Misteri di Balik Makna Kata Berkah Menurut Para Ulama

misteri di balik makna kata berkah

Pecihitam.org – Makna kata berkah masih menjadi misteri pada sebagian umat Islam, padahal kata, kalimat maupun ucapan berkah itu sering sekali terdengar ditelinga kita.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Sering kita mendengar ucapan “semoga berberkah” entah itu di pengajian, rumah kerabat, di jalan, maupun saat kita menerima pemberian dari orang lain, atau pun orang yang baru saja meraih gelar sarjananya.

Bahkan di buku-buku bacaan pun kita sering berjumpa dengan kata ini. Lalu apa sebenarnya makna kata berkah ini?

Pada pengajian atau ceramah-ceramah agama biasanya penjelasan arti kata berkah, kita biasanya akan mendapatkan bahwa berkah adalah ziyaadatul khair atau tambahan kebaikan, akan tetapi makna kata tersebut masih terbilang sangat singkat, lalu bagaimanakah sesungguhnya makna kata berkah? Berikut penjelasannya dari para ulama:

Pertama makna kata berkah adalah زِيَادَة  (bertambah) dan نمَاَء (tumbuh) sebagaimana dijelasakan dalam kitab التوصل إلى حقيقة التوسل (al Tawasshul ilaa Hakiikah al-Tawassul) yaitu:

Baca Juga:  Ciri Imam Mahdi Menurut Hadits Nabi Muhammad

زيادة في العقل ونماء في الفهم والعرفان فإذا عقلنا القرآن وفهمنا مضامينه وعلمنا أحكامه ونفذناها بدقة على مراد الله حصلت البركة والزيادة والنماء في كل شيء

Artinya: “Bertambah kuatnya akal dan tumbuh kembangnya pemahaman, dan pengetahuan, maka ketika kita menelaah al-Quran dan memahami kandungannya, mengetahui hukum-hukumnya, menembus kedetailan maksud dari Allah di dalam al-Qur’an maka menghasilkan suatu berkah, penambahan dan tumbuh berkembangnya (diri) terhadap segala sesuatu.”

Kemudian makna kata berkah selanjutnya dijelaskan dalam kitab التمهيد لشرح كتاب التوحيد (al-Tamhiid li Syarh Kitaab al-Tauhiid) sebagai berikut:

فالبركة هي: مجتمع الماء، وهي تدل على كثرة الماء في هذا الموضع، وعلى لزومه له، وعلى ثبوته فيه. فيكون معنى البركة – إذًا -: كثرة الشيء الذي فيه الخير، وثباته، ولزومه، فالتبرك هو: طلب الخير الكثير، وطلب ثباته، وطلب لزومه

Artinya: “Kata berkah yaitu  berkumpulnya air yaitu menunjukkan atas melimpahnya air di suatu tempat, tetapnya, dan kekalnya pada tempat itu. Jika demikian, Maka makna kata berkah adalah banyaknya sesuatu kebaikan di dalamnya, tetap serta kekalnya kebaikan tersebut. Maka makna tabarruk adalah mencari kebaikan yang banyak, mencari ketetapan dan kekekalan kebaikan tersebut.”

Baca Juga:  Mana yang Harus Diutamakan, Berhaji atau Membantu Kerabat?

Sedangkan makna berkah dalam kitab التوضيح الرشيد في شرح التوحيد المذيل بالتفنيد لشبهات العنيد  (al-Taudhiih al-Rasyiid fi Syarh al-Tauhiid al-Mudziil bil Tafniid li Syubhaat al-‘Aniid) adalah:

مَعْنَى البَرَكَةِ: ثَلَاثَةُ مَعَانٍ: الثَّبَاتُ وَاللُّزُوْمُ- النَّمَاءُ وَالزِّيَادَةُ – السَّعَادَةُ.

Artinya: “Makna kata berkah ada tiga yaitu pertama kekal dan tetap, kedua tumbuh dan bertambah, dan yang ketiga kebahagiaan”

Kemudian makna berkah dalam kitab تفسير الشعراوي  tafsir al-Sya’rawii disebutkan:

البركة هي أن يعطي الموجودُ فوق ما يتطلبه

Artinya:

“Berkah yaitu ketika seseorang diberikan pendapatan yang lebih dari apa yang dia minta”

Kita juga sering mengucapkan وبارك على محمد maknanya dalam kitab syarah sunan Abu dawud adalah:

Baca Juga:  Aqiqah, Sejarah Akulturasi Budaya Arab hingga Islam Nusantara

الزيادة من الخير والكرامة، وقيل: هي بمعنى التطهير والتزكية، وقيل: الثبات على الخير والكرامة

Artinya: “Tambahan kebaikan dan kemuliaan, juga bermakna pembersihan dan penyucian, dan dikatakan juga bermakna ketetapan dalam kebaikan dan kemuliaan.”

Demikianlah beberapa penyingkapan dibalik misteri kata berkah menurut para ulama, dengan demikian begitu luas dan mengagumkan maknanya.

Dari berbagai makna diatas dapat disimpulkan salah satunya yaitu berkah merupakan tambahan, kelebihan, ketetapan maupun kekekalan pada kebaikan dengan berbagai aspek yang dikaruniakan oleh Allah swt, dan semoga Allah swt senantiasa melimpahkan berkah kepada kita semua. Wallahu a’lam.

Khalil Nurul Islam

Leave a Reply

Your email address will not be published.