Bacaan Niat Puasa Idul Adha Arab, Latin dan Keutamaannya

niat puasa idul adha

Pecihitam.org – Dzulhijjah merupakan salah satu bulan istimewa bagi umat islam. Di dalam bulan tersebut terdapat hari penting yaitu Idul Adha yang mana punya keunggulan dan keistimewaan bagi orang yang merayakannya dengan berbagai amalan ibadah.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Salah satu amalan ibadah penting pada Idul Adha adalah puasa sunnah dua hari berturut-turut sebelum tanggal 10 dzulhijah tiba, atau biasa dikenal dengan nama puasa arofah dan puasa tarwiyyah. Bahkan ada yang mensunahkan puasa dari tanggal 1 Dzulhijjah.

Keutamaan Puasa Idul Adha

Banyak sekali hikmah dari adanya ibadah di bulan dzulhijjah terhitung sejak tanggal 1 sampai dengan tanggal 10 dzulhijjah, diantaranya sebagaimana yang keterangan pada sebuah hadits berikut ini.

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ

Artinya: “Puasa Arofah dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.”

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a bahwa Nabi Saw bersabda:

ما من أيام العمل الصالح فيها أحب إلى الله من هذه الأيام يعني أيام العشر قالوا: يا رسول الله! ولا الجهاد في سبيل الله؟ قال: ولا الجهاد في سبيل الله إلا رجل خرج بنفسه وماله فلم يرجع من ذلك شيء

Baca Juga:  Shalat Id; Hukum, Waktu dan Tata Cara Pelaksanaannya?

Tidak ada perbuatan yang lebih disukai oleh Allah SWT, dari pada perbuatan baik yang dilakukan pada sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah. Para sahabat bertanya : Ya Rasulullah! walaupun jihad di jalan Allah? Sabda Rasulullah: Walau jihad pada jalan Allah kecuali seorang lelaki yang keluar dengan dirinya dan harta bendanya, kemudian tidak kembali selama-lamanya (menjadi syahid). (HR Bukhari).

Oleh karenanya penting bagi kita mengetahui dan memahami makna yang hadir dari pelaksanaan pengamalan ibadah khususnya dari tanggal 1 sampai tanggal 10 dzulhijjah. Berikut adalah keistimewaan-keistimewaan tersebut:

  • Tanggal 1 bulan Dzulhijah adalah hari di mana Allah swt mengampuni dosanya Nabi Adam as. Barang siapa berpuasa pada hari itu, Allah swt akan mengampuni segala dosanya.
  • Tanggal 2 bulan Dzulhijah adalah hari di mana Allah swt mengabulkan doa Nabi Yunus dengan mengeluarkannya dari perut ikan. Barang siapa berpuasa pada hari itu seolah olah telah beribadah selama satu tahun penuh tanpa berbuat maksiat sekejap pun.
  • Tanggal 3 bulan Dzulhijah adalah hari di mana Allah swt mengabulkan doa Nabi Zakaria. Barang siapa berpuasa pada hari itu, maka Allah swtakan mengabulkan segala do’anya.
  • Tanggal 4 bulan Dzulhijah adalah hari di mana Nabi Isa AS dilahirkan. Barang siapa berpuasa pada hari itu akan terhindar dari kesengsaraan dan kemiskinan.
  • Tanggal 5 bulan Dzulhijah adalah hari di mana Nabi Musa AS dilahirkan, barang siapa berpuasa pada hari itu akan bebas dari kemunafikan dan azab kubur.
  • Tanggal 6 bulan Dzulhijah adalah hari dimana Allah Swt. membuka pintu kebajikan untuk Nabi-Nya. Barang siapa berpuasa pada hari itu akan dipandang oleh Allah dengan penuh rahmat dan tidak akan diadzab.
  • Tanggal 7 dzulhijjah adalah hari ditutupnya pintu nerka jahannam dan tidak akan dibuka sebelum hari ke-10 lewat. Barang siapa berpuasa pada hari itu Allah swt akan menutup 30 pintu kemiskinan dan kesukaran serta akan membuka 30 pintu kesenangan dan kemudahan.
  • Tanggal 8 dzulhijjah adalah hari Tarwiyah. Barang siapa berpuasa pada hari itu akan memperoleh pahala yang tidak diketahui besarnya kecuali oleh Allah swt.
  • Tanggal 9 dzulhijjah adalah hari Arafah. Barang siapa berpuasa pada hari itu puasanya menjadi tebusan dosanya setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.
  • Tanggal 10 dzulhijjah adalah hari raya Idul Qurban. Barang siapa menyembelih Qurban, maka pada tetesan pertama darah Qurban akan diampunkan dosa dosanya dan dosa anak anak dan istrinya.
Baca Juga:  Menangis dalam Shalat, Batalkah Shalatnya? Begini Penjelasan Ulama

Niat Puasa Idul Adha

Niat menjalankan ibadah puasa sejak hari pertama hingga ke sembilan Dzulhijjah merupakan bagian dari amalan penting dalam menyambut kedatangan hari raya Idul Adha. Berikut adalah bacaan niat puasa idul adha yang melingkupi puasa tanggal 1-7 Dzulhijjah, puasa tarwiyah dan puasa asyura.

Niat Puasa Sunah Tanggal 1 – 7 Dzulhijjah

نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِي الْحِجَّةِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

“Nawaitu Shauma Syahri Dzilhijjati Sunnatan Lillahi Ta’aalaa”

Artinya :”Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah karena Allah Ta’ala”

Niat Puasa Tarwiyah Tanggal 8 Dzulhijjah

نَوَيْتُ صَوْمَ التَّرْوِيَةَ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

“Nawaitu Shaumat Tarwiyata Sunnatan Lillahi Ta’alaa”

Artinya : “Saya niat puasa sunnah tarwiyah karena Allah Ta’ala”

Niat Puasa Arafah Tanggal 9 Dzulhijjah

Baca Juga:  Kurban Patungan yang Tidak Diperbolehkan dalam Islam

نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

Nawaitu Shauma ‘Arofata Sunnatan Lillahi Ta’alaa”

Artinya :”Saya niat puasa sunnah arafah karena Allah Ta’ala”

Semoga bermanfaat. Wallahua’lam bisshawab.

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik