Pembacaan Manaqib, Salah Satu Bukti Kecintaan Kepada Wali Allah

manaqib

Pecihitam.org – Manaqiban ialah salah satu ritual ibadah yang sudah menjadi tradisi sebagian besar masyarakat, khususnya warga Nahdliyin di Indonesia. Selain punya aspek seremonial, manaqiban juga punya aspek nilai kerohanian. Sebetulnya kata manaqiban sediri berasal dari kata ‘manaqib’ (bahasa arab), yang artinya biografi. Kemudian dilebur kedalam bahasa Indonesia ditambah dengan akhiran ‘an’ menjadi manaqiban yang berarti kegiatan pembacaan manaqib biografi Syekh Abdul Qodir al-Jailalani, seorang wali yang legendaris.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Para wali merupakan hamba-hamba Allah yang shaleh dan sangat dekat dengan-Nya,serta dipilih oleh Allah sendiri. Banyak sejarah hidup para wali yang telah dibukukan atau yang kita kenal sekarang dengan nama manaqib. Seperti yang terkenal yaitu manaqib Syekh Abdul Qadir Jailani. Kerena mereka adalah para wali pilihan Allah maka sudah sewajarnya jika kita mencintai mereka.

Dan salah satu cara yang bisa menambah rasa kecintaan kita kepada para wali adalah dengan membaca manaqibnya. Dengan membaca manaqib kita bisa mengetahui keshalehan dan kebaikannya, hal ini tentunya akan menambah kecintaan kita kepadanya.

Dari sini dapat kita ketahui bahwa membaca manaqib Syaikh Abdul Qadir Jailani itu sangat baik. Karena akan menambah kecintaan kita kepada beliau. Yang mana beliau adalah salah seorang waliyullah, bahkan beliau mempunyai gelar sebagai “sulthanul auliya” atau pemimpin para wali.

Baca Juga:  Pentingnya Taqlid bagi Orang Awam dalam Beragama

اِعْلَمْ يَنْبَغِي لِكُلِّ مُسْلِمٍ طَالِبِ الْفَضْلِ وَالْخَيْرَاتِ أَنْ يَلْتَمِسَ الْبَرَكَاتِ وَالنَّفَحَاتِ وَاسْتِجَابَةَ الدُّعَاءِ وَنُزُوْلِ الرَّحْمَاتِ فِيْ حَضَرَاتِ اْلأَوْلِيَآءِ فِيْ مَجَالِسِهِمْ وَجَمْعِهِمْ أَحْيَاءً وَأَمْوَاتًا وَعِنْدَ قُبُوْرِهِمْ وَحَالَ ذِكْرِهِمْ وَعِنْدَ كَثْرَةِ الْجُمُوْعِ فِيْ زِيَارَاتِهِمْ وَعِنْدَ مُذَاكَرَاتِ فَضْلِهِمْ وَنَشْرِ مَنَاقِبِهِمْ

“Ketahuilah, sebaik-baiknya bagi setiap muslim yang mencari keutamaan dan kebaikan, agar ia mencari berkah dan anugerah, terkabulnya doa dan turunnya rahmat di depan para wali. Di majelis-majelis dan kumpulan mereka, baik yang masih hidup ataupun sudah mati di kuburan mereka. Ketika mengingat mereka, dan ketika banyak orang berkumpul dalam berziarah kepada mereka. Serta ketika mengingat keutamaan mereka, dan pembacaan riwayat hidup mereka”. (Alawi al-Haddad, Mishbah al-Anam wa Jala` azh-Zhulam, Istanbul-Maktabah al-Haqiqah)

Proses dari pembacaan manaqib itu meliputi silsilah nasab Syaikh Abdul Qadir Jailani, sejarah hidupnya, akhlak dan karomah-karomahnya. Selain itu tercantum pula doa-doa bersajak (nadhom) yang bermuatan pujian-pujian dan doa tawassul kepada Allah SWT melalui perantara Syeikh Abdul Qadir Jailani.

Baca Juga:  Inilah Keutamaan Penghafal Al Qur'an di Dunia dan Akhirat

Dalam Kitab al-Lujain al-Dani karya Syeikh Dja’far Bin Hasan al-Barzanji, diterangkan beberapa hal yang tidak sekedar riwayat perjalanan hidup Syeikh Abdul Qadir Jaelani. Di dalamnya juga berisi mujahadah, kepandaian dan nasihat. Selain itu, terdapat pula karomah, keinginan Syeikh Abdul Qadir untuk memberi manfaat bagi banyak manusia. Sehingga membaca manaqib itu ibarat membaca sebuah karya sastra yang bernilai tinggi, apalagi karya Syeikh Ja’far diiringi munajat dan doa.

Dikatakan, dengan membaca dan mempelajari kisah hidup para kekasih Allah selain itu juga berwashilah dalam berdoa memohon pada Allah. Manaqib ini tidak semata untuk dibaca. Lebih dari itu untuk dipelajari dan mengambil hikmah dalam perjalanan hidup para wali yang sederhana dan bijak dalam menangani berbagai persoalan umat.

Manfaat Membaca Manaqib diantaranya :

  • Untuk mendapat keberkahan dari pembacaan manaqib dan mempererat tali persodaraan dan hubungan masyarakat sekitar menjadi semakin rukun. Hal itu didasarkan pada keyakinan bahwa Syeikh Abdul Qadir Jailani adalah wali quthub yang sangat istimewa. Yang dapat mendatangkan berkah dalam kehidupan seseorang.
  • Biasanya para jamaah membawa botol yang berisi air dan mendekatkan kepada imam atau pemimpin acara tersebut. Tujuannya mendapat berkah dari doa-doa yang dibaca dan sewaktu air itu diminum dapat menjadi air yang berkah dan menyehatkan bagi tubuh.
  • Manafaat lain mendatangkan banyak manfaat seperti terkabulnya doa dan berkah-berkah lain sesuai dengan kepentingan masing-masing.
  • Pembacaan Manaqih merupakan salah satu bukti kita akan kecintaan kepada para waliyullah.
  • Dapat disimpulkan bahwa acara manaqib ialah simbol atau wujud bentuk syukur kita atas limpahan rezeki yang diberi Allah SWT. Dan rezeki itu disadaqahkan kepada sesama muslim yang mengikuti kegiatan tersebut. Wallahua,alam Bisshawab.
Baca Juga:  Melakukan Maksiat Setelah Bertobat, Apa Masih Dimaafkan?
Arif Rahman Hakim
Sarung Batik

Leave a Reply

Your email address will not be published.