Wajib Tahu! Inilah Lima Ketentuan Berpakaian Bagi Muslimah

ketentuan berpakaian bagi muslimah

Pecihitam.org – Islam memberlakukan ketentuan yang detail kepada tiap pemeluknya, termasuk aturan berpakaian bagi muslimah. Aturan berpakaian bagi perempuan ini tidak bertujuan untuk membatasi, melainkan wujud kasih sayang Islam dalam rangka memuliakannya. Berikut adalah lima ketentuan berpakaian yang wajib muslimah ketahui:

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Pertama, menutup aurat

Diriwayatkan bahwa suatu ketika Asma binti Abu Bakar mendatangi Rasulullah Saw. dengan menggunakan pakaian tipis, lantas Rasulullah Saw. bersabda: “Wahai Asma, sesungguhnya apabila perempuan telah baligh (mengalami haid) tidaklah layak tampak dari tubuhnya kecuali ini dan ini (sambil menunjuk muka dan telapak tangannya). (HR. Abu Daud)

Seorang perempuan mesti selalu menutup auratnya agar terhindar dari fitnah. Hadits di atas menjelaskan bahwa aurat perempuan bagi yang bukan mahramnya adalah seluruh tubuh, kecuali wajah dan telapak tangan seperti apa yang telah dikatakan oleh Rasulullah Saw.

 Kedua, tidak ketat

Perempuan yang sudah menggunakan pakaian yang menutup tubuh tidak berarti telah sesuai dengan aturan Islam. Banyak perempuan menggunakan pakaian tertutup tapi seolah-olah telanjang. Pakaian tertutup, tapi kain tipis sehingga bentuk tubuh terlihat. Rasulullah Saw. bersabda:

“Dua orang dari penghuni neraka yang belum aku pernah melihatnya, seorang kaum yang memegang cambuk seperti ekor sapi dengannya mereka memukuli manusia dan kaum perempuan yang berpakaian tetapi telanjang, berjalan berlenggok-lenggok, kepala mereka laksana punuk unta miring, ia tidak akan masuk surga dan tidak akan mendapat baunya. Dan sesungguhnya aromanya bisa didapat dari jarak sekian sampai sekian.” (HR. Muslim)

Baca Juga:  Hukum Suami Memaksa Istri Berhubungan Badan

Maksud dari perempuan yang berpakaian tapi telanjang adalah perempuan yang menggunakan pakaian ketat hingga lekukan tubuhnya terlihat. Walaupun keseluruhan tubuhnya tertutup, tapi tetap saja ia seakan-akan ia tak mengenakan pakaian. Perempuan yang seperti itu tidak akan masuk surga, bahkan tidak dapat mencium wanginya, padahal wangi surga dapat dicium dari jarak yang sangat jauh.

Ketiga, tidak transparan

Islam melarang perempuan yang menggunakan pakaian transparan, yaitu pakaian tipis yang tembus pandang.  Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah Saw. sebagai berikut:

“Dari Khalid bin Yazid bin Muawiyah bahwa Dihyah bin Khalifah al-Kalbi berkata, Rasulullah Saw. pernah diberi al-qubathiyy (pakaian tipis berwarna putih buatan Mesir). Beliau memberiku sepotong, lalu berkata, “Bagilah ia menjadi dua potong, buatlah satu bagian sebagai gamis dan berikan bagian yang lain kepada istrimu untuk dijadikan kerudung. Ketika hendak pergi, beliau berkata “Dan perintahkan istrimu untuk mengenakan baju sebelum mengenakan al-qubathiyy agar tidak tembus pandang.”

Baca Juga:  Bagaimana Hukumnya Berpuasa Di Hari Kelahiran Anak?

Keempat, tidak menyerupai pakaian lawan jenis

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a, ia berkata “Rasulullah Saw. melaknat laki-laki yang memakai pakaian perempuan dan perempuan yang memakai pakaian laki-laki”

Selanjutnya, dalam riwayat lain yakni riwayat dari Ibnu Abu Mulaikah bahwa Aisyah ditanya tentang perempuan yang memakai sandal (yang biasa dipakai laki-laki). Aisyah r.a menjawab “Rasulullah Saw. melaknat perempuan yang menyerupai laki-laki”.

Larangan menyerupai lawan jenis ini sifatnya umum. Hal ini berlaku untuk larangan berpakaian, berucap, dan bersikap. Islam membedakan pakaian laki-laki dan perempuan agar lebih mudah dikenal dan menjadikan batasan aurat laki-laki dan perempuan pun berbeda.

Kelima, warna tidak mencolok

Perempuan menjadi pusat perhatian apabila memakai pakaian dengan warna yang mencolok. Hal ini tidak berarti bahwa perempuan tidak boleh menggunakan pakaian berwarna-warni. Hal ini bertujuan agar perempuan membatasi pakaian yang digunakannya agar tidak terlalu mencolok.

Diriwayatkan dari Ibrahim, bahwa dia bersama ‘Alqamah dan Al Aswad untuk menemui istri-istri Nabi Saw: mereka berdua melihat istri-istri nabi memakai mantel berwarna merah. (HR Ibnu Abi Syaibah)

Baca Juga:  Suami Meminum Susu Istrinya Saat Bercinta, Bagaimanakah Hukumnya?

Perempuan tidak diperkenankan memakai pakaian yang mencolok karena dapat menarik perhatian lawan jenis dan dapat menjadikan diri sombong. Selain tidak boleh menggunakan pakaian yang mencolok karena warnanya, perempuan pun dilarang menggunakan pakaian syuhroh, yakni pakaian untuk mencari ketenaran atau popularitas. Sebab saat menggunakan pakaian itu, orang-orang akan kagum padanya sehingga ia menjadi bangga lalu sombong.

Selain itu, ada pula keterangan dalam hadis riwayat Ibnu Majah dan Abu Daud, Rasulullah Saw. bersabda: “Barangsiapa yang mengenakan pakaian syuhroh di dunia, niscaya Allah Swt. akan mengenakan pakaian kehinaan padanya pada hari kiamat, kemudian membakarnya dengan api neraka.”

Sampai di sini kita bisa menyimpulkan bahwa selalu ada hikmah di balik aturan-aturan yang digariskan dalam ajaran agama Islam. Maka dengan menutup aurat, sesungguhnya seorang perempuan (muslimah) akan terlindung dari dosa. Selian itu, ia juga akan terhindar dari fitnah dan bahaya yang ada di sekitarnya.

Demikianlah lima ketentuan berpakaian bagi para muslimah dalam Islam. Semoga bermanfaat.

Ayu Alfiah