Nahdliyyin Senang Tahlilan, Ternyata Ini 4 Keistimewaan Membaca Tahlil

keistimewaan membaca tahlil

Pecihitam.org – Kita tentu karib dengan yang namanya tahlil. Lafadz Tahlil ( laailaaha illallah : tiada Tuhan selain Allah) menjadi inti dari ritus kegiatan Nahdhiyyin yang biasa disebut Tahlilan. Lafadz Tahlil  sangat umum dibaca di acara-acara warga Nahdhiyyin seperti haul, syukuran, juga biasa digunakan sebagai wirid sehabis melaksanakan salat. Lalu apakah keistimewaan membaca tahlil sehingga warga nahdhiyyin begitu mengistimewakannya?

Pertama, keistimewaan membaca tahlil karena Lafadz tahlil adalah amalan favorit yang dibaca oleh Nabi Muhammad Saw dan para Nabi terdahulu. Hal ini disebutkan dalam sebuah hadis riwayat Abu Hurairah.

قَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَفْضَلُ مَا قُلْتُهُ أَنَا وَالنَّبِيُّوْنَ مِنْ قَبْلِيْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهَ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ

Rasulullah Saw bersabda: “Sebaik-baik perkataan yang aku ucapkan dan para nabi terdahulu adalah ucapan laailaaha illallah wahdah la syarikalah (tiada Tuhan selain Allah yang maha esa dan tiada sekutu baginya).”

Kedua, keistimewaan membaca tahlil sebanyak 100 kali dalam sehari setara dengan membebaskan budak sebanyak 10 orang, amalan tersebut juga dicatat sebagai 100 buah kebaikan, dihapuskan keburukannya 100 keburukan dan ia dijaga dari api neraka pada hari itu sampai waktu sore tiba. Hal ini diriwayatkan oleh Abu Hurairah.

Baca Juga:  Peran Habaib Dalam Pendirian Nahdlatul Ulama

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ” مَنْ قَالَ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ كُلَّ يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ كَانَتْ لَهُ عِدْلَ عَشْرِ رِقَابٍ، وَكُتِبَ لَهُ مِائَةُ حَسَنَةٍ وَمُحِيَ عَنْهُ مِائَةُ سَيِّئَةٍ، وَكَانَتْ لَهُ حِرْزًا مِنَ النَّارِ، يَوْمَهُ ذَلِكَ حَتَّى يُمْسِيَ

Rasulullah Saw bersabda: “Barangsiapa yang membaca laailaaha illallah wahdah la syarikalah, lahul mulku wa lahul hamdu wahuwa ‘ala kulli syaiin qadir (tiada Tuhan selain Allah yang maha esa dan tiada sekutu baginya, bagi-Nya kerajaan dan pujian, dan Dia kuasa atas segala sesuatu), dibaca sebanyak 100 kali setiap hari maka hal itu seperti  membebaskan budak sebanyak 10 orang, dicatat sebagai 100 buah kebaikan, dihapuskan keburukannya 100 keburukan dan ia dijaga dari api neraka pada hari itu sampai waktu sore tiba.”

Ketiga, dibukakan pintu surga untuknya, dan ia dibebaskan untuk masuk ke dalam surga dari pintu yang ia inginkan.

لوضوء ثم رفع طرفه إلى السماء فقال أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمدا عبده ورسوله إلا فتحت له أبواب الجنة يدخل من أيها شاء

Baca Juga:  Wahabi Masih Sering Bid'ahkan Maulid? Jawablah Seperti Ini

Rasulullah Saw bersabda: “Tidaklah seorang hamba berwudhu, kemudian memperbagusi wudhunya kemudian ia menadahkan kepalanya ke langit dan membaca asyhadu an la ilaha illallah wahdah la syarikalah wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasuluh (aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan tiada sekutu baginya dan Muhammad adalah utusan dan hambanya) kecuali akan dibukakan pintu surga banginya, dan ia diperbolehkan masuk dari pintu mana saja yang ia kehendaki.

Poin nomor tiga ini hanya satu dari sekian banyak riwayat yang memiliki makna yang sama. Dinyatakan bahwa banyak orang yang membaca tahlil akan dipermudah langkahnya masuk ke dalam surga.

Keempat, akan dikabulkan doa-doanya dan shalatnya akan diterima. Sebagimana hadis riwayat ‘Ubadah bin Shamit berikut.

مَنْ تَعَارَّ مِنَ اللَّيْلِ فَقَالَ حِينَ يَسْتَيْقِظُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ ثُمَّ دَعَا رَبِّ اغْفِرْ لِى أو دَعَا اسْتُجِيبَ لَهُ فَإِنْ قَامَ فَتَوَضَّأَ ثُمَّ صَلَّى قُبِلَتْ صَلاَتُهُ »

Baca Juga:  Benarkah Muktamar NU Menghukumi Makruh Tahlilan, Seperti Tuduhan Wahabi?

Rasulullah Saw bersabda: “Barangsiapa yang bangun di waktu malam, dan ketika bangun ia membaca laailaaha illallah wahdah la syarikalah, lahul mulku wa lahul hamdu wahuwa ‘ala kulli syaiin qadir, subhanalla walhamdulillah wa laailaaha illallah wallahu akbar walaa haula wa laa quwwata illa billah (tiada tuhan selain Allah yang maha esa dan tiada sekutu baginya, bagi-Nya kerajaan dan pujian, dan Dia kuasa atas segala sesuatu, Maha suci Allah dan segala puji baginya tiada tuhan selain-Nya, Allah Mahabesar tiada daya dan kekuatan selain-Nya) lalu ia meminta ampun kepada Allah, dan jika ia berdoa maka akan dikabulkan dan jika ia shalat maka shalatnya akan diterima.”

Ada banyak sekali riwayat yang membahas tentang keistimewaan membaca tahlil. Empat keistimewaan di atas kiranya sudah cukup untuk menumbuhkan semangat kita dalam membacanya. Semogalah kita senantiasa melantunkan lafadz tahlil ini sebagai tanda kita selalu ingat kepada Allah SWT.

Habib Mucharror

Content Creator at Pecihitam.org
Santri Pesantren Raudlatul Ulum Guyangan
Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Habib Mucharror
Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi, menyedekahkan sebagian harta kamu di Jalan Dakwah

DONASI SEKARANG