Bacaan Niat dan Tata Cara Sholat Idul Fitri Berjamaah Maupun Sendirian

niat sholat idul fitri

Pecihitam.org – Hukum melaksanakan salat Idul Fitri ini adalah sunah muakkad (sangat dianjurkan), karena Rasulullah Saw selalu mengerjakannya. Terlebih lagi, pelaksanaannya yang hanya setahun sekali menjadikan salat Idul Fitri terlalu sayang untuk dilewatkan.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Hukum kesunnahan Shalat Idul Fitri ini berlaku untuk semua muslim dan muslimah baik bagi orang yang mukim ataupun musafir, merdeka atau budak, laki-laki maupun perempuan. Demikian diterangkan dengan jelas dalam kitab Fathul Qorib.

وصلاة العيدين سنة مؤكدة وتشرع جماعة ولمنفرد ومسافر وحر وعبد وحنثى وامرأة لاجميلة ولاذات هيئة

Artinya: “Shalat dua hari raya (idul fitri dan idul adha) adalah sunnah muakkadah bagi orang yang ada di rumah maupun diperjalanan, merdeka maupun hamba sahaya, laki-laki maupun perempuan baik yang cantik maupun yang sederhana.

Adapun berikut ini adalah pandangan madzhab Syafi’i menegnai hukum pelaksanaan shalat Idul Fitri. Pandangan mazhab Syafi’i ini dikutip dari Kitab Nihayatuz Zain karya Syekh M Nawawi Banten.

القسم الثاني من النفل المؤقت وهو ما تسن فيه الجماعة ( صلاة العيدين ) الأصغر والأكبر وهي من خصائص هذه الأمة

Artinya, “Jenis kedua dari shalat sunnah yang ditentukan waktunya adalah shalat yang dianjurkan untuk dilaksanakan secara berjamaah adalah (shalat dua Id, yaitu Idul Fitri dan Idul Adha). Shalat Id disyariatkan khusus untuk umat Nabi Muhammad SAW,” (Lihat Syekh M Nawawi Banten, Nihayatuz Zain, [Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyyah: 2002 M/1422 H], hal. 106).

Niat Sholat Idul Fitri

Di dalam hadits sendiri memang tidak dijumpai bagaimana lafadz niat sholat idul fitri. Karena Rasulullah dan para sahabat biasa mengerjakan ibadah dengan niat tanpa dilafadzkan.

Namun Syaikh Wahbah Az Zuhaili dalam kitabnya Fiqih Islam wa Adillatuhu menjelaskan. Bahwa para ulama sepakat tempat niat adalah di hati. Melafadzkan niat bukanlah syarat, akan tetapi menurut jumhur ulama hukumnya sunnah karena dengan melafadzkannya dapat membantu hati dalam menghadirkan niat.

Baca Juga:  Bermakmum Pada Imam yang Shalatnya Beda, Sahkah Shalat Kita?

Lafal niat shalat Idul Fitri dibaca sebelum takbiratul ihram. Adapun berikut ini adalah lafadz niat yang dibaca oleh imam sholat Idul Fitri.

اُصَلِّى سُنَّةً لِعِيْدِ الفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا للهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatan li Idil Fitri rak‘atayni mustaqbilal qiblati adā’an imāman lillāhi ta‘ālā.

Artinya, “Aku menyengaja sembahyang sunnah Idul Fitri dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai imam karena Allah SWT.”

Adapun berikut ini adalah lafal niat yang dibaca oleh makmum sholat Idul Fitri.

اُصَلِّى سُنَّةً لِعِيْدِ الفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatan li Idil Fitri rak‘atayni mustaqbilal qiblati adā’an ma’mūman lillāhi ta‘ālā.

Artinya, “Aku menyengaja sembahyang sunnah Idul Fitri dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai makmum karena Allah SWT.”

Lafadz niat sholat Idul Fitri ini dikutip dari Kitab Irsyadul Anam karya Sayyid Utsman bin Yahya (1822 M-1913 M) dan Perukunan Melayu dengan beberapa penyesuaian sejumlah redaksional.

Tata Cara Sholat Idul Fitri

Perbedaan shalat Ied dengan shalat lainnya adalah adanya khotbah setelah pelaksanaan shalat dua rakaat, dan dalam shalat Ied ini tidak diperlukan adzan maupun iqamah.

Demikian keterangan dari Jabir ra.sebagaimana yang dilihatnya pada masa Rasulullah saw. Sahabat Jabir ra berkata

“Saya pernah melaksanakan shalat Ied bersama Rasulullah saw, beliau melaksanakan shalat sebelum khutbah tanpa adzan dan iqamat.”

Sholat idul fitri lebih afdhol (utama) jika dilaksanakan di tanah lapang, kecuali jika ada udzur seperti hujan. Dalam Fikih Manhaji Mazdhab Syafi’i dijelaskan, bahwa sholat Ied terbaik adalah di tempat yang banyak menampung jamaah. Jika daya tampungnya sama, maka masjid lebih utama dari pada lapangan sebab bisa mendapat dua pahala yakni dari sholatnya dan keberadaannya di masjid.

Menurut Madzhab Syafi’i, mengapa Rasulullah Saw sholat Ied di tanah lapang karena dahulu masjid Nabawi sempit dan belum bisa menampung seluruh jamaah yang terdiri dari kaum laki-laki, perempuan dan anak-anak.

Baca Juga:  Nafkah dalam Masa Iddah, Masih Wajibkah Suami Menanggungnya?

Adapun mengenai waktu sholat idul fitri, menurut jumhur ulama, dimulai dari matahari setinggi tombak sampai dengan waktu zawal (matahari bergeser ke barat).

Tata Cara Sholat Ied Berjamaah

Jika shalat Idul Fitri dilaksanakan secara berjamaah, maka ketentuan jumlah jamaahnya, minimal adalah 4 orang, yakni satu imam dan tiga makmum. Berikut tata cara salat Idul Fitri berjamaah:

  1. Sebelum shalat Ied dilaksanakan, disunnahkan untuk memperbanyak bacaan takbir, tahmid, dan tasbih.
  2. Salat Ied dimulai dengan menyeru “ash-shalâtu jâmi‘ah” yang artinya “Shalat jama’ah akan segera dilaksanakan.” Selain itu, shalat Idul Fitri ini dilaksanakan tanpa didahuli azan dan iqamah.
  3. Membaca niat sholat Idul Fitri sebagaimana lafadz niat keterangan diatas.
  4. Membaca takbiratul ihram (الله أكبر/Allahu Akbar) sambil mengangkat kedua tangan.
  5. Membaca Tujuh Takbir pada rakaat pertama. Yaitu pada rakaat pertama setelah membaca doa iftitah, dilanjutkan dengan membaca takbir sebanyak tujuh kali. Takbir sebanyak tujuh kali tersebut diucapkan sambil mengangkat tangan.

    Kemudian disela-sela setiap dari tujuh takbir itu dianjurkan membaca:
    سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ
    Bacaan latinnya: “Subhanallah wal hamdulillah walaa ilaaha illallah wallahu akbar.”
    Artinya: “Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah maha besar.”
  6. Membaca Surah al-Fatihah. Setelah takbir tujuh kali, kemudian membaca surah al-Fatihah karena ini termasuk rukun salat. Setelah itu, disunahkan membaca surah al-A’la.
  7. Kemudian dilanjutkan dengan ruku’, iktidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan sujud kedua, seperti shalat pada umumnya. Lalu, berdiri kembali untuk melaksanakan rakaat kedua.
  8. Membaca lima Takbir pada rakaat kedua. Yaitu setelah berdiri lagi pada rakaat kedua, kemudian membaca takbir lagi sebanyak 5 kali sembari mengangkat tangan seperti sebelumnya. Kelima takbir itu di luar takbir saat berdiri pada rakaat kedua (takbir qiyam).

    Di sela-sela setiap dari lima takbir itu dianjurkan membaca:
    سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ
    Bacaan latinnya: “Subhanallah wal hamdulillah walaa ilaaha illallah wallahu akbar.”
    Artinya: “Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah maha besar.”
  9. Setelah lima takbir, dilanjutkan membaca surah al-Fatihah, dan kemudian disunahkan membaca surah al-Ghasyiyah.
  10. Kemudian dilanjutkan dengan rukuk, Iktidal, sujud, duduk di antara dua sujud, sujud kedua, duduk tasyahud akhir dan salam.
  11. Setelah shalat selesai dilaksanan, kemudian mendengarkan khutbah Idul Fitri. Khatib membacakan khutbah hari raya dan jamaah sebaiknya mendengarkan dengan khusuk. Sedangkan apabila jumlah jamaah kurang dari empat orang atau jika dalam pelaksanaan salat Ied berjamaah di rumah tidak ada yang berkemampuan untuk khutbah, maka shalat Idul Fitri boleh dilakukan tanpa khutbah.
Baca Juga:  Cara Shalat Istisqa Sesuai Sunnah, Ini Tuntunan Lengkapnya

Tata Cara Shalat Ied Sendirian (Munfarid)

Jika shalat Idul Fitri dilaksanakan secara sendiri atau munfarid, tata caranya tidak jauh berbeda dengan shalat Ied berjamaah. Yang berbeda hanya pada niatnya yang dimaksudkan untuk shalat sendirian. Bacaan niat salat Idul Fitri sendirian adalah sebagaimana berikut:

أُصَلِّي سُنَّةً لعِيْدِ اْلفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مُنْفرِدا لِلهِ تَعَــــالَى

Bacaan latinnya: “Ushallii sunnatan lii’idil fitri rak’ataini munfaridan lillahi taa’ala”

Artinya: Saya berniat salat sunah Idulfitri dua rakat sendirian karena Allah Ta’ala.

Selain itu, shalat Idul Fitri dilaksanakan dengan bacaan pelan (sirr). dan shalat Ied yang dikerjakan sendirian maka tidak perlu disertai dengan khutbah.

Demikian rangkaian Tata cara sholat Idul Fitri dari niat sampai dengan khutbah. Semoga bermanfaat. Wallahua’lam bisshawab.

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik