Surah Al-A’raf Ayat 150-151; Seri Tadabbur Al-Qur’an

Surah Al-A'raf Ayat 150-151; Seri Tadabbur Al-Qur'an

Pecihitam.org – Allah SWT mengisahkan di dalam Surah Al-A’raf Ayat 150-151 bagaimana Musa as. bersedih hati setelah ia kembali dari bermunajat kepada Allah dikarenakan perbuatan yang dilakukan oleh kaumnya semenjak ia meninggalkan mereka.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Terjemahan dan Tafsir Al Qur’an Surah Al-A’raf Ayat 150-151;

Surah Al-A’raf Ayat 150
وَلَمَّا رَجَعَ مُوسَىٰ إِلَىٰ قَوْمِهِ غَضْبَانَ أَسِفًا قَالَ بِئْسَمَا خَلَفْتُمُونِي مِنْ بَعْدِي ۖ أَعَجِلْتُمْ أَمْرَ رَبِّكُمْ ۖ وَأَلْقَى الْأَلْوَاحَ وَأَخَذَ بِرَأْسِ أَخِيهِ يَجُرُّهُ إِلَيْهِ ۚ قَالَ ابْنَ أُمَّ إِنَّ الْقَوْمَ اسْتَضْعَفُونِي وَكَادُوا يَقْتُلُونَنِي فَلَا تُشْمِتْ بِيَ الْأَعْدَاءَ وَلَا تَجْعَلْنِي مَعَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ

Terjemahan: Dan tatkala Musa telah kembali kepada kaumnya dengan marah dan sedih hati berkatalah dia: “Alangkah buruknya perbuatan yang kamu kerjakan sesudah kepergianku! Apakah kamu hendak mendahului janji Tuhanmu? Dan Musapun melemparkan luh-luh (Taurat) itu dan memegang (rambut) kepala saudaranya (Harun) sambil menariknya ke arahnya, Harun berkata: “Hai anak ibuku, sesungguhnya kaum ini telah menganggapku lemah dan hampir-hampir mereka membunuhku, sebab itu janganlah kamu menjadikan musuh-musuh gembira melihatku, dan janganlah kamu masukkan aku ke dalam golongan orang-orang yang zalim”

Tafsir Jalalain: وَلَمَّا رَجَعَ مُوسَىٰ إِلَىٰ قَوْمِهِ غَضْبَانَ (Dan tatkala Musa kembali kepada kaumnya dalam keadaan marah) oleh sebab perbuatan mereka أَسِفًا (dan sedih hati) yakni amat bersedih hati

قَالَ (berkatalah dia,) kepada mereka بِئْسَمَا (“Alangkah buruknya perbuatan) teramat jelek perbuatan خَلَفْتُمُونِي (yang kamu kerjakan) dalam hal ini مِنْ بَعْدِي (sesudah kepergianku!) dimaksud pekerjaanmu ini di mana kamu berlaku musyrik.

أَعَجِلْتُمْ أَمْرَ رَبِّكُمْ ۖ وَأَلْقَى الْأَلْوَاحَ (Apakah kamu hendak mendahului janji Tuhanmu?” Dan Musa pun melemparkan lempengan-lempengan) yaitu lempengan-lempengan Kitab Taurat karena marah kepada kaumnya, sehingga lempengan-lempengan itu pecah

Baca Juga:  Surah Ar-Rum Ayat 24-25; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

وَأَخَذَ بِرَأْسِ أَخِيهِ (dan ia memegang rambut kepala saudaranya) dengan tangan kanannya dan jenggotnya dengan tangan kirinya يَجُرُّهُ إِلَيْهِ (sambil menariknya ke arahnya) saking marahnya

قَالَ (Harun berkata,) “Hai ابْنَ أُمَّ (anak ibuku!) dengan mim dikasrahkan dan difathahkan, yang dimaksud adalah ummi, penyebutan dengan kata-kata ini untuk lebih menimbulkan rasa sayang ke dalam hati Musa

إِنَّ الْقَوْمَ اسْتَضْعَفُونِي وَكَادُوا (Sesungguhnya kaum ini telah menganggapku lemah dan hampir-hampir mereka) hampir saja يَقْتُلُونَنِي فَلَا تُشْمِتْ (membunuhku, sebab itu janganlah kamu menjadikan gembira) membuat girang

بِيَ الْأَعْدَاءَ (musuh-musuh melihatku) karena kamu menghinakan diriku وَلَا تَجْعَلْنِي مَعَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ (dan janganlah kamu masukkan aku ke dalam golongan orang-orang yang zalim.”) sebagaimana engkau memperlakukan orang yang benar-benar menyembah anak sapi.

Tafsir Ibnu Katsir: Abu Darda mengatakan: Kata “أَسِف” berarti marah yang teramat sangat. Musa berkata: قَالَ بِئْسَمَا خَلَفْتُمُونِي مِنْ بَعْدِي (Alangkah buruknya perbuatan yang engkau kerjakan sesudah kepergianku) maksudnya betapa buruk apa yang telah kalian lakukan dalam penyembahan kalian terhadap anak lembu setelah kepergianku meninggalkan kalian.

أَعَجِلْتُمْ أَمْرَ رَبِّكُمْ (Apakah engkau hendak mendahului janji Rabb-mu?) artinya apakah kalian tidak sabar menungguku di tengah-tengah kalian, padahal yang demikian itu telah ditentukan oleh Allah Ta’ala.

وَأَلْقَى الْأَلْوَاحَ وَأَخَذَ بِرَأْسِ أَخِيهِ يَجُرُّهُ إِلَيْهِ (Dan Musa pun melemparkan alwah Taurat itu dan memegang rambut kepala saudaranya Harun sambil menariknya ke arahnya) Secara jelas konteks ayat ini menerangkan bahwa Musa melemparkan alwah itu karena marah terhadap kaumnya. Demikian menurut pendapat jumhurul ulama, baik salaf maupun khalaf.

Baca Juga:  Surah Al-A'raf Ayat 52-53; Seri Tadabbur Al-Qur'an

وَأَخَذَ بِرَأْسِ أَخِيهِ يَجُرُّهُ إِلَيْهِ (Dan Musa pun melemparkan alwah itu dan memegang rambut kepala saudaranya Harun sambil menariknya ke arahnya) Karena ia khawatir Harun telah lalai untuk melarang mereka melakukan hal tersebut.

ابْنَ أُمَّ إِنَّ الْقَوْمَ اسْتَضْعَفُونِي وَكَادُوا يَقْتُلُونَنِي فَلَا تُشْمِتْ بِيَ الْأَعْدَاءَ وَلَا تَجْعَلْنِي مَعَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ (Hai anak ibuku, sesungguhnya kaum ini telah menganggapku lemah dan hampir-hampir mereka akan membunuhku, sebab itu janganlah engkau menjadikan musuh-musuh gembira melihatku, dan janganlah engkau masukkan aku ke dalam golongan orang-orang yang zhalim).

Maksudnya, janganlah engkau memasukkanku ke dalam kumpulan mereka, dan jangan pula mencampurkan diriku bersama mereka.

Ucapan Harun, “Putera ibuku” itu dimaksudkan supaya lebih lembut dan menyentuh hati Musa, karena mereka berdua adalah saudara kandung dari ayah dan ibu yang lama.

Surah Al-A’raf Ayat 151
قَالَ رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِأَخِي وَأَدْخِلْنَا فِي رَحْمَتِكَ ۖ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ

Terjemahan: Musa berdoa: “Ya Tuhanku, ampunilah aku dan saudaraku dan masukkanlah kami ke dalam rahmat Engkau, dan Engkau adalah Maha Penyayang di antara para penyayang”.

Tafsir Jalalain: قَالَ رَبِّ اغْفِرْ لِي (Musa berdoa, “Ya Tuhanku! Ampunilah aku) atas apa yang telah kuperbuat terhadap saudaraku وَلِأَخِي (dan saudaraku) Musa menyertakan saudaranya dalam doa demi untuk membuatnya rela atas apa yang telah ia lakukan kepadanya dan sekaligus untuk menolak agar musuh jangan girang melihat sikapnya terhadap saudaranya itu

Baca Juga:  Surah Al-A'raf ayat 4-7; Seri Tadabbur Al-Qur'an

وَأَدْخِلْنَا فِي رَحْمَتِكَ ۖ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ (dan masukkanlah kami ke dalam rahmat Engkau, dan Engkau adalah Maha Penyayang di antara para penyayang.”).

Tafsir Ibnu Katsir: Setelah Musa as. mengetahui benar bahwa Harun bersih dari apa yang dikerjakan kaumnya itu, sebagaimana firman Allah yang artinya:

“Dan sesungguhnya Harun telah berkata kepada mereka sebelumnya: ‘Hai kaumku, sesungguhnya kamu hanya diberi cobaan dengan anak lembu itu dan sesungguhnya Rabbmu adalah (Allah) yang Maha Pemurah, maka ikutilah aku dan taatilah perintahku”. (QS. Thaha 90),

Pada saat itu, Musa berdoa: رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِأَخِي وَأَدْخِلْنَا فِي رَحْمَتِكَ ۖ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ (Ya Rabbku, ampunilah aku dan saudaraku dan masukkanlah kami ke dalam rahmat-Mu dan Engkau adalah Mahapenyayang di antara para penyayang).

Demikian Terjemahan dan Tafsir Surah Al-A’raf Ayat 150-151 berdasarkan Tafsir Jalalain dan Tafsir Ibnu Katsir. Semoga menambah khazanah ilmu kita tentang Al Qur’an dan menjadi cahaya dalam kehidupan kita saat ini dan kehidupan berikutnya. Aamiin

M Resky S