aku. Engkau Yang Maha Terdahulu dan Engkau Yang Maha Terkemudian. Tiada Tuhan selain Engkau. Tiada daya upaya dan kekuatan selain pertolongan Allah.”

Doa di atas dianjurkan dibaca seusai shalat tahajud. Doa Rasulullah SAW ini diriwayatkan Bukhari dan Muslim. Syekh Imam An-Nawawi dalam karyanya Al-Adzkar juga mencantumkan doa ini.

Seseorang yang melaksanakan sholat tahajud sudah seyogiyanya berdoa dengan doa yang diajarkan oleh Baginda Rasul. Namun, Terlepas dari Doa di atas, setiap kita boleh memanjatkan Doa apa saja yang menjadi hajat dan keinginan kita. Apakah itu memohon agar diberi pekerjaan, jodoh, dan sebagainya.

Pada dasarnya bahwa Sholat Tahajud adalah sholat sunah yang paling utama. Waktu pelaksanaan shalat tahajjud adalah waktu biasanya orang-orang tertidur lelap, yaitu di sepertiga malam terakhir. Allah menjanjikan pahala yang besar bagi hambanya yang mendirikan sholat tahajud.

Di waktu Tahajjud inilah Allah memberikan kesempatan kepada kita untuk lebih dekat berdoa kepada-Nya. Petikan ayat tersebut menunjukkan kehendak Allah untuk menjanjikan sebuah tempat istimewa bagi hamba-Nya yang tekun menjalankan salat tahajud. Pada saat itulah Allah turun ke langit dunia dan mengijabahi doa hamba-hamba-Nya. Pada  waktu yang sama pula, Allah  akan memberinya kemuliaan dan kewibawaan. Dengan jaminan Allah yang sedemikian indahnya, masihkah kita rela melewatkannya?

Baca Juga:  Apa Saja Shalat Malam dalam Ajaran Agama Islam? Berikut Uraiannya

Dalam sebuah hadis disebutkan:

وَاعْلَمْ أَنَّ شَرَفَ الْـمُؤْمِنِ قِيَامُهُ بِاللَّيْلِ

Arti hadits di atas yakni: “Dan ketahuilah, bahwa kemuliaan dan kewibawaan seorang mukmin itu ada pada salat malamnya.”

Sebuah nikmat yang luar biasa ketika kita bisa bangun dalam sepertiga malam, yang dengan sabar melawan rasa kantuk dengan mengambil air wudhu, merasakan tetes demi tetes airnya dengan rasa syukur. Kemudian kita menunaikan salat tahajud dalam keheningan malam yang sunyi, sembari berdoa kepada Allah dengan segenap harapan dan penuh keyakinan.

Mengapa kebanyakan orang yang istiqamah mengerjalan salat tahajud dengan penuh cinta memancarkan wajah yang cerah, berseri-seri dan terlihat wibawa? Hasan Al Bashri mengungkapkan yang demikian itu karena mereka selalu bercengkrama dengan Tuhan yang Maha Penyayang di tengah kegelapan malam. Tuhan memberikan cahaya kepada mereka dari sebagian cahaya-Nya. Sebab itulah, banyak diungkapkan bahwa salah satu pembuktian cinta kepada sang Maha Cinta adalah mengerjalan salat tahajud.

Demikian penjelasan bacaan shalat tahajjud. Semoga bermanfaat.

Ayu Alfiah
Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *