Inilah Keutamaan Membaca Dzikir Asmaul Husna

keutamaan asmaul husna

Pecihitam.org Tentu kita sering mendengar Asmaul Husna atau bahkan sering kita baca setiap harinya. Dengan langgam ataupun lagu yang merdu dimasjid-masjid juga sering dilantunkan bersama, sehingga membuat pembacaan Asmaul Husna semakin menyentuh kalbu.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Asmaul Husna (nama-nama Allah) biasanya dijadikan sebagai amalan, doa dan juga wirid atau dzikir oleh seseorang dengan jumlah tertentu sesuai dengan ijazah yang diberikan kepadanya entah dari gurunya ataupun orang lain. Salah satu doa yang masyhur yang terdapat dalam asma’ul husna yaitu doa Ismul A’dzam

Namun yang jelas asmaul husna merupakan salah satu wirid ataupun kalimat dzikir yang berarti mengingat Allah, baik menggunakan hitungan tertentu ataupun tidak, karena berdizikir adalah kewajiban seorang muslim kepada Allah.

Banyak keutamaan-keutamaan yang terkandung dalam asmaul husna, namun kebanyakan dari kita mengetahui akan hal itu. Yang terpenting lagi adalah mempraktikan apa yang terkandung dalam asma’ul husna, seperti halnya Rahman Rahim, yaitu memberikan kasih sayang terhadap sesama manusia juga sesama makhluk ciptaan Allah.

Baca Juga:  Konsep Tasybih: Memahami Tuhan Melalui Sifat-sifat-Nya

Asma’ul husna juga merupakan doa ataupun permintaan yang komplit, seperti yang telah disamapaikan oleh Syekh Shalih al-Ja’fari, karena asma’ul husna adalah bentuk permintaan seluruh kebaikan, dan pencegahan seluruh kejelekan :

فَالَّذِي يَدْعُو بِهَا فَقَدِ اسْتَجْلَبَ الْخَيْرَ كُلَّهُ لِنَفْسِهِ وَجَعَلَ الْوِقَايَةَ بَيْنَهُ وَبَيْنَ الشَّرِّ كُلِّهِ، فَإِذَا قُلْتَ مَثَلًا الرَّحْمنُ الرَّحِيْمُ فَقَدِ اسْتَجْلَبْتَ الرَّحْمَةَ، وَإِذَا قُلْتَ: اللَّطِيْفُ فَقَدِ اسْتَجْلَبْتَ اللُّطْفَ… الخ

 “Orang yang berdoa dengan Asma’ul Husna maka telah meminta kebaikan seluruhnya, dan membuat pencegahan di antara dirinya dan keburukan seluruhnya. Jadi apabila engkau menyebut ar-Rahmân ar-Rahîm, maka kamu telah meminta rahmat, dan jika kamu menyebut al-Lathîf maka kamu telah meminta kelembutan, dan seterusnya.” (Muhammad bin Alwi al-Aidarus, Khawwâsh Asmâ` ul-Husnâ Littadâwi wa Qadhâ il-Hâjât)

Dapat kita simpulkan dari penjelasan Syekh Shalih al-Ja’fari bahwa keutamaan ketika kita membaca asmaul husna adalah meminta akan kebaikan dan juga pencegahan keburukan kepada Allah Swt.

Contohnya, ketika kita membaca Ar Rahman dan Ar Rahim maka kita meminta kasih dan sayang dari Allah, ketika kita membaca ya Razaq , maka kita meminta akan kelapangan risqi dan juga seterusnya.

Baca Juga:  Asmaul Husna dalam Al-Quran dan Keutamaannya

Selain itu di dalam kitab Khawwash Asma’ul-Husna Littadawi wa Qadha il-Hajat juga telah dijelaskan tentang keutamaan membaca asmaul husna yaitu:

فَذِكْرُهَا نَافِعٌ لِلدُّنْيَا وَالدِّيْنِ وَالآخِرَةِ، وَذِكْرُهَا يُسَمَّى مَجْمَعَ الْخَيْرَاتِ وَمَفَاتِحَ الْبَرَكَاتِ وَمَجَلَّى التَّجَلِّيَاتِ، مَاوَاظَبَ عَلَيْهَا مَكْرُوْبٌ إِلَّا فَرَّجَ اللهُ تَعَالَى عَنْهُ كُرْبَةً، وَلَا مَدْيُوْنٌ إِلَّا قَضَى اللهُ تَعَالَى دِيْنَهُ، وَلَا مَغْلُوْبٌ إِلَّا نَصَرَهُ اللهُ تَعَالَى، وَلَامَظْلُوْمٌ إِلَّا رَدَّ اللهُ تَعَالَى مَظْلَمَتَهُ، وَلَا ضَالٌّ إِلَّا هَدَاهُ اللهُ، وَلَامَرِيْضٌ إِلَّا شَفَاهُ اللهُ تَعَالَى، وَلَا مُظْلِمُ الْقَلْبِ إِلَّاَ نَوَّرَ اللهُ تَعَالَى بِهَا قَلْبَهُ

“Menyebut Asma’ul Husna bermanfaat bagi (urusan) dunia, agama, dan akhirat, dan zikirnya dinamakan kumpulan kebaikan-kebaikan, kunci-kunci keberkahan, dan singkapan kejelasan. Tidaklah kesulitan yang ditekuni dengan Asma’ul Husna melainkan Allah lapangkan kesulitannya, tidaklah hutang melainkan Allah tunaikan hutangnya, tidaklah kekalahan melainkan Allah akan menolongnya, tidak orang yang dizalimi melainkan Allah kembalikan kezalimannya, tidaklah orang yang sesat melainkan Allah beri petunjuk, tidaklah orang yag sakit melainkan Allah sembuhkan penyakitnya, tidaklah kegelapan hati melainkan Allah terangi hatinya dengan Asma’ul Husna. (Muhammad bin Alwi al-Aidarus, Khawwâsh Asmâ` ul-Husnâ Littadâwi wa Qadhâ il-Hâjât, Dar el-Kutub, Shan’a, Cet. Ke-3 2011, Hal. 17)

Adapun dzikir asmaul husna fadilah yang paling utama adalah menjadikan kita sebagai hamba yang ingat dengan Allah dan juga dijadikannya kita manusia yang lebih baik lagi. Adapun fadhilah-fadhilah lain, seperti dilapangkan rezeki, diberikan kealiman dan sebagainya itu merupakan karunia yang Allah lebihkan kepada kita. Wallahua’lam.

Baca Juga:  Baru Melahirkan? Begini Doa Untuk Anak Yang Baru Lahir
Lukman Hakim Hidayat