Surah An-Nahl Ayat 24-25; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an

Surah An-Nahl Ayat 24-25

Pecihitam.org – Kandungan Surah An-Nahl Ayat 24-25 ini, menjelaskan orang-orang yang menyikapi al-Quran dengan cara keras kepala dan mengingkarinya, pasti mengabaikan ajaran-ajaran ilahi dan moral Islam.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Mereka hanya tertarik dengan sejarah yang dibawakan al-Quran dan menyebutnya sebagai mitos belaka. Sama seperti cerita-cerita legenda bohong lainnya yang dibuat oleh sebuah kaum.

Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an Surah An-Nahl Ayat 24-25

Surah An-Nahl Ayat 24
وَإِذَا قِيلَ لَهُم مَّاذَا أَنزَلَ رَبُّكُمْ قَالُوا أَسَاطِيرُ الْأَوَّلِينَ

Terjemahan: Dan apabila dikatakan kepada mereka “Apakah yang telah diturunkan Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Dongeng-dongengan orang-orang dahulu”,

Tafsir Jalalain: Ayat ini diturunkan berkenaan dengan Nadhr bin Harits وَإِذَا قِيلَ لَهُم مَّا (Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Apakah) maa di sini bermakna istifham atau kata tanya ذَا (yang) dzaa di sini berfungsi sebagai maushul

أَنزَلَ رَبُّكُمْ (telah diturunkan Rabb kalian?”) kepada Muhammad. قَالُوا (Mereka menjawab,) yaitu أَسَاطِيرُ (“Dongeng-dongengan) buat-buatan الْأَوَّلِينَ (orang-orang dahulu.”) untuk menyesatkan manusia.

Tafsir Ibnu Katsir: Allah Ta’ala berfirman, jika dikatakan kepada mereka-mereka para pendusta: مَّاذَا أَنزَلَ رَبُّكُمْ قَالُوا (Apakah yang telah diturunkan Rabbmu, mereka menjawab,) seraya berpaling dari jawaban:

أَسَاطِيرُ الْأَوَّلِينَ (Dongeng-dongeng orang-orang terdahulu) maksudnya Allah tidak menurunkan sesuatu, sesungguhnya apa yang dibacakan kepada kami hanyalah dongeng-dongeng orang-orang terdahulu, maksudnya diambil dari kitab-kitab orang-orang terdahulu.

Baca Juga:  Surah An-Nahl Ayat 89; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Tafsir Kemenag: Allah swt menjelaskan kesombongan orang-orang musyrik, yaitu apabila ditanyakan kepada mereka apakah yang telah diturunkan oleh Allah? Mereka pun menjawab bahwa Allah tidak menurunkan apa pun juga kepada Muhammad.

Apa yang dibacakan oleh Muhammad itu tiada lain hanyalah dongeng-dongeng orang-orang dahulu yang ia ambil dari kitab kuno. Ucapan seperti itu menggambarkan kesombongan mereka terhadap diri Rasulullah dan kepada firman Allah.

Surah An-Nahl Ayat 25
لِيَحْمِلُوا أَوْزَارَهُمْ كَامِلَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَمِنْ أَوْزَارِ الَّذِينَ يُضِلُّونَهُم بِغَيْرِ عِلْمٍ أَلَا سَاءَ مَا يَزِرُونَ

Terjemahan: (ucapan mereka) menyebabkan mereka memikul dosa-dosanya dengan sepenuh-penuhnya pada hari kiamat, dan sebahagian dosa-dosa orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui sedikitpun (bahwa mereka disesatkan). Ingatlah, amat buruklah dosa yang mereka pikul itu.

Tafsir Jalalain: لِيَحْمِلُوا (Ucapan mereka, menyebabkan mereka memikul) akibatnya mereka akan memikul أَوْزَارَهُ (dosa-dosanya) kesalahan-kesalahannya كَامِلَةً (dengan sepenuhnya) artinya tidak ada sesuatu pun yang dapat dijadikan sebagai tebusan daripadanya يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَمِنْ (pada hari kiamat, dan sebagian) ditimpakan pula kepada mereka sebagian

أَوْزَارِ الَّذِينَ يُضِلُّونَهُم بِغَيْرِ عِلْمٍ (dosa-dosa orang-orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui sedikit pun) bahwa mereka disesatkan, karena mereka mengajak orang-orang yang diserunya ke jalan yang sesat, kemudian orang-orang yang diserunya itu mengikuti langkah mereka.

Baca Juga:  Surah An-Nahl Ayat 76; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Dengan demikian maka orang-orang yang menyeru mereka ikut andil dalam dosanya. أَلَا سَاءَ (Ingatlah, amat buruklah) amat jeleklah مَا يَزِرُونَ (apa yang mereka pikul itu) yakni, dosa-dosa yang mereka pikul itu adalah seburuk-buruk dosa.

Tafsir Ibnu Katsir: Allah Ta’ala berfirman: لِيَحْمِلُوا أَوْزَارَهُمْ كَامِلَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَمِنْ أَوْزَارِ الَّذِينَ يُضِلُّونَهُم بِغَيْرِ عِلْمٍ (Ucapan mereka menyebabkan mereka rnemikul dosa-dosanya dengan sepenuh-penuhnya pada hari Kiamat, dan sebagian dosa-dosa orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui sedikit pun, (bahwa mereka di sesatkan)),

maksudnya, Kami benar-benar mentakdirkan mereka untuk berkata seperti itu, agar mereka menanggung dosa-dosa mereka sendiri dan dosa-dosa orang-orang yang mengikuti dan setuju kepada mereka, maksudnya kesalahan-kesalahan mereka menimpa mereka sendiri. Begitu juga kesalahan penipuan mereka terhadap orang lain, dan keikutsertaan orang itu pada mereka.

Allah Ta’ala berfirman yang artinya: “Dan sesungguhnya mereka akan memikul beban (dosa mereka, dan beban-beban (dosa yang lain) di samping beban-beban mereka sendiri, dan sesungguhnya mereka akan ditanya pada hari Kiamat tentang apa yang selalu mereka ada-adakan. ” (QS. Al-Ankabuut: 13).

Baca Juga:  Mengenal  Tafsir Aceh sebagai Pionir Tafsir Nusantara

Tafsir Kemenag: Allah swt menjelaskan bahwa ucapan mereka yang congkak itu menyebabkan mereka harus memikul dosa-dosa mereka sendiri dan dosa orang-orang yang secara taklid buta mengikuti ucapan itu. Orang yang mengikuti disamakan hukumnya dengan orang yang diikuti karena mereka masing-masing telah diberi akal untuk menilai ucapan orang-orang yang diikuti itu.

Akan tetapi, mereka tidak menggunakan akal itu sehingga mereka mengikuti tanpa dasar pijakan sedikit pun. Sedangkan orang yang diikuti, di samping menanggung dosa sendiri, juga menanggung dosa orang yang disesatkan. Mereka dianggap sebagai penyesat dan penyebab orang-orang lain berkeyakinan seperti keyakinan mereka.

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah An-Nahl Ayat 24-25 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Kemenag. Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S