Khalifah Umar Bin Khattab Pernah Dikutuk Oleh Rakyatnya Sendiri

umar bin khattab

Pecihitam.org – Khalifah Umar bin Khattab ialah sahabat nabi yang terkenal sangat tegas dan keras, namun beliau sangat bijaksana dan bersahaja apalagi kepada rakyatnya ketika beliau menjabat sebagai khalifah. Untuk urusan negara yang memang penting terkadang beliau tidak mau menggunakan fasilitas negara apalagi untuk kepentingan pribadinya. Ini adalah salah satu kisah tentang kebijaksanaan khalifah Umar bin Khattab kepada rakyatnya.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Suatu hari, Khalifah Umar bin Khattab ra ingin melakukan perjalanan dinas rahasia, beliau sendirian tanpa pengawalan dan tanpa membawa staf siapapun. Khalifah Umar pergi dengan biaya sendiri, tidak menggunakan uang negara walaupun negara menyediakan biaya perjalanan dinas. Karena beliau khawatir jika membawa rombongan biaya perjalanan dinas itu akan membengkak. Dengan mengenakan pakaian layaknya rakyat biasa, ia ingin tahu keadaan rakyatnya secara langsung.

Ketika tiba pada suatu dusun, Khalifah Umar bin Khattab melihat seorang lelaki sedang duduk di muka kemahnya di bawah pohon. Dari dalam kemah tersebut, beliau mendengar suara perempuan yang sedang merintih sangat kesakitan. Setelah memberi salam Khalifah Umar bertanya kepada lelaki tadi.

Baca Juga:  Kisah Teladan Athiyah bin Khalaf, Pedagang Kurma dari Mesir

“Apa yang sedang kau lakukan, wahai saudaraku?”
“Aku sedang menunggui istriku yang akan melahirkan,” jawab lelaki itu.
“Siapa yang menolongnya di dalam?”
“Tidak ada …jawabnya lagi”
“Jadi istrimu hanya sendirian?” tanya Khalifah tidak mengerti.
“Iya, aku tidak mempunyai uang untuk membayar bidan,” jawab lelaki itu dengan muka sedih.
“Kalau begitu bersabarlah, suruh istrimu menahan sebentar, aku akan segera kembali,” pungkas Khalifah Umar.

Khalifah Umar bin Khattab segera memacu kudanya, meninggalkan lelaki itu. Dan tak berselang lama setelah itu khalifah Umar kembali bersama seorang perempuan. Tanpa banyak bicara perempuan tersebut langsung masuk ke dalam tenda sang lelaki yang baru mengerti apa yang sedang terjadi.

“Terima kasih banyak dan mohon maaf telah merepotkanmu,” kata lelaki itu.
“Tidak apa-apa.. tapi, ngomong-ngomong kenapa engkau tidak melaporkan tentang keadaanmu ini kepada Khalifah Umar bin Khattab wahai saudaraku? Bukankah engkau berhak untuk mendapatkan jaminan dari negara?” tanya khalifah Umar .
Lelaki itu langsung berdiri, dia memandang orang yang ada di depannya dengan sorot mata yang menusuk dan tajam. Khalifah Umar terkejut melihat reaksi lelaki itu.

Baca Juga:  Ketika Khalifah Umar bin Khattab Ingin Berhutang Pada Negara

“Jangan kau sebut nama orang terkutuk itu di hadapanku!”
“Loh.. memangnya mengapa, wahai saudaraku?” khalifah Umar penasaran.
“Orang itu hanya mementingkan dirinya sendiri dan dia tak punya perhatian kepada rakyat kecil. Dia hanya mempedulikan orang-orang kaya yang bisa melanggengkan kekuasaanya,” jawab lelaki itu penuh amarah.

“hmm..khalifah Umar berguman … kau sudah pernah bertemu dengannya?”
“Belum, lagi pula untuk apa aku bertemu dengannya?”
“Kalau seandainya engkau bertemu dengannya, apa yang akan kau lakukan?” tanya Umar tersenyum.
“Aku akan membunuhnya!” kata lelaki itu.

Tiba-tiba terdengar suara bayi menangis dari dalam kemah.
“Ya Amirul mukminin, Alhamdulillah ibu melahirkan dengan selamat! Bayi pun sehat!” teriak perempuan yang datang dengan Khalifah tadi.
Kemudian khalifah Umar bin Khattab segera bersujud syukur dan berdoa kepada Allah SWT. Sementara itu, si lelaki tadi gembira bercampur heran. Gembira karena istri dan anaknya selamat, dan heran karena lelaki yang ada di sebelahnya dipanggil dengan sebutan “Amirul Mukminin”.

Baca Juga:  Karomah KH Bisri Musthofa, Meralat Tafsir al Ibriz Setelah Wafat

“Lekas kau temui istrimu!, dan ini untuk sekedar membantu perawatan anakmu.”
Khalifah Umar bin Khatab memberikan sekantung uang yang segera diterima lelaki itu dengan suka cita.

Sebelum lelaki itu masuk, dia memandangi Khalifah Umar.
“Wahai tuan, siapa tuan sebenarnya?” tanya lelaki itu penasaran.
“Aku, Umar bin Khattab, Khalifah yang terkutuk itu,” jawab Umar sambil tersenyum.

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik

Leave a Reply

Your email address will not be published.