Kisah Artis Korea Masuk Islam karena Keramahan Indonesia

Artis Korea Jay Kim Masuk Islam

Pecihitam.org – “Finally I became a Muslim,” yang berarti ‘Akhirnya saya masuk Islam’ menjadi judul video milik artis Korea Kim Jae Han. Bintang KPop ini mengunggah momen ia mengucapkan kalimat syahadat di akun Youtube pribadinya pada 25 September 2019, atas bimbingan imam masjid di Seoul Korea Selatan.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Keputusan pria kelahiran 1997 itu untuk menganut agama Islam, menambah deretan artis Korea yang menjadi mualaf. Sang imam memberikan nama Daud padanya, yang berasal dari nama Katolik Kim ‘David’. Dengan begitu Jay Kim memiliki nama Muslim Daud Kim. Nama ini pula dipakai sebagai nama akun Youtube-nya.

Proses Jay Kim masuk Islam bukan tanpa proses. Dalam beberapa tahun terakhir, ia aktif di Youtube dan kerap membuat konten seputar Islam. Bahkan ada salah satu videonya yang diunggah delapan bulan lalu (Januari 2019) berjudul ‘Kenapa Aku Tertarik dengan Islam?’

Saat itu, Jay Kim bercerita dalam Bahasa Inggris, bahwa ia banyak menerima pertanyaan dari orang-orang apakah ia seorang Muslim. Dijawab oleh Kim, “Aku bukan atheis, tapi aku tidak punya agama. Banyak orang mengira aku Muslim, tapi sebenarnya bukan.”

Baca Juga:  Kisah Abu Dzar al Ghifari Memeluk Agama Islam

Jay Kim juga menjelaskan bahwa ia memang sering berbicara tentang Islam karena merasa tertarik. “Kenapa aku tertarik pada Islam dan budayanya?”

Jay Kim lantas menceritakan kisahnya cenderung pada Islam adalah bermula sejak dua tahun lalu, ketika ia sering bermain aplikasi Bigo Live yang cukup populer di Asia Tenggara. Dari sini, Jay Kim mendapat banyak fans dari Malaysia dan Indonesia.

“Aku sama sekali tidak tahu tentang Muslim waktu itu. Aku bahkan tidak tahu ada banyak Muslim di Indonesia dan Malaysia. Aku mengira bahwa Muslim hanya ada di negara-negara Timur Tengah seperti Saudi Arabia,” kata Jay Kim.

“Aku membayangkan wajah orang-orang yang menyeramkan, dengan turban dan wanita-wanita misterius yang menutup semua tubuhnya kecuali mata,” lanjutnya.

Kim mengakui bahwa di Korea, ia tak memiliki banyak kesempatan untuk bertemu dan berinteraksi dengan Muslim. Tak heran jika ia memiliki prasangka terhadap Islam, karena media ikut pula membentuk pola pikirnya. “Media hanya membahas tentang tragedi 911 (11 September), Taliban, dan ISIS,” cerita Kim.

Baca Juga:  Dialog Kyai NU dan Seorang Pemuda Bercelana Cingkrang

Hingga suatu ketika, Jay Kim memperoleh kesempatan untuk tampil dan melakukan fan meeting di Jakarta. Di sinilah prasangkanya terhadap Islam terpatahkan. Ia tak melihat di antara para penggemarnya yang mayoritas Muslim gambaran sosok pria berwajah menyeramkan, dan wanita misterius dengan cadar.

“Mereka sangat ramah, ceria, dan orang-orang yang baik,” kata Kim menggambarkan para penggemarnya.

Setelah itu, ia pergi ke Tunisia. Singkat cerita, Kim juga disambut dengan ramah dan banyak ditolong oleh orang-orang Muslim di sana. Hingga akhirnya, Kim memutuskan untuk belajar Islam hingga ke Malaysia.

Hingga perjalanan waktu dan hidayah Allah membukakan jalannya untuk masuk Islam. Sang Imam berpesan padanya supaya menjadi Muslim yang taat dan berharap keputusan Kim tersebut berasal dari dalam hatinya.

Baca Juga:  Kisah Sahabat Nabi Yang Ikut Hijrah Bersama Nabi

“Ini tidak seharusnya dilakukan karena untuk menunjukkan pada orang-orang,” pesan sang Imam pada Kim.

“Islam mengajarkan jika kamu berpindah agama menjadi Muslim, seluruh dosa kamu sebelumnya akan dihapuskan. Mualaf berarti hidup kembali.”

Jay Kim yang saat itu mendengarkan penjelasan imam hanya terlihat mengangguk-anggukkan kepala. Ia berjanji dalam keterangan videonya, akan berusaha menjadi Muslim yang baik selangkah demi selangkah. Tak peduli telah melakukan banyak dosa di masa lalunya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *