Subhanallah; Kalimat Tasbih dengan Banyak Keutamaan, Bagaimana Detailnya?

Subhanallah; Kalimat Tasbih dengan Banyak Keutamaan, Bagaimana Detailnya?

PeciHitam.org – Pengucapan Subhanallah atau kalimat Tasbih dan Masya Allah seringkali tercampur oleh orang Islam. Padahal kedua ucapan tersebut berbeda dalam penggunaanya. Akan tetapi kedua ucapan tersebut memiliki kesamaan, yaitu mengagungkan Dzat Allah SWT.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Selayaknya muslim mengetahui dan memahami penggunaan frasa Masya Allah dan Subhanallah pada kondisi yang sesuai. Agar tidak terjadi kesalahan dengan apa yang allah turunkan melalui Al-Quran dan tuntunan Nabi Muhammad SAW.

Penggunaan Kalimat Tasbih

Subhanallah digunakan sebagai ekspresi ucapan keterkejutan yang bersifat tidak baik. Berkebalikan dengan ucapan Masya Allah yang digunakan untuk mengucapkan rasa keterkejutan atau kagum dengan sesuatu yang indah lagi baik.

Landasan pengucapan Kalimat Tasbih untuk ekspresi keterkejutan dengan sesuatu yang kurang indah dan baik adalah riwayat hadits,

Abu Hurairah berkata bahwa suatu hari dia melihat Rasulullah berjalan bersama dengan Sahabatnya. Karena Abu Hurairah sedang dalam keadaan Junub (belum mandi besar), ia menyingkir dari jalan dan pulang untuk mandi terlebih dahulu.

Selesai mandi besar Abu Hurairah menghadap Rasulullah SAW dan ditanya oleh Rasul. Kenapa engkau tadi menyinngkir dan pergi saat kami berjalan bersama?

Abu Hurairah menjawab; Ya Rasul SAW, saya dalam keadaan kotor (karena belum mandi besar). Saya risih jika harus bertemu dengan engkau dalam keadaan Junub dan belum mandi. Rasul Muhammad SAW menjawab, سُبْحَانَ اللَّهِ إِنَّ الْمُسْلِمَ لاَ يَنْجُسُ– Subhanallah, sesunggunya Muslim itu tidak-lah Najis.

Hadits di atas di riwayatkan dalam kitab Sunan At-Tirmidzi dan Sahih Bukhari. Kata Subhanallah diucapkan oleh Nabi ketika mendengar penjelasan Abu Hurairah yang kurang baik karena merasa Najis di depan beliau. Nabi SAW merasa terkejut dan menimpali dengan rasa keheranan terhadap perilaku Abu Hurairah.

Baca Juga:  Amalan dari Mbah Moen Agar Rezeki Lancar dalam Rumah Tangga

Nabi menggunakan frasa Subhanallah untuk menunjukan sikap ketidak-setujuan dengan pandangan Abu Hurairah RA. Sabda beliau bahwa seorang Muslim tidaklah Najis walaupun bertemu dengan orang paling suci di Dunia yaitu Rasulullah SAW.

TULISAN SUBHANALLAH

Kalimat Tasbih jika di tulis menggunakan bahasa Arab

سُبْحَانَ اللّهُ

Dan artinya adalah Maha Suci Allah

Kalimat Tasbih selain memiliki penggunaan Khusus untuk ungkapan keterkejutan dan keheranan dalam hal yang kurang baik juga banyak digunakan sebagai dzikir sehabis shalat.

Penggunaan khusus Kalimat Tasbih untuk menunjukan sikap keheranan dengan sesuatu yang tidak sesuai dengan keagungan Allah SWT merupakan bentuk Pensucian Dzat Allah dari perbuatan teresebut. Allah SWT dengan segala Keagungan dan kekuasaanNya sangat tidak pantas untuk disemati sifat atau perbuatan buruk / kotor.

Pendapat keharaman menyematkan sifat, perbuatan dan tindakan yang jelek atau kotor kepada Allah SWT banyak dijelaskan dalam kitab-kitab Ahlussunnah wal Jamaah. Kitab Tijan ad-durari karya Syaikh Ibrahi Al-Bajuri dan kitab  Aqidatul Kubra karya Imam Sanusi banyak menjelaskan tentang sifat kesucian Allah.

Secara literal, kedua kitab tersebut melarang untuk menyebutkan keburukan, kejelakan dan perbuatan kurang baik disematkan kepada Allah SWT. Sebagai contoh,

Saya Minum-minuman Keras karena Takdir Allah, atau Semua Maksiat adalah perintah Allah.

Hal ini dilarang dalam Aqidah Ahlus Sunnah wal Jamaah sebagai bentuk Adab atau tata krama seorang Muslim yang baik. Karena Allah SWT merupakan dzat yang Maha Suci, Subhanallah.

Perintah pengucapan Kalimat Tasbih untuk kondisi yang kurang baik atau tidak sesuai dengan keagungan Allah adalah bentuk Pensucian kepadaNya dari segala sesuatu yang kotor. Tujuannya jelas untuk menyucikan Allah dari berkurangnya keagungan-Nya. Atau bisa di katakan, Mahasuci Allah dari sifat-sifat kekurangan.

Keadaan Lain Untuk Mengucapkan Kalimat Tasbih

Penggunaan dan fungsi Kalimat Tasbihtidak hanya sebatas untuk ungkapan keterkejutan hal yang kurang baik dengan kehendak Allah SWT akan tetapi dalam keadaan-keadan lain sebagai berikut;

Kalimat Tasbih untuk Dzikir Setelah Shalat

Muslim di Nusantara banyak yang membiasakan berdzikir sehabis shalat wajib maupun sunnah. Kebiasaan dzikir ini sering disebut sebagai wirid atau wiridan. Isinya adalah kalimah thayyibah yang benyak diriwayatkan oleh ulama-ulama besar serta pada salafus shaleh.

Walaupun subhanallah boleh saja diucapkan oleh seseorang kapan saja dengan niatan dzikir  mengingat Allah SWT. Biasanya kalimah thayyibah Subhanallah dibaca dengan bacaan istighfar (permohonan Ampun), dan Alhamdulillah.

Ucapan subhanallah kebanyakan menggunakan hitungan 33, atau ada juga yang sampai 100 kali. Kebolehan mengucapkan Kalimat Tasbih sebagai dzikir berdasar Hadits Rasulullah SAW sebagai berikut;

Baca Juga:  Jangan Sampai Lupa! Inilah Doa yang Dianjurkan Setelah Pulang Haji atau Umrah

Rasulullah SAW bersabda Ada empat ucapan yang paling disukai oleh Allah: (1) Subhanallah, (2) Alhamdulillah, (3) Laa ilaaha illallah, dan (4) Allahu Akbar. Tidak berdosa bagimu dengan mana saja kamu memulai (HR. Muslim)

Kebiasaan wirid umat Islam di Nusantara setelah shalat bisa menggunakan hadits ini untuk dasar karena boleh dilakukan kapan saja dengan berurutan atau tidak berurutan.

Kalimat Tasbih digunakan untuk ungkapan keheranan terdapat sikap

Keheranan terhadap sikap manusia bukan digunakan untuk keadaan fisik seseorang. Tidak dibenarkan mengucapkan kekurangan fisik seseorang dengan ungkapan subhanallah.

Nabi pernah mengucapkan Subhanallah kepada seseorang yang selesai Haid. Nabi ditanya tentang tata-cara membersihkan darah Haid. Beliau menjawab dengan menggunakan kapas dan minyak wangi untuk membersihkan darah Haid.

Wanita yang bertanya tetap ngotot bagaimana cara membersihkan darah haid, maka beliau mengucapkan,

سُبْحَانَ اللَّهِ تَطَهَّرِى بِهَا

Artinya; Subhanallah, Kamu bersihkan dengan pakai kapas itu-lah.

Ungkapan di atas merupakan bentuk kegeraman Nabi kepada wanita yang ngeyel tidak paham batasan dan penjelasan beliau. Tidaklah mungkin Nabi mempraktekan cara membersihkan darah Haid perempuan lain.

Maka Istri Nabi, Aisyah RA, menarik wanita tersebut dan mengajari secara mendetail tata cara membersihkan darah Haid dengan benar. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dalam masing-masing kitab Sahih mereka.

Subhanallah digunakan untuk Keheranan Kejadian Besar

Nabi Muhammad SAW kadangkala tersentak bangun dimalam hari karena mendapati kejadian luar biasa dan besar. Beberapa kali Nabi melihat sesuatu turun dari langit sebagai penanda sesuatu yag besar terjadi di bumi.

Baca Juga:  Urutan Bacaan Tahlil dan Doa Arwah Lengkap Beserta Artinya

Ummu Salamah RA, pernah meriwayatkan Nabi bangun ditengah malam dan bersabda sebagai berikut;

سُبْحَانَ اللَّهِ مَاذَا أُنْزِلَ اللَّيْلَةَ مِنَ الْفِتَنِ

Hadits ini turun sebagai bentuk keheranan Nabi SAW akan kejadian besar yang turun. Hadits yang bermakna Subhanallah, betapa banyak fitnah yang turun di malam ini merupakan ancaman bagi seseorang yang meninggalkan hutang dalam hidupnya. Hadits dengan predikat Sahih di atas adalah riwayat Imam Bukhari.

Keutamaan Subhanallah

Penggunaan dan kekhususan Subhanallah dalam berbagai situasi dan kondisi menandakan kata ini memiliki banyak keutamaan. Beberapa keutamaan subhanallah adalah;

Subhanallah sangat disukai Allah

Allah SWT menyukai orang yang senantiasa mengucapkan Alhamdulillah, Allahu Akbar dan Subhanallah. Maka tidak ada alasan seseorang menuduh jelek ucapan dzikir Subhanallah dimanapun dan kapanpun.

Subhanallah berpahala sama dengan membebaskan seratus budak

Jika membebaskan satu budak saja sangat banyak pahalanya apalahi 100 budak. Ijazah amalan ini beliau berikan kepada Ummi Hani binti Abu Thalib. Dalam Hadits Riwayat Imam Ahmad bin Hanbal,

Wahai Rasulullah, saya sudah tua dan lemah, maka perintahkanlah kepadaku dengan amalan yang bisa saya lakukan dengan duduk. Beliau bersabda: Bertasbihlah kepada Allah seratus kali, karena itu sama dengan kamu membebaskan seratus budak dari keturunan Ismail (HR. Ahmad)

Dapat menghapus Dosa

Keutamaan subhanallah yang tidak kalah besarnya adalah dapat menghapus dosa sebagaimana dalam riwayat Imam Ahmad dari Sahabar Abdullah bin Amr.

Tidaklah seorang di muka bumi ini mengucapkan: Laa ilaha illallah, wallahu akbar, subhanallah, wal hamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illa billah, melainkan dosa-dosanya akan dihapus walaupun sebanyak buih di lautan (HR. Ahmad). AshShawabu Minallah

Demikianlah tulisan singkat tentang satu kalimat yang begitu Agung, yaitu Subhanallah. Semoga dengan mengetahui makna dan keutamaannya, menjadikan kita lebih baik (khusuk) dalam mengucapkannya.

Mohammad Mufid Muwaffaq