Surah Al-Hijr Ayat 1-3; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an

Surah Al-Hijr Ayat 1-3

Pecihitam.org – Sebelum membahas kandungan Surah Al-Hijr Ayat 1-3 ini, terlebih dahulu kita mengenali profil surah ini. Surah Al-Hijr merupakan surah ke-15 dalam al-Qur’an. Surah ini terdiri atas 99 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah. Al-Hijr adalah nama sebuah daerah pegunungan yang didiami oleh kaum Tsamud pada zaman dahulu yang terletak di pinggir jalan antara Madinah dan Syam (Syria).

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Secara garis besar, surah ini berisi berita dan pelajaran yang dapat diambil dari kejadian-kejadian yang menimpa bangsa-bangsa terdahulu, termasuk penduduk Hijr; isyarat tentang kebesaran Allah di alam raya, seperti langit yang ditinggikan, gugusan bintang-bintang dan lain sebagainya; isyarat tentang pertikaian pertama dalam penciptaan antara Iblîs dan Adam beserta istrinya, dan bagaimana pertikaian itu dilanjutkan dengan berlangsungnya pertikaian antara baik dan buruk sampai hari kiamat.

Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Hijr Ayat 1-3

Surah Al-Hijr Ayat 1
الر ۚ تِلْكَ آيَاتُ الْكِتَابِ وَقُرْآنٍ مُبِينٍ

Terjemehan: Alif, laam, raa. (Surat) ini adalah (sebagian dari) ayat-ayat Al-Kitab (yang sempurna), yaitu (ayat-ayat) Al Quran yang memberi penjelasan.

Tafsir Jalalain: الر (Alif laam raa) hanya Allahlah yang mengetahui maksudnya. تِلْكَ (Ini) ayat-ayat ini آيَاتُ الْكِتَابِ (adalah sebagian dari ayat-ayat kitab) Alquran; idhafat di sini mengandung makna min yang berarti sebagian,

وَقُرْآنٍ مُبِينٍ (yaitu Alquran yang memberi penjelasan) yang memenangkan perkara yang hak atas perkara yang batil. Lafal ayat ini diathafkan kepada lafal sebelumnya dengan ditambah sifat.

Tafsir Ibnu Katsir: الر ۚ تِلْكَ آيَاتُ الْكِتَابِ وَقُرْآنٍ مُبِينٍ (Alif laam ra’. [Surah] ini adalah [sebagian dari] ayat-ayat Kitabullah [yang sempurna], yaitu ayat-ayat al-Qur’an yang memberi penjelasan).

Baca Juga:  Surah As-Sajdah Ayat 12-14; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Tafsir Quraish Shihab: Alif, Lâm, Râ’. Digunakannya beberapa huruf dengan cara seperti ini pada permulaan sebagian surat adalah untuk menggugah pendengaran dan untuk menunjukkan kemukjizatan al-Qur’ân yang, meskipun “hanya” tersusun dari huruf-huruf yang biasa mereka gunakan dalam komunikasi mereka sehari-hari, ternyata tidak bisa ditandingi. Itu adalah ayat-ayat kitab suci yang diturunkan, dibaca, dan diterangkan dengan jelas.

Surah Al-Hijr Ayat 2
رُبَمَا يَوَدُّ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْ كَانُوا مُسْلِمِينَ

Terjemahan: Orang-orang yang kafir itu seringkali (nanti di akhirat) menginginkan, kiranya mereka dahulu (di dunia) menjadi orang-orang muslim.

Tafsir Jalalain: رُبَمَا (Sering kali) dapat dibaca rubbamaa dan rubamaa يَوَدُّ (berkeinginan) mengharapkan الَّذِينَ كَفَرُوا (orang-orang yang kafir itu) kelak di hari kiamat, yaitu sewaktu diperlihatkan kepada mereka keadaan diri mereka dan keadaan kaum Muslimin.

لَوْ كَانُوا مُسْلِمِينَ (seandainya mereka menjadi orang-orang muslim) lafal rubba menunjukkan makna littaktsir/sering, karena sesungguhnya mereka sering kali mengharapkan hal tersebut. Akan tetapi menurut pendapat lain menunjukkan makna littaqlil, artinya sedikit, karena sesungguhnya kengerian-kengerian pemandangan di hari kiamat membuat mereka terkejut dengan sangat, sehingga mereka tidak sadar untuk berharap seperti itu melainkan hanya dalam masa yang sedikit.

Tafsir Ibnu Katsir: رُبَمَا يَوَدُّ الَّذِينَ كَفَرُوا (Orang-orang yang kafir itu seringkali [nanti di akhirat] menginginkan) dan ayat seterusnya. Ayat ini memberitahukan bahwa mereka akan menyesal atas kekafiran mereka, dan mereka menginginkan alangkah baiknya jika mereka di dunia dulu menjadi orang-orang muslim.

Baca Juga:  Surah Al-A'raf Ayat 163; Seri Tadabbur Al-Qur'an

Ada yang berpendapat tentang apa yang dimaksud ayat ini adalah setiap orang kafir pada waktu menghadapi sakaratul maut, ia menyesal dan mengharapkan alangkah baiknya jika dulu ia menjadi orang mukmin. Ada pula yang berpendapat bahwa ayat ini memberitahukan tentang hari kiamat, seperti firman-Nya yang artinya:

“Jika sekiranya mereka dihadapkan pada neraka, maka mereka pasti mengatakan: Aduh, alangkah baiknya bila kami dikembalikan ke dunia dan tidak lagi mendustakan ayat-ayat Rabb kami, dan kami menjadi orang-orang yang beriman” (al-An’am: 27).

Tafsir Quraish Shihab: Orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Allah, saat melihat siksaan di hari kiamat, banyak berangan- angan: alangkah senangnya bila dulu, di dunia, mereka memeluk Islam dan ikhlas beragama kepada Allah.

Surah Al-Hijr Ayat 3
ذَرْهُمْ يَأْكُلُوا وَيَتَمَتَّعُوا وَيُلْهِهِمُ الْأَمَلُ ۖ فَسَوْفَ يَعْلَمُونَ

Terjemahan: Biarkanlah mereka (di dunia ini) makan dan bersenang-senang dan dilalaikan oleh angan-angan (kosong), maka kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatan mereka).

Tafsir Jalalain: ذَرْهُمْ (Biarkanlah mereka) biarkanlah orang-orang kafir itu, hai Muhammad يَأْكُلُوا وَيَتَمَتَّعُوا (makan dan bersenang-senang) di dunia mereka ini وَيُلْهِهِمُ (dan dilalaikan) disibukkan الْأَمَلُ (oleh angan-angan kosong) dengan dipanjangkan umur mereka dan lain-lainnya sehingga mereka lupa daratan akan iman,

فَسَوْفَ يَعْلَمُونَ (maka kelak mereka akan mengetahui) akibat daripada perbuatan mereka. Ayat ini diturunkan sebelum ada perintah untuk memerangi mereka.

Baca Juga:  Surah Al-Mu'minun Ayat 68-75; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Tafsir Ibnu Katsir: ذَرْهُمْ يَأْكُلُوا وَيَتَمَتَّعُوا (Biarkanlah mereka itu [di dunia ini] makan dan bersenang-senang) ini merupakan ancaman yang keras, seperti firman Allah: qul tamatta’uu fa inna mashiirakum ilannaar (Katakanlah [hai Muhammad]: “Bersenang-senanglah sebentar, sesungguhnya kalian adalah orang-orang yang berdosa”) (al-Mursaalaat: 46).

Oleh karena itu Allah berfirman: وَيُلْهِهِمُ الْأَمَلُ (dan mereka dilalaikan oleh angan-angan kosong) dari bertaubat dan kembali kepada Allah: فَسَوْفَ يَعْلَمُونَ (Maka kelak mereka akan mengetahui) akibat perbuatan mereka.

Tafsir Quraish Shihab: Tetapi, saat ini mereka lalai akan siksaan akhirat yang akan menyambut mereka. Dari itu, biarkanlah mereka, setelah disampaikan pesan dan peringatan, melakukan apa saja.

Mereka tidak memikirkan selain masalah makan dan kesenangan dunia saja. Mereka terlena oleh angan-angan kosong itu. Tetapi nanti, mereka pasti mengetahui azab yang akan menyambut mereka apabila telah melihatnya dengan mata kepala sendiri, pada hari kiamat.

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah Al-Hijr Ayat 1-3 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Quraish Shihab. Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S