Kejutan Terburuk Allah yang Diberikan kepada Kita Hamba-Nya

Kejutan Terburuk Allah yang Diberikan kepada Kita Hamba-Nya

Pecihitam.org – Sebagai muslim yang taat, pastinya apa yang telah diperintahkan oleh Allah akan selalu dilaksanakan dan apa yang dimurkainya sebisa mungkin dijauhi sejauh jauh mungkin. Dengan harap? Kita mendapatkan Ridha-Nya dan berharap Surganya.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Namun bagaimana jadinya jikalau kebaikan kebaikan yang selama ini kita kerjakan malah menjerumuskan kita ke dalam neraka dengan sebab musabab lainnya yang tidak kita sadari? Tentu ini bakal menjadi kejutan terburuk Allah yang diberikan kepada kita hambanya.

Bagaimana tidak? kebaikan yang selama ini kita lakukan baik itu Sholat, puasa, zakat dan lainnya hanyalah sekedar Ibadah saja tanpa harus bernilai disisi Allah SWT.

Seperti dalam sebuah Hadits riwayat Al-Baihaqi dengan sanad Jayyid, dari sekitar enam atau tujuh sahabat Nabi Saw, mereka berkata “Sungguh, pada hari kiamat nanti seseorang akan diperlihatkan lembaran amalnya sehingga ia mengetahui bahwa dirinya selamat dari siksa neraka. Akan tetapi, orang orang yang dizaliminya akan terus menuntutnya sampai tak tersisa lagi pahala kebaikan baginya, sehingga dosa dosa mereka dibebankan kepadanya”

Dan rupanya ini disebabkan seringnya kita menzalimi orang lain. Zalim, satu kata yang berarti meletakkan sesuatu bukan tempat yang telah diatur syariat (Prof. DR. Wahbah Az-Zuhaili, Ensiklopedia Akhlak Muslim; 121).

Baca Juga:  Anda Sedang Sakit? Bergemberilah! Allah Menggugurkan Dosa dan Mengangkat Derajatmu

Dan Zalim yang paling murka ialah zalim kepada sesama manusia, baik itu dalam bentuk Bully, perampasan hak maupun melukai secara fisik secara fatal, mencela, memfitnah, maupun membunuh sesama tanpa alasan yang dibenarkan.

Lantas bagaimana pandangan Islam mengenai berbuat Zalim? Perihal ini dibahas dalam QS. Ibrahim [14]: 42-43

Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira, bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak, Mereka datang bergegas-gegas memenuhi panggilan dengan mangangkat kepalanya, sedang mata mereka tidak berkedip-kedip dan hati mereka kosong.

Sedangkan dalam Hadits Qudsi yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah dari Abu Dzarr r.a., dari Nabi Muhammad Saw, Allah Saw berfirman:

Wahai Hamba Hambaku, sesungguhnya Aku telah mengharamkan Kezaliman bagi diri-Ku, dan Aku-pun telah menjadikannya haram bagi kalian. Maka janganlah kalian saling menzalimi”

Lantas Mengapa Allah sangat melarang perbuatan Kezaliman? Jelas karena perbuatan ini hanya akan mendorong terjadinya pertumpahan darah antar kelompok manusia serta munculnya bentuk penghalalan atas apa yang telah diharamkan sebelumnya.

Sehingga berangkat dari ayat dan hadits diatas tentunya akan membuat kita berpikir tentang bagaimana bentuk hukuman Allah bagi mereka yang sangat gemar berbuat zalim? Seperti pada hadits yang diriwayatkan oleh Imam Al Bukhari, Muslim dan Imam Tirmidzi yang diceritakan dari Abu Musa Al-Asy’ari r.a., Rasulullah Saw bersabda:

Baca Juga:  Inilah 6 Jenis Kelompok Orang dalam Pelaksanaan Sholat Jumat

Sesungguhnya Allah memperlambat hukuman bagi orang yang Zalim, ketika Allah telah menurunkan hukuman kepadanya maka hukuman itu tidak akan lepas darinya

kemudian beliau membaca sebuah ayat,

Dan begitulah azab Tuhanmu, apabila dia mengazab penduduk negeri-negeri yang berbuat zalim. Sesungguhnya azab-Nya itu adalah sangat pedih lagi keras. (QS. Hud [11]: 102)

Tidak hanya itu, Rasulullah pun menjuluki mereka sebagai orang orang yang bangkrut. Tentu hal ini sangat dibenarkan, bagaimana tidak? mereka yang telah berusaha melakukan apa yang telah di perintahkan Allah dengan harap pahala masuk dalam kantong amal perbuatannya malah terbakar habis dari perbuatan zalimnya terhadap sesama manusia.

Seperti yang dijelaskan dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan Imam Muslim dan Imam Tirmidzi dari Abu Hurairah r.a., Rasulullah Saw., bersabda:

Tahukah kalian siapakah orang yang bangkrut?” para sahabat menjawab “Orang yang bangkrut adalah orang yang tidak punya uang atau perhiasan” kemudian Beliau menjawab “Sesungguhnya orang yang bangkrut itu dari umatku adalah orang yang pada hari kiamat membawa pahala Shalat, puasa dan zakat. Pada saat yang sama, ia pun dituntut karena telah mencela si ini, menfitnah si itu, memakan harta si ini dan membunuh si itu. maka, sebagian pahala kebaikannya diberikan pada si ini dan sebagian dari pahala kebaikannya diberikan (lagi) pada si itu. Ketika pahala kebaikannya telah habis, sedangkan tuntutan kepadanya belum terpenuhi maka diambillah dosa dosa para penuntut, lalu dilimpahkan kepadanya, sehingga ia dilemparkan ke dalam neraka

Baca Juga:  Siapakah Ahli Bid'ah yang Sebenarnya? Berikut 4 Ciri-ciri Mereka

Hingga Dari dari hadits diatas dapat kita simpulkan bahwa menzalimi orang lain hanya akan membuat kita menyumbangkan pahala yang kita usahakan sebisa mungkin untuk orang lain. Sedangkan kita mendapatkan apa? Tidak lebih dari rasa lelah dan letih.

Rosmawati

Leave a Reply

Your email address will not be published.