Keutamaan Menolong Orang Lain Menurut Imam Al Ghazali

Keutamaan Menolong Orang Lain

Pecihitam.org – Kehidupan manusia di dunia sangatlah unik. Tuhan menciptakan manusia sebagai makhluk sosial sehingga membutuhkan orang lain. Tidak ada manusia yang bisa hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Sekalipun ada orang yang individualis, ia tidak akan dapat memenuhi kebutuhan dan tujuan hidup jika tanpa bantuan orang lain. Dalam situasi seperti inilah kita mengenal kalimat menolong dan ditolong, sebuah hubungan timbal balik dalam hubungan bermasyarakat. Lalu, apa saja keutamaan menolong orang lain?

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Kita mengenal bantuan dari orang lain tersebut sebagai pertolongan. Dalam agama Islam, Anjuran saling tolong-menolong tercantum dalam Al-Qur’an. Firman Allah Swt.:

وَتَعَاوَنُوْا عَلَی الْبِرِّ وَالتَّقْوی

“Tolong menolong lah kalian atas kebaikan dan taqwa” (Al-Maidah: 2)

Tolong-menolong dalam kebaikan menimbulkan hubungan timbal balik yang positif. Tolong-menolong juga merupakan manifestasi dari keteraturan sosial. Ada fadilah atau keutamaan menolong orang lain yang harus kita ketahui. Apa sajakah keutamaan itu?

Baca Juga:  Kitab Ihya Ulumuddin Imam Al Ghazali (The Revival of The Religious)

Inilah Keutamaan Menolong Orang Lain

Al-Ghazali dalam kitabnya Mukasyafatul Qulub, menjelaskan tentang keutamaan menolong orang lain. Berikut penjelasannya:

Pertama, akan mendapatkan pahala seperti pahalanya orang yang berperang membela kedaulatan agama. Sabda Nabi:

مَنْ مَشٰی فِی عَوْنِ اَخِيْهِ وَمَنْفَعَتِهِ فَلَهُ ثَوَابُ الْمُجَاهِدِينَ فِی سَبِيْلِ اﷲِ.

“Barang siapa yang berjalan dalam rangka menolong dan memberikan manfaat kepada saudaranya maka ia mendapatkan pahala seperti pahalanya Mujahidin di sabilillah”.

Kedua, mendapatkan pembebasan dari siksa neraka dan nifaq.

Seperti sabda Nabi:

مَنْ سَعٰی لِاَخِيْهِ الْمُسْلِمِ فِی حَاجَۃٍ  فَقُضِيَتْ لَهُ اَوْ لَمْ تَقْضِ غَفَرَ اﷲ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَا تَاَخَّرَ وَكَتَبَ لَهُ بَرَاءَتَانِ, بَرَاءَۃٌ مِنَ النَّارِ وَبَرَاءَۃٌ مِنَ النِّفَاقِ

“Barang siapa yang berjalan dalam rangka membantu kebutuhan saudaranya yang muslim baik kebutuhan/hajatnyass terlaksana maupun tidak terlaksana maka Allah mengampuni dosa-dosa yang terdahulu maupun yang akan datang, dan Allah mencatat baginya dua pembebasan, yaitu pembebasan dari neraka dan pembebasan dari nifaq”.

Baca Juga:  Menjadikan Metode Hiwar Sebagai Salah Satu Metode Pendidikan Akhlak

Ketiga, setiap langkah dibalas dengan tujuh puluh kebaikan dan dijauhkan dari tujuh puluh kejelekan. Berdasarkan sabda Nabi:

مَنْ مَشٰی فِی حَاجَۃِ اَخِيْهِ الْمُسْلِمِ كَتَبَ اﷲ لَهُ بِكُلِّ خُطْوَۃٍ سَبْعِينَ خَسَنَۃ وَكَفَرَ عَنْهْ سَبْعيْنَ سَيِّاءۃ. . . . .

“Barang siapa yang berjalan dalam rangka memenuhi hajat saudaranya yang muslim maka setiap satu langkah akan dibalas dengan tujuh puluh kebaikan dan dijauhkan dari tujuh puluh kejelekan. . . “

Keempat, dosa-dosanya dihapus seperti bayi yang baru lahir.

Seperti sabda Nabi:

فَاِنْ قُضِيَتْ حَاجَتُهُ عَلٰی يَدَيْهِ خَرَجَ مِنْ ذُنُوْبِهِ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ اُمُّهُ. . . .

“. . . . Jika ia melaksanakan hajat (saudaranya) maka ia keluar dalam keadaan bersih dari dosa-dosa seperti bayi yang baru dilahirkan oleh ibunya”.

Kelima, jika ia meninggal dalam keadaan ia membantu orang lain maka ia masuk surga tanpa hitungan amal. Hal ini berdasarkan sabda Nabi:

Baca Juga:  Ketika Kesetaraan Gender dalam Islam Dipertanyakan, Ini Jawaban Nabi

فَاِنْ مَاتَ فِی خِلَالِ ذٰلِكَ دَخَلَ الْجَنَّۃَ بِغَيْرِ حِسَابٍ. . . .

“Maka jika ia meninggal dalam keadaan (membantu saudaranya) tersebut maka ia masuk surga tanpa hisab”.

Atas penjelasan Imam Al-Ghazali tentang keutamaan menolong orang lain di atas, maka marilah kita saling membantu dan saling tolong-menolong antar sesama manusia khususnya sesama muslim dalam berbagai urusan dunia maupun urusan akhirat. Jika semua itu diniatkan ikhlas lillahi ta’ala, Insyaallah akan menjadi tambahan nilai ibadah dan menambah pahala kita semua. Aamiin.

Bagaimana, sudahkah kamu membantu atau menolong orang hari ini?

Habib Mucharror

Leave a Reply

Your email address will not be published.