Tidak Bertareqah, Tapi Ikut Membaca Manaqib Syekh Abdul Qadir Jaelani, Bolehkah ?

membaca manaqib

Pecihitam.org – Manaqib dalam bahasa arab artinya adalah biografi. Sedangkan Manaqiban, adalah peleburan kata kedalam bahasa Indonesia dengan ditambah akhiran ‘an’ menjadi Manaqiban yang berarti kegiatan membaca manaqib atau biografi seorang ulama atau Wali Allah.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Melalui acara pembacaan manaqib itulah jamaah belajar, baik melalui akhlak dan perjalanan hidup seorang tokoh, kesalehan, kebaikan dan keutamaannya semasa hidup.

Salah satu manaqib yang sering digelar itu adalah manaqib Sulthanul Auliya Syekh Abdul Qadir Al Jilani yang umumnya dilaksanakan setiap tanggal 11 dari bulan-bulan hijriyah. Lantas bagaimanakah jika kita ikut Manaqib namun belum bertarekat, bukankah Syekh Abdul Qadir Jaelani adalah pendiri tarekat Qadiriyah?

Memang banyak sekali latar belakang atau yang menjadi alasan mengapa orang-orang antusias dan aktif ikut majelis dan membaca manaqib. Seperti yang disampaikan Al Habib Abdullah bin Alawi Al Haddad, beliau berkata;

اِعْلَمْ يَنْبَغِي لِكُلِّ مُسْلِمٍ طَالِبِ الْفَضْلِ وَالْخَيْرَاتِ أَنْ يَلْتَمِسَ الْبَرَكَاتِ وَالنَّفَحَاتِ وَاسْتِجَابَةَ الدُّعَاءِ وَنُزُوْلِ الرَّحْمَاتِ فِيْ حَضَرَاتِ اْلأَوْلِيَآءِ فِيْ مَجَالِسِهِمْ وَجَمْعِهِمْ أَحْيَاءً وَأَمْوَاتًا وَعِنْدَ قُبُوْرِهِمْ وَحَالَ ذِكْرِهِمْ وَعِنْدَ كَثْرَةِ الْجُمُوْعِ فِيْ زِيَارَاتِهِمْ وَعِنْدَ مُذَاكَرَاتِ فَضْلِهِمْ وَنَشْرِ مَنَاقِبِهِمْ

Baca Juga:  Ragu dalam Berwudhu Sudah Batal atau Belum, Bagaimana Sebaiknya?

“Ketahuilah! Seyogyanya bagi setiap muslim yang mencari keutamaan dan kebaikan, agar ia mencari berkah dan karunia, terkabulnya doa dan turunnya rahmat di hadapan para wali, di majelis-majelis dan kumpulan mereka (para wali) baik yang masih hidup ataupun sudah mati, dan di kuburan mereka, serta saat mengingat mereka, dan ketika kumpulan orang banyak menziarahi mereka, juga ketika mengingat keutamaan mereka, dan pembacaan manaqib mereka”. (Alawi al-Haddad, Mishbah al-Anam wa Jala` azh-Zhulam, Istanbul-Maktabah al-Haqiqah, 1992 M, h. 90)

Adapun mengutip hasil kesepakatan muktamar dan musyawarah besar JATMAN (Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyyah) yang dihimpun oleh KH. A. Aziz Masyhuri, disebutkan bahwa siapapun boleh membaca Manaqib Syekh Abdul Qadir Al Jaelani meskipun ia belum masuk Thariqah-nya. Sebab orang tersebut dinilai pecinta Syekh Abdul Qadir Al Jaelani.

Baca Juga:  Hukum Trading Forex Menurut Pandangan Ulama

Isi dan rangkaian dari Manaqib Syekh Abdul Qadir biasa adalah diawali dengan pembacaan ayat-ayat suci al Qur’an, lantunan dzikir, tawassul, dan pembacaan manaqib kemudian dilanjutkan dengan mau’idhah keagamaan, sedekah serta jamuan makan.

Adapun orang yang mengikuti manaqib dikategorikan dalam hadis berikut.

“Apabila kamu melewati taman surga, maka berhentilah untuk turut menikmatinya. Mereka bertanya, “apa itu taman surga?” Nabi menjawab, “majelis-majelis dzikir”. (HR. Tirmidzi).

Dalam hadis lain riwayat Imam Bukhari disebutkan,

“Datang seorang lelaki kepada Nabi Muhammad Saw, maka orang tersebut bertanya. “Wahai Rasulullah, bagaimana menurut Anda tentang orang yang mencintai suatu kaum padahal mereka tidak pernah bertemu dengan mereka?” Rasulullah Saw menjawab, “seseorang akan bersama orang yang dicintainya.” (HR. Bukhari).

Mengenai hal ini Imam Sufyan bin Uyainah pernah berkata,

Baca Juga:  Tingkatan Ikhlas Menurut Syekh Nawawi Al-Bantani

“Ketika orang-orang saleh dikenang maka Rahmat Allah akan turun”.

Maka, dengan demikian walaupun ada orang yang tidak atau belum berthariqah lalu mengikuti manaqib baik itu membaca atau ikut mendengarkan saja hukumnya diperbolehkan.

Karena, selain untuk mendapat kemanfaatan dan keutamaan. Mengikuti Manaqib juga termasuk salah satu bukti kecintaan kepada orang-orang shaleh, yang pada akhirnya juga mengantar kecintaan kita kepada Allah dan Rasul-Nya.

Demikian semoga bermanfaat. Wallahua’lam bisshawab.

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik