Surah Qaf Ayat 12-15; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an

Surah Qaf Ayat 12-15

Pecihitam.org – Kandungan Surah Qaf Ayat 12-15 ini, menerangkan bahwa Allah memberikan peringatan kepada orang-orang kafir Mekah dengan azab yang pedih seperti yang pernah ditimpakan kepada umat-umat yang dahulu, yang mendustakan para rasul yang diutus Allah sebelum Muhammad saw. Mereka mendapat berbagai azab dan malapetaka.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an Surah Qaf Ayat 12-15

Surah Qaf Ayat 12
كَذَّبَتۡ قَبۡلَهُمۡ قَوۡمُ نُوحٍ وَأَصۡحَٰبُ ٱلرَّسِّ وَثَمُودُ

Terjemahan: Sebelum mereka telah mendustakan (pula) kaum Nuh dan penduduk Rass dan Tsamud,

Tafsir Jalalain: كَذَّبَتۡ قَبۡلَهُمۡ قَوۡمُ نُوحٍ (Sebelum mereka telah mendustakan pula kaum Nuh) di-ta`nits-kannya dhamir yang ada pada lafal Kadzdzabat karena memandang makna yang terkandung dalam lafal Qaumun وَأَصۡحَٰبُ ٱلرَّسِّ (dan penduduk Rass) Rass adalah nama sebuah sumur yang di sekitarnya tinggal suatu kaum berikut ternak mereka; mereka menyembah berhala, menurut suatu pendapat nabi mereka bernama Hanzhalah bin Shafwan; menurut pendapat lainnya bukanlah dia, وَثَمُودُ (dan Tsamud) yaitu kaum Nabi Shaleh.

Tafsir Ibnu Katsir: Allah berfirman seraya mengancam orang-orang kafir Quraisy dengan sesuatu yang telah Allah timpakan kepada orang-orang yang serupa dan sebanding dengan mereka dari kalangan para pendusta terdahulu, serta siksaan dan adzab yang pedih di dunia, seperti kisah kaum Nabi Nuh a.s. yang telah ditimpakan kepada mereka adzab berupa tenggelamnya mereka secara keseluruhan bagi penduduk bumi. Dan penduduk Rass, kisahnya ini telah dikemukakan dalam surat al-Furqaan.

Tafsir Kemenag: Allah memberikan peringatan kepada orang-orang kafir Mekah dengan azab yang pedih seperti yang pernah ditimpakan kepada umat-umat yang dahulu, yang mendustakan para rasul yang diutus Allah sebelum Muhammad saw. Mereka mendapat berbagai azab dan malapetaka.

Kaum Nuh adalah umat yang pertama kali mendustakan nabi-Nya. Berdakwah selama 950 tahun tidak ada yang beriman kecuali delapan puluhan orang, akhirnya dibinasakan oleh Allah swt dengan banjir topan. Kaum Rass, kaumnya Nabi Syuaib mereka menyiksa dan membunuh nabi-Nya dalam sumur maka Allah menghancurkan mereka di sumur yang mereka mendirikan patung di sekelilingnya.

Kaum Samud kaumnya Nabi Saleh dihancurkan dengan gempa. Kaum ‘Ad kaumnya Nabi Hud dihancurkan dengan angin. Fir’aun ditenggelamkan Allah dalam laut. Kaum Lut yang melakukan sodomi, negerinya dibalikkan. Penduduk Aikah, kaumnya Nabi Syuaib, juga dibinasakan oleh Allah. Kaum Tubba’ al-himyari dari Yaman juga dibinasakan oleh Allah. Mereka semua mendustakan para rasul, maka layaklah mereka dihancurkan sebagaimana yang diancamkan oleh Allah kepada mereka.

Tafsir Quraish Shihab: Sebelum mereka, telah banyak umat yang mendustakan para rasul, seperti kaum Nabi Nûh, penduduk Rass, kaum Tsamûd, kaum ‘Ad, Fir’aun, kaum Nabi Lûth, penduduk Aykah, dan kaum Tubba’. Mereka semua telah mendustakan para rasul yang diutus kepada mereka. Maka, mereka berhak mendapat siksa kehancuran yang Aku janjikan kepada mereka.

Surah Qaf Ayat 13
وَعَادٌ وَفِرۡعَوۡنُ وَإِخۡوَٰنُ لُوطٍ

Terjemahan: dan kaum Aad, kaum Fir’aun dan kaum Luth,

Tafsir Jalalain: وَعَادٌ (Dan kaum Ad) kaum Nabi Hud وَفِرۡعَوۡنُ وَإِخۡوَٰنُ لُوطٍ (kaum Firaun dan kaum Luth.).

Tafsir Ibnu Katsir: وَعَادٌ وَفِرۡعَوۡنُ وَإِخۡوَٰنُ لُوطٍ (“Dan kaum ‘Aad, kaum Fir’aun dan kaum Luth”) mereka adalah umat Luth dan penduduk Sadum, yang ia diutus oleh Allah Ta’ala kepada mereka. Bagaimana Allah menenggelamkan mereka ke dalam bumi dan Allah rubah tanah mereka menjadi danau besar [laut mati] yang berbau busuk dan tengik menyelimuti mereka sebagai akibat dari kekufuran, kesewenangan, dan keingkaran mereka terhadap kebenaran.

Baca Juga:  Surah Al-An'am Ayat 109-110; Seri Tadabbur Al Qur'an

Tafsir Kemenag: Allah memberikan peringatan kepada orang-orang kafir Mekah dengan azab yang pedih seperti yang pernah ditimpakan kepada umat-umat yang dahulu, yang mendustakan para rasul yang diutus Allah sebelum Muhammad saw. Mereka mendapat berbagai azab dan malapetaka.

Kaum Nuh adalah umat yang pertama kali mendustakan nabi-Nya. Berdakwah selama 950 tahun tidak ada yang beriman kecuali delapan puluhan orang, akhirnya dibinasakan oleh Allah swt dengan banjir topan. Kaum Rass, kaumnya Nabi Syuaib mereka menyiksa dan membunuh nabi-Nya dalam sumur maka Allah menghancurkan mereka di sumur yang mereka mendirikan patung di sekelilingnya.

Kaum Samud kaumnya Nabi Saleh dihancurkan dengan gempa. Kaum ‘Ad kaumnya Nabi Hud dihancurkan dengan angin. Fir’aun ditenggelamkan Allah dalam laut. Kaum Lut yang melakukan sodomi, negerinya dibalikkan. Penduduk Aikah, kaumnya Nabi Syuaib, juga dibinasakan oleh Allah. Kaum Tubba’ al-himyari dari Yaman juga dibinasakan oleh Allah. Mereka semua mendustakan para rasul, maka layaklah mereka dihancurkan sebagaimana yang diancamkan oleh Allah kepada mereka.

Tafsir Quraish Shihab: Sebelum mereka, telah banyak umat yang mendustakan para rasul, seperti kaum Nabi Nûh, penduduk Rass, kaum Tsamûd, kaum ‘Ad, Fir’aun, kaum Nabi Lûth, penduduk Aykah, dan kaum Tubba’. Mereka semua telah mendustakan para rasul yang diutus kepada mereka. Maka, mereka berhak mendapat siksa kehancuran yang Aku janjikan kepada mereka.

Surah Qaf Ayat 14
وَأَصۡحَٰبُ ٱلۡأَيۡكَةِ وَقَوۡمُ تُبَّعٍ كُلٌّ كَذَّبَ ٱلرُّسُلَ فَحَقَّ وَعِيدِ

Terjemahan: dan penduduk Aikah serta kaum Tubba’ semuanya telah mendustakan rasul-rasul maka sudah semestinyalah mereka mendapat hukuman yang sudah diancamkan.

Tafsir Jalalain: وَأَصۡحَٰبُ ٱلۡأَيۡكَةِ (Dan penduduk Aikah) yakni penduduk Ghaidhah kaum Nabi Syuaib وَقَوۡمُ تُبَّعٍ (serta kaum Tubba’) Tubba’ adalah nama raja di negeri Yaman; ia masuk Islam lalu menyeru kaumnya untuk masuk Islam, tetapi mereka mendustakannya كُلٌّ (masing-masing) dari kaum-kaum yang telah disebutkan tadi كَذَّبَ ٱلرُّسُلَ (mendustakan rasul-rasul) sebagaimana yang dilakukan oleh kabilah Quraisy,

فَحَقَّ وَعِيدِ (maka sudah semestinya mereka mendapat ancaman-Ku) artinya sudah semestinya semuanya menerima azab-Ku, maka janganlah kamu susah dengan kekafiran orang-orang Quraisy terhadap dirimu.

Tafsir Ibnu Katsir: وَأَصۡحَٰبُ ٱلۡأَيۡكَةِ (“dan penduduk Aikah”) yaitu kaum Nabi Syu’aib a.s. وَقَوۡمُ تُبَّعٍ (“serta kaum Tubba’”) yaitu bangsa Yaman, sebagaimana keadaan mereka telah kami sebutkan dalam surat ad-Dukhaan.

كُلٌّ كَذَّبَ ٱلرُّسُلَ (“Semuanya telah mendustakan Rasul-Rasul”) maksudnya, masing-masing dari umat itu telah mendustakan para Rasul mereka. Dan barangsiapa yang mendustakan seorang Rasul, maka seolah-olah ia telah mendustakan semua Rasul. Hal itu seperti firman Allah Ta’ala: كَذَّبَتۡ قَوۡمُ نُوحٍ ٱلۡمُرۡسَلِينَ (“Kaum Nuh telah mendustakan para Rasul”)(Asy-Syu’araa: 105)

Mereka didatangi seorang Rasul, sedang mereka dalam keadaan yang sama, dan seandainya mereka didatangi seluruh Rasul, niscaya mereka akan mendustakan para Rasul tersebut. فَحَقَّ وَعِيدِ (“Maka, sudah semestinyalah mereka mendapatkan hukuman yang sudah diancamkan.”) yakni mereka berhak mendapatkan siksaan yang diancamkan oleh Allah berupa siksaan dan adzab.

Oleh karena itu, hendaklah orang-orang menjadi khithah (yang diserukan oleh) ayat al-Qur’an untuk waspada agar jangan sampai ditimpa dengan apa yang telah menimpa mereka, karena sesungguhnya mereka telah mendustakan para Rasul mereka, sebagaimana orang-orang itu telah mendustakannya.

Baca Juga:  Surah Yasin Ayat 13-17; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Tafsir Kemenag: Allah memberikan peringatan kepada orang-orang kafir Mekah dengan azab yang pedih seperti yang pernah ditimpakan kepada umat-umat yang dahulu, yang mendustakan para rasul yang diutus Allah sebelum Muhammad saw. Mereka mendapat berbagai azab dan malapetaka.

Kaum Nuh adalah umat yang pertama kali mendustakan nabi-Nya. Berdakwah selama 950 tahun tidak ada yang beriman kecuali delapan puluhan orang, akhirnya dibinasakan oleh Allah swt dengan banjir topan. Kaum Rass, kaumnya Nabi Syuaib mereka menyiksa dan membunuh nabi-Nya dalam sumur maka Allah menghancurkan mereka di sumur yang mereka mendirikan patung di sekelilingnya.

Kaum Samud kaumnya Nabi Saleh dihancurkan dengan gempa. Kaum ‘Ad kaumnya Nabi Hud dihancurkan dengan angin. Fir’aun ditenggelamkan Allah dalam laut. Kaum Lut yang melakukan sodomi, negerinya dibalikkan. Penduduk Aikah, kaumnya Nabi Syuaib, juga dibinasakan oleh Allah. Kaum Tubba’ al-himyari dari Yaman juga dibinasakan oleh Allah. Mereka semua mendustakan para rasul, maka layaklah mereka dihancurkan sebagaimana yang diancamkan oleh Allah kepada mereka.

Tafsir Quraish Shihab: Sebelum mereka, telah banyak umat yang mendustakan para rasul, seperti kaum Nabi Nûh, penduduk Rass, kaum Tsamûd, kaum ‘Ad, Fir’aun, kaum Nabi Lûth, penduduk Aykah, dan kaum Tubba’. Mereka semua telah mendustakan para rasul yang diutus kepada mereka. Maka, mereka berhak mendapat siksa kehancuran yang Aku janjikan kepada mereka.

Surah Qaf Ayat 15
أَفَعَيِينَا بِٱلۡخَلۡقِ ٱلۡأَوَّلِ بَلۡ هُمۡ فِى لَبۡسٍ مِّنۡ خَلۡقٍ جَدِيدٍ

Terjemahan: Maka apakah Kami letih dengan penciptaan yang pertama? Sebenarnya mereka dalam keadaan ragu-ragu tentang penciptaan yang baru.

Tafsir Jalalain: أَفَعَيِينَا بِٱلۡخَلۡقِ ٱلۡأَوَّلِ (Maka apakah Kami letih dengan penciptaan yang pertama?) maksudnya, Kami tidak merasa letih dengan penciptaan yang pertama itu, demikian pula Kami tidak merasa letih untuk mengembalikan mereka. بَلۡ هُمۡ فِى لَبۡسٍ (Sebenarnya mereka dalam keadaan ragu-ragu) yakni berada dalam keragu-raguan مِّنۡ خَلۡقٍ جَدِيدٍ (tentang penciptaan yang baru) yaitu membangkitkan mereka menjadi hidup kembali pada hari berbangkit nanti.

Tafsir Ibnu Katsir: Dan firman Allah Ta’ala: أَفَعَيِينَا بِٱلۡخَلۡقِ ٱلۡأَوَّلِ (“Maka apakah Kami letih dengan penciptaan yang pertama?”) maksudnya, apakah Kami pernah tidak sanggup dalam melakukan penciptaan pertama sehingga mereka meragukan pengulangan penciptaan? بَلۡ هُمۡ فِى لَبۡسٍ مِّنۡ خَلۡقٍ جَدِيدٍ (“Sebenarnya mereka dalam keadaan ragu-ragu tentang penciptaan yang baru.”) artinya bahwa [sejak] awal penciptaan, tidak pernah Kami merasa lemah, sedangkan mengulangi penciptaan itu lebih mudah darinya, sebagaimana yang difirmankan Allah:

وَهُوَ ٱلَّذِى يَبۡدَؤُاْ ٱلۡخَلۡقَ ثُمَّ يُعِيدُهُۥ وَهُوَ أَهۡوَنُ عَلَيۡهِ (“Dan Dialah yang menciptakan manusia dari permulaan, kemudian mengembalikannya lagi dan itu adalah lebih mudah bagi-Nya.”)(ar-Ruum: 27)

Tafsir Kemenag: Dalam ayat ini, Allah dengan cara yang halus dan mendalam memperlihatkan tanda-tanda kekuasaan-Nya dengan mengatakan, “Kami yang telah menciptakan sekalian makhluk dari permulaannya tanpa bantuan siapa pun, apakah Kami lelah dan letih untuk menciptakan makhluk-makhluk itu kedua kalinya, yang menurut pengalaman membuat kedua kalinya itu lebih mudah daripada menciptakannya yang pertama?” Dinyatakan dalam firman-Nya sebagai berikut:

Dan Dialah yang memulai penciptaan, kemudian mengulanginya kembali, dan itu lebih mudah bagi-Nya. (ar-Rum/30: 27)

Demikian pula firman-Nya: Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami dan melupakan asal kejadiannya; dia berkata, “Siapakah yang dapat menghidupkan tulang-belulang, yang telah hancur luluh?” Katakanlah (Muhammad), “Yang akan menghidupkannya ialah (Allah) yang menciptakannya pertama kali. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk. (Yasin/36: 78-79)

Baca Juga:  Surah Al-A'raf Ayat 37; Seri Tadabbur Al-Qur'an

Berbicara mengenai penciptaan, Allah membuat pernyataan bahwa proses penciptaan masih terus berlanjut, baik untuk makhluk hidup maupun benda mati. Indikasinya dapat dilihat juga pada beberapa ayat di bawah ini:

Dan kuda, bagal, dan keledai, agar kamu menungganginya dan sebagai perhiasan. Dan Dia menciptakan apa yang kamu tidak mengetahuinya. (an-Nahl/16: 8) Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air, maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki sedang sebagian berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya, sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. (an-Nur/24: 45)

Dua ayat di atas, dan dari sekian banyak ayat lainnya, memperlihatkan bahwa Allah “belum selesai” melakukan kerja penciptaan-Nya. Penciptaan diindikasikan sebagai suatu proses yang terus berjalan. Dari sudut ilmu pengetahuan, keadaan demikian ini terlihat jelas. Secara perlahan, para peneliti mulai menyadari dan mengerti bahwa banyak fenomena alam yang berada pada posisi sedang berkembang.

Salah satu bukti adalah terjadinya evolusi jenis yang terus berkembang. Ditemukan banyak bukti dalam bentuk fosil yang memperlihatkan adanya jenis-jenis yang mempunyai “bentuk antara” dari dua jenis yang eksis pada saat ini.

Beberapa contoh di atas hanyalah sedikit dari sekian banyak bukti. Masih banyak yang belum terungkap. Apa yang kita ketahui saat ini hanyalah bagian kecil dari puncak gunung es yang muncul di atas air. Sedangkan bagian besar dari gunung es, yang berada di bawah permukaan air, sama sekali belum diketahui.

Banyak peneliti menyadari bahwa kemampuan alam untuk mengatur dirinya didasarkan pada kemampuan fundamental dan misterius dari alam semesta. Bukti bahwa alam memiliki kekuatan yang kreatif, dan mampu menciptakan berbagai variasi-variasi struktur dan bentuk yang kompleks, seringkali membatalkan hukumhukum alam yang sebelumnya dibuat manusia.

Dengan demikian, tidaklah berlebihan apabila beberapa ahli filosofi menyatakan bahwa alam semesta, yang sementara ini dianggap sebagai benda mati, adalah sesuatu yang sangat kreatif. Apabila penciptaan itu belum selesai, tentunya banyak “barang baru”, yang sebelumnya belum pernah ada, yang muncul di alam semesta. Banyak ilmuwan percaya bahwa alam semesta ini masih terus berkembang. Ini dikenal di antara para ilmuwan dengan nama teori ekspansi.

Tafsir Quraish Shihab: Apakah keinginan dan kekuasaan Kami telah hilang, sehingga Kami tidak mampu menghidupkan kembali penciptaan yang pertama? Sungguh Kami tidak lemah seperti yang mereka duga. Bahkan sebenarnya mereka berada dalam keragu-raguan akan penciptaan yang baru setelah kematian.

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah Qaf Ayat 12-15 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Kemenag dan Tafsir Quraish Shihab. Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S