Tahukah Kamu, Mengapa Surat Al Ikhlas Selalu Ada dalam Tahlil dan Istighatsah?

Surat Al Ikhlas

Pecihitam.org – Bagi kita masyarakat Indonesia terutama kalangan Nahdliyin pasti sudah akrab dengan Tahlil dan istighatsah. Yaitu ritual membaca rangkaian atau susunan bacaan dzikir dan doa yang terdiri dari ayat al Quran.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Namun pernahkah kita memperhatikan, ada suatu hal menarik. Yaitu terdapat satu surah yang pasti selalu dibaca dalam rangkaiannya, yakni surat Al Ikhlas. Lalu apa alasan Surat ini selalu ada dalam tahlil dan Istighatsah?

Tahlil umumnya diadakan untuk mendoakan mereka yang sudah wafat dan juga sekaligus berdoa untuk yang masih hidup. Adapun istighatsah dilakukan untuk memohon pertolongan dan perlindungan. Serta memohon kebaikan dan kekuatan agar mudah melaksanakan kewajiban atau untuk situasi hajat yang sangat mendesak.

Istighatsah secara bahasa berarti meminta pertolongan. Sebagaimana yang tercantum dalam surah Al-Anfal, Ayat 9.

إِذۡ تَسۡتَغِيثُونَ رَبَّكُمۡ فَٱسۡتَجَابَ لَكُمۡ أَنِّي مُمِدُّكُم بِأَلۡفٖ مِّنَ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةِ مُرۡدِفِينَ

(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu, “Sungguh, Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut.”

Adapun mengenai surat yang satu ini, sebetulnya bukan hanya ada dalam tahlil dan istighatsah, namun juga masuk dalam rangkaian bacaan lain seperti ratib dan dzikir serta wirid dalam tarekat. Dari sini kita tahu bahwa surah ini memang memiliki banyak keutamaan dan rahasia. Sepeti apa? Berikut penjelasannya.

Baca Juga:  Surat al Ikhlas; Tulisan Arab, Manfaat dan Hadis Tentang Keutamaannya

Pertama, surat al Ikhlas setara dengan sepertiga Al Qur’an

Walaupun hanya 4 ayat tapi surah Al Ikhlas ternyata sebanding dengan sepertiga Al Qur’an. Hal ini seperti keterangan hadits berikut,

“Demi Tuhan yang jiwaku berada di dalam genggaman kekuasaan-Nya, sesungguhnya surat Al-lkhlas itu benar-benar sebanding dengan sepertiga Alquran”. (HR. Bukhari).

“Apakah seorang dari kamu tidak mampu membaca dalam satu malam sepertiga Al Qur’an? Mereka bertanya: Bagaimana membaca sepertiga Al Qur’an? Nabi Saw menjawab: Qul huwa Allahu Ahad (surah Al Ikhlas) setara dengan sepertiga Al Qur’an.” (HR. Muslim).

Kedua, menjadi sebab kecintaan Allah Swt

Dalam kitab Abwabul Faraj, Sayyid Muhammad bin ‘Alawi Al Maliki mengatakan bahwa membaca surat ini serta mengamalkan apa yang terkandung di dalamnya, merupakan salah satu sebab untuk menarik cinta-Nya Allah Swt.

Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim bahwa Nabi pernah mengutus seseorang dalam sebuah brigade, orang tersebut menjadi imam shalat bagi sahabat-sahabatnya. Maka ia selalu menutup bacaan dengan surah Al ikhlas. Tatkala kembali, para sahabat ini menanyakannya pada Nabi Saw.

“Tanyakan kepadanya untuk apa ia berbuat demikian?” Kata Nabi Saw. Mereka pun menanyakannya. Orang tersebut menjawab: “surah Al Ikhlas mengandung sifat Allah yang Maha Rahman. Maka saya suka membaca dengannya.” Rasul kemudian bersabda: “sampaikan padanya bahwa Allah mencintainya”.

Baca Juga:  Grebeg Syawal, Cara Keraton Merayakan Hari Raya Idul Fitri Bersama Rakyatnya

Ketiga, memperbanyak rezeki

Surat Al-Ikhlas juga punya keutamaan menjadi sebab berlimpahnya rezeki. Hal ini sebagaimana hadits berikut;

Dari Jarir bin Abdullah, ia berkata, Rasul bersabda: “Siapa yang membaca Qulhuwa Allah Ahad (surah al Ikhlas) ketika masuk rumah, maka akan menolak kefakiran bagi keluarga rumah tersebut”. (HR. Thabrani).

Al Hafidz Abu Musa Al Madini dari Suhail bin Sa’ad berkata: Datang seorang lelaki kepada Rasulullah Saw kemudian mengadukan perihal kemiskinan dan kesulitan hidupnya. Maka Rasulullah Saw berkata padanya

“Jika kamu masuk rumah ucapkan salam, baik ada orang maupun tidak. Lalu bershalawat kepadaku dan membaca Qulhuwa Allah Ahad (surah al Ikhlas) satu kali. Orang tersebut lalu mempraktekkannya, maka Allah memberinya rezeki hingga melimpah sampai kerabat dan tetangganya.

Keempat, menghapuskan dosa

Surat Al ikhlas juga memiliki keutamaan dapat menghapus dosa pengamalnya. Hal ini sebagaimana penjelasan hadits dari Anas bin Malik, dari Nabi Saw, Beliau bersabda:

“Siapa yang membaca setiap hari Qul huwa Allahu Ahad (surah Al Ikhlas) seratus kali, dihapus darinya dosa selama lima puluh tahun, kecuali ada padanya hutang. (HR. Tirmidzi)

Kelima, membebaskan dari api neraka

Siapa saja yang membaca surah Al Ikhlas sebanyak seratus kali dalam shalat atau selainnya, maka Allah mencatat baginya pembebasan dari api neraka. (HR. Thabrani)

Adapula dalam sebuah hadis marfu’ dikatakan, bahwa barang siapa yang membaca surah Al Ikhlas seribu kali, maka ia telah membeli dirinya dari Allah Swt.

Baca Juga:  Begini Makna yang Terdapat dalam Istilah Ramadhan Kareem dan Dasar Penyebutannya

Al Munawi dalam kitab At Taisir, menyebutkan bahwa Allah Swt menjadikan balasan pahala untuk yang membacanya sebagai penebusan dari api neraka. Sebagaimana bacaan Al ikhlas itu juga berlaku bagi yang sudah wafat (untuk dibebaskan).

Sedangkan dalam kitab Futuhat Al Madaniyah bahwa Ataqah shugra (pembebasan kecil) yaitu dengan membaca Laa Ilaha illa Allah 70.000 kali, sedangkan Ataqah kubra (pembebasan besar) yaitu membaca surat Al ikhlas sebanyak 100.000 kali. Meski membacanya memakan waktu bertahun-tahun.

Sayyid Muhammad ‘Alawi Al Maliki juga mengatakan bahwa amalan tersebut merupakan fadhail, boleh diamalkan sesuai harapan (pembebasan dari neraka). Dengan syarat tidak berkeyakinan bahwa itu merupakan ketetapan dari Nabi Muhammad Saw.

Demikian semoga informasi ini bermanfaat. Wallahua’lam bisshawab.

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik