Doa Abu Nawas Meminta Jodoh Wanita Cantik Dan Shalihah

doa abu nawas

Pecihitam.org – Bukan Abu Nawas namanya kalau tidak cerdas, penuh dengan siasat dan taktik dalam apapun. Selain sering membuat orang lain tertawa dengan tingkahnya. Ia juga sering memberi petuah-petuah serta hikmat dibalik setiap kisahnya. Namun sehebat apapun kecerdasan seorang Abu Nawas, ia tetaplah manusia biasa. Dikala masih bujangan, seperti pemuda lainnya, ia juga ingin segera mendapatkan jodoh, lalu menikah dan memiliki sebuah keluarga. Bagaimana sih doa Abu Nawas meminta jodoh kepada Allah hingga doanya dikabulkan?

Dari kisah ini kita diajarkan bahwa berdoa dengan sungguh-sungguh Allah pasti akan mengabulkan doa kita. Benar saja, Abu Nawas berdoa agar dirinya mendapatkan jodoh dan menikah, Ia berdoa dengan cara yang unik serta tidak biasa. Dan akhirnya karena kecerdasan dan semangat dalam dirinya dalam berdoa, akhirnya Abu Nawas mendapatkan istri yang cantik dan shalihah.

Pada suatu ketika Abu Nawas sangat tergila-gila pada seorang wanita. Wanita itu memang sungguh sangat cantik, pintar serta termasuk wanita shalihah dan ahli ibadah. Abu Nawas berkeinginan untuk memperistri wanita shalihah itu. Karena cintanya begitu membara, ia pun berdoa dengan khusyuk kepada Allah SWT.

Baca Juga:  Ketika Abu Nawas Diusir Raja dari Tanah Kelahirannya

“Ya Allah, jika memang gadis itu baik untuk saya, dekatkanlah kepadaku. Tetapi jika memang menurutmu ia tidak baik buatku, tolong Ya Allah, sekali lagi tolong … pertimbangkan lagi ya Allah,” begitu doa Abu Nawas dengan menyebut nama gadis itu dan terkesan memaksa kehendak Allah.

Memang dasar kelakuan Abu Nawas, sampai Allah saja ia paksa untuk mengabulkan doanya.

Merubah Strategi Doa

Abu Nawas melakukan doa itu setiap selesai shalat lima waktu. Selama berbulan-bulan ia menunggu tanda-tanda dikabulkan doanya. Berjalan lebih dari 3 bulan, Abu Nawas merasa doanya tak dikabulkan oleh Allah. Kemudian Ia pun introspeksi diri. “Mungkin Allah tak mengabulkan doaku karena aku kurang pasrah atas pilihan jodohku,” katanya dalam hati.

Kemudian Abu Nawas pun bermunajat lagi. Tapi kali ini dia ganti strategi, doa itu tidak diembel-embeli spesifik pakai nama si gadis itu, apalagi berani “maksa” kepada Allah seperti doa pada sebelumnya.

Baca Juga:  Humor Gus Dur, dari Ingatan Unta hingga Presiden Gila

“Ya Allah berikanlah istri yang terbaik untukku,” ucap Abu Nawas.

Berhari-hari berbulan-bulan ia terus memohon kepada Allah, namun tak ada tanda-tanda Allah mendekatkan Abu Nawas dengan gadis pujaannya. Bahkan Allah juga tidak mempertemukan Abu Nawas dengan wanita yang mau diperistri.

Lama-lama Abu Nawas mulai khawatir juga. Takut menjadi bujangan tua yang lapuk dimakan usia. Ia pun memutar otak lagi bagaimana caranya berdoa dan bisa cepat terkabul.

Strategi Pakai Nama Ibu

Abu Nawas memang cerdas. Tak kehabisan akal juga, ia pun merasa perlu sedikit “diplomatis” dengan Allah. Dan ia pun mengubah doanya.

“Ya Allah, kini aku tidak minta lagi untuk diriku. Aku hanya minta wanita sebagai menantu Ibuku yang sudah tua dan sangat aku cintai Ya Allah. Sekali lagi bukan untukku Ya robb. Maka, berikanlah ia menantu,” begitu doa Abu Nawas.

Dasar Abu Nawas, pakai membawa nama ibunya segala, padahal ya permintaan doanya itu tetap saja untuk dirinya. Allah Maha Tahu, tidak perlu dipolitisir segala. Tetapi barangkali saja arena keikhlasan dan “keluguan” waliyulloh Abu Nawas tersebut, Allah pun menjawab doanya.

Baca Juga:  Kisah Abu Nawas Dan Teras Reotnya Yang Bisa Bertasbih

Akhirnya Allah menakdirkan wanita yang sangat cantik dan sholihah itu menjadi istri Abu Nawas. Abu Nawas sangat bersyukur sekali karena bisa memperistri gadis pujaannya. Keluarganya pun berjalan mawaddah warohmah.

Itulah buah dari kesungguhan doa, ,mungkin bagi para jomblo dan tuna asmara bisa meniru kegigihan Abu Nawas dalam berdoa. Dan yakinlah Allah pasti akan mempertemukan jodoh yang terbaik.

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik
Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *