Surah Al-A’raf Ayat 191-198; Seri Tadabbur Al-Qur’an

Surah Al-A'raf Ayat 191-198

Pecihitam.org – Surah Al-A’raf Ayat 191-198 pengingkaran dari Allah SWT terhadap orang-orang musyrik yang menyembah sekutu-sekutu, berhala dan patung selain Allah, padahal kesemuanya itu adalah makhluk Allah yang tidak memiliki kemampuan apa pun.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Terjemahan dan Tafsir Al Qur’an Surah Al-A’raf Ayat 191-198

Surah Al-A’raf Ayat 191
أَيُشْرِكُونَ مَا لَا يَخْلُقُ شَيْئًا وَهُمْ يُخْلَقُونَ

Terjemahan: Apakah mereka mempersekutukan (Allah dengan) berhada-berhala yang tak dapat menciptakan sesuatupun? Sedangkan berhala-berhala itu sendiri buatan orang.

Tafsir Jalalain: أَيُشْرِكُونَ (Apakah mereka mempersekutukan) Allah dalam ibadah مَا لَا يَخْلُقُ شَيْئًا وَهُمْ يُخْلَقُونَ (dengan berhala-berhala yang tak dapat menciptakan sesuatu pun? Sedangkan berhala-berhala itu sendiri buatan orang).

Tafsir Ibnu Katsir: Maksudnya, apakah kalian (orang-orang musyrik) mempersekutukan Allah dengan sembahan-sembahan yang tidak dapat menciptakan sesuatu apa pun dan tidak mampu untuk itu. Yang demikian sebagaimana firman Allah yang artinya:

“Hai sekalian manusia, telah dibuat perumpamaan, maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalat pun, meskipun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemah yang menyembah dan amat lemah pula yang disembah. Mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagung yang semestinya. Sesungguhnya Allah benar-benar Mahakuat lagi perkasa”. (QS. Al-Hajj: 73-74)

Allah SWT memberitahukan bahwa, jika berhala-berhala mereka itu secara keseluruhan berkumpul, niscaya mereka tidak akan mampu menciptakan seekor lalat. Bahkan jika ada seekor lalat yang mengambil sedikit dari makanan dan membawanya terbang, niscaya mereka tidak sanggup menyelamatkan makanan itu darinya. Dengan sifat dan keadaan seperti itu, bagaimana mungkin diibadahi untuk dimintai rizki dan pertolongan?

Oleh karena itu, Allah berfirman: لَا يَخْلُقُ شَيْئًا وَهُمْ يُخْلَقُونَ (Yang tidak dapat menciptakan sesuatu pun? Sedangkan berhala-berhala itu sendiri buatan orang) maksudnya justru mereka (berhala-berhala) itu merupakan suatu benda yang dicipta dan dibuat.

Sebagaimana yang dikatakan Ibrahim Khalilullah dalam firman Allah yang artinya: “Apakah kamu menyembah patung-patung yang kamu pahat itu?” (QS. Ash-Shaaffaat: 95)

Surah Al-A’raf Ayat 192
وَلَا يَسْتَطِيعُونَ لَهُمْ نَصْرًا وَلَا أَنْفُسَهُمْ يَنْصُرُونَ

Terjemahan: Dan berhala-berhala itu tidak mampu memberi pertolongan kepada penyembah-penyembahnya dan kepada dirinya sendiripun berhala-berha]a itu tidak dapat memberi pertolongan.

Tafsir Jalalain: وَلَا يَسْتَطِيعُونَ لَهُمْ (Dan berhala-berhala itu terhadap mereka tidak dapat) terhadap para pengabdinya نَصْرًا وَلَا أَنْفُسَهُمْ يَنْصُرُونَ (memberikan pertolongan, dan kepada dirinya sendiri pun berhala-berhala itu tidak dapat memberi pertolongan) tidak dapat mencegah orang yang bermaksud merusak mereka, apakah orang itu mau memecahkannya atau mau berbuat yang lain. Istifham/kata tanya di sini mempunyai pengertian untuk mencemoohkan.

Baca Juga:  Surah Al-Hasyr Ayat 8-10; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Tafsir Ibnu Katsir: وَلَا يَسْتَطِيعُونَ لَهُمْ نَصْرًا (Dan berhala-berhala itu tidak mampu memberi pertolongan kepada mereka) Yaitu, kepada penyembah-penyembahnya.

وَلَا أَنْفُسَهُمْ يَنْصُرُونَ (Dan kepada dirinya sendiri pun berhala-berhala itu tidak dapat memberi pertolongan) maksudnya, berhala-berhala itu pun tidak sanggup menolong diri mereka sendiri dari orang-orang yang berniat jahat kepadanya.

Surah Al-A’raf Ayat 193
وَإِنْ تَدْعُوهُمْ إِلَى الْهُدَىٰ لَا يَتَّبِعُوكُمْ ۚ سَوَاءٌ عَلَيْكُمْ أَدَعَوْتُمُوهُمْ أَمْ أَنْتُمْ صَامِتُونَ

Terjemahan: Dan jika kamu (hai orang-orang musyrik) menyerunya (berhala) untuk memberi petunjuk kepadamu, tidaklah berhala-berhala itu dapat memperkenankan seruanmu; sama saja (hasilnya) buat kamu menyeru mereka ataupun kamu berdiam diri.

Tafsir Jalalain: وَإِنْ تَدْعُوهُمْ (Dan jika kamu menyerunya) menyeru berhala-berhala itu إِلَى الْهُدَىٰ لَا يَتَّبِعُوكُمْ (untuk memberi petunjuk kepadamu, tidaklah berhala-berhala itu dapat memperkenankan seruanmu) dengan memakai takhfif dan tasydid

سَوَاءٌ عَلَيْكُمْ أَدَعَوْتُمُوهُمْ (sama saja hasilnya buat kamu menyeru mereka) untuk meminta petunjuk أَمْ أَنْتُمْ صَامِتُونَ (atau pun kamu berdiam diri) tidak menyeru mereka, maka mereka pasti tidak dapat memenuhi permintaanmu karena mereka tidak dapat mendengar.

Tafsir Ibnu Katsir: Bahwa berhala-berhala ini tidak dapat mendengar seruan orang yang menyeranya. Keadaannya akan sama, diseru atau didiamkan. Sebagaimana yang dikatakan Ibrahim as. melalui firman Allah yang artinya: “Wahai bapakku, mengapa engkau menyembah sesuatu yang tidak mendengar, tidak melihat dan tidak dapat menolakmu sedikit pun?” (QS. Maryam: 42)

Surah Al-A’raf Ayat 194
إِنَّ الَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ عِبَادٌ أَمْثَالُكُمْ ۖ فَادْعُوهُمْ فَلْيَسْتَجِيبُوا لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ

Terjemahan: Sesungguhnya berhala-berhala yang kamu seru selain Allah itu adalah makhluk (yang lemah) yang serupa juga dengan kamu. Maka serulah berhala-berhala itu lalu biarkanlah mereka mmperkenankan permintaanmu, jika kamu memang orang-orang yang benar.

Tafsir Jalalain: إِنَّ الَّذِينَ تَدْعُونَ (Sesungguhnya berhala-berhala yang kamu seru) yang kamu sembah مِنْ دُونِ اللَّهِ عِبَادٌ (selain Allah itu adalah makhluk yang lemah) hamba-hamba

أَمْثَالُكُمْ ۖ فَادْعُوهُمْ فَلْيَسْتَجِيبُوا لَكُمْ (yang serupa juga dengan kamu. Maka serulah berhala-berhala itu lalu biarkanlah mereka memperkenankan permintaanmu) doa kamu

إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ (jika kamu memang orang-orang yang benar) dalam anggapanmu bahwa mereka adalah Tuhan. Kemudian Allah menjelaskan tentang kelemahan berhala-berhala tersebut dan Dia menjelaskan pula bahwa justru para pengabdinyalah yang lebih utama dari berhala-berhala itu sendiri.

Tafsir Ibnu Katsir: Setelah itu Allah menyebutkan, bahwa berhala-berhala itu adalah sama dengan penyembahnya, yaitu sama-sama diciptakan, bahkan manusia lebih sempurna daripada berhala-berhala tersebut, karena mereka dapat mendengar, melihat dan memegang, sedangkan berhala-berhala itu tidak dapat melakukannya sama sekali.

Surah Al-A’raf Ayat 195
أَلَهُمْ أَرْجُلٌ يَمْشُونَ بِهَا ۖ أَمْ لَهُمْ أَيْدٍ يَبْطِشُونَ بِهَا ۖ أَمْ لَهُمْ أَعْيُنٌ يُبْصِرُونَ بِهَا ۖ أَمْ لَهُمْ آذَانٌ يَسْمَعُونَ بِهَا ۗ قُلِ ادْعُوا شُرَكَاءَكُمْ ثُمَّ كِيدُونِ فَلَا تُنْظِرُونِ

Baca Juga:  Surah An Nisa Ayat 92-93; Seri Tadabbur Al Qur'an

Terjemahan: Apakah berhala-berhala mempunyai kaki yang dengan itu ia dapat berjalan, atau mempunyai tangan yang dengan itu ia dapat memegang dengan keras, atau mempunyai mata yang dengan itu ia dapat melihat, atau mempunyai telinga yang dengan itu ia dapat mendengar? Katakanlah: “Panggillah berhala-berhalamu yang kamu jadikan sekutu Allah, kemudian lakukanlah tipu daya (untuk mencelakakan)-ku. tanpa memberi tangguh (kepada-ku)”.

Tafsir Jalalain: أَلَهُمْ أَرْجُلٌ يَمْشُونَ بِهَا ۖ أَمْ (Apakah berhala-berhala itu mempunyai kaki yang dengan itu mereka dapat berjalan atau) bahkan apakah لَهُمْ أَيْدٍ (mereka mempunyai tangan-tangan) bentuk jamak dari lafal yadun/tangan

يَبْطِشُونَ بِهَا ۖ أَمْ (yang dengan tangan-tangan itu mereka dapat memukul atau) bahkan apakah لَهُمْ أَعْيُنٌ يُبْصِرُونَ بِهَا ۖ أَمْ (mereka mempunyai mata yang dengan mata itu mereka dapat melihat atau) bahkan apakah

لَهُمْ آذَانٌ يَسْمَعُونَ بِهَا (mereka mempunyai telinga yang dengan telinga itu mereka dapat mendengar?) kata tanya yang terdapat di dalam ayat ini menunjukkan makna ingkar.

Yakni bahwa berhala-berhala itu tidak mempunyai sesuatu pun dari hal-hal tersebut seperti apa yang kamu sekalian miliki. Lalu mengapa kamu menyembahnya sedang diri kamu sendiri keadaannya jauh lebih baik daripada mereka.

قُلِ (Katakanlah) kepada mereka, hai Muhammad ادْعُوا شُرَكَاءَكُمْ (“Panggillah berhala-berhalamu yang kamu jadikan sekutu bagi Allah itu) untuk mencelakakanku

ثُمَّ كِيدُونِ فَلَا تُنْظِرُونِ (kemudian lakukanlah tipu-daya kepadaku tanpa memberi tangguh kepadaku”) memberi tenggang waktu karena aku tidak lagi memperdulikanmu.

Tafsir Ibnu Katsir: قُلِ ادْعُوا شُرَكَاءَكُمْ (Katakanlah, Panggillah berhala-berhalamu yang kamu jadikan sekutu Allah) Dengan kata lain, mintalah bantuan kepada berhala-berhala itu untuk melawanku (Rasulullah saw), tanpa memberi tangguh sekejap mata pun dan kerahkanlah semua kekuatan dan tenaga kalian.

Surah Al-A’raf Ayat 196
إِنَّ وَلِيِّيَ اللَّهُ الَّذِي نَزَّلَ الْكِتَابَ ۖ وَهُوَ يَتَوَلَّى الصَّالِحِينَ

Terjemahan: Sesungguhnya pelindungku ialahlah Yang telah menurunkan Al Kitab (Al Quran) dan Dia melindungi orang-orang yang saleh.

Tafsir Jalalain: إِنَّ وَلِيِّيَ اللَّهُ (Sesungguhnya pelindungku ialah Allah) yang mengurusi perkaraku الَّذِي نَزَّلَ الْكِتَابَ (yang telah menurunkan Alkitab) Al-Qur’an وَهُوَ يَتَوَلَّى الصَّالِحِينَ (dan Dia melindungi orang-orang yang saleh) memeliharanya.

Tafsir Ibnu Katsir: Maksudnya, cukuplah bagiku Allah, Allahlah satu-satunya penolong bagiku. Hanya kepada-Nya aku bersandar dan berlindung. Allah adalah pelindungku di dunia dan akhirat dan Allah adalah pelindung bagi setiap orang shalih setelahku.

Surah Al-A’raf Ayat 197
وَالَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ لَا يَسْتَطِيعُونَ نَصْرَكُمْ وَلَا أَنْفُسَهُمْ يَنْصُرُونَ

Terjemahan: Dan berhala-berhala yang kamu seru selain Allah tidaklah sanggup menolongmu, bahkan tidak dapat menolong dirinya sendiri.

Baca Juga:  Surah Al-A'raf Ayat 82-84; Seri Tadabbur Al-Qur'an

Tafsir Jalalain: (Dan berhala-berhala yang kamu seru selain Allah tidaklah sanggup menolongmu, bahkan tidak dapat menolong dirinya sendiri) lalu mengapa aku mempedulikan keadaan mereka.

Tafsir Ibnu Katsir: Ayat ini mempertegas apa yang terkandung dalam ayat sebelumnya, hanya saja ayat ini menggunakan shighah khithab (kata ganti orang kedua) dan ayat sebelumnya menggunakan shghah ghaib (kata ganti orang ketiga).

Oleh karena itu, Allah berfirman: لَا يَسْتَطِيعُونَ نَصْرَكُمْ وَلَا أَنْفُسَهُمْ يَنْصُرُونَ (Tidaklah sanggup menolongmu, bahkan tidak dapat menolong dirinya sendiri)

Surah Al-A’raf Ayat 198
وَإِنْ تَدْعُوهُمْ إِلَى الْهُدَىٰ لَا يَسْمَعُوا ۖ وَتَرَاهُمْ يَنْظُرُونَ إِلَيْكَ وَهُمْ لَا يُبْصِرُونَ

Terjemahan: Dan jika kamu sekalian menyeru (berhala-berhala) untuk memberi petunjuk, niscaya berhala-herhala itu tidak dapat mendengarnya. Dan kamu melihat berhala-berhala itu memandang kepadamu padahal ia tidak melihat.

Tafsir Jalalain: وَإِنْ تَدْعُوهُمْ (Dan jika kamu sekalian menyeru mereka) berhala-berhala itu إِلَى الْهُدَىٰ لَا يَسْمَعُوا ۖ وَتَرَاهُمْ (untuk memberi petunjuk, niscaya berhala-berhala tidak dapat mendengarnya. Dan kamu melihat mereka) berhala-berhala itu, hai Muhammad

يَنْظُرُونَ إِلَيْكَ (memandang kepadamu) yakni, mereka berhadapan denganmu bagaikan orang yang sedang memandang وَهُمْ لَا يُبْصِرُونَ (padahal mereka tidak dapat melihat).

Tafsir Ibnu Katsir: Seperti firman Allah yang artinya: “Jika kamu menyeru mereka mereka tiada mendengar seruanmu”. (QS. Faathir: 14)

وَتَرَاهُمْ يَنْظُرُونَ إِلَيْكَ وَهُمْ لَا يُبْصِرُونَ (Dan kamu melihat berhala-berhala itu memandang kepadamu padahal ia tidak melihat) Dalam ayat tersebut Allah berfirman: “يَنْظُرُونَ إِلَيْكَ” artinya berhala-berhala itu menghadap ke arah kalian dengan mata buatan, seakan-akan mereka melihat, padahal ia itu benda mati.

Oleh karena itu, berhala-berhala tersebut diperlakukan seperti makhluk yang berakal, karena ia dalam bentuk seperti manusia, lalu engkau melihat berhala-berhala itu memandang kepadamu. Maka, Allah mengungkapkannya dengan menggunakan dhamir (kata ganti) untuk makhluk yang berakal.

Shadaqallahul’adzim. Demikianlah telah kita tadabburi bersama Surah Al-A’raf Ayat 191-198 berdasarkan Tafsir Jalalain dan Tafsir Ibnu Katsir sebagai bagian dari Seri Tadabbur Al Qur’an kita.

Semoga pembahasan Surah Al-A’raf Ayat 191-198 ini bermanfaat dan semakin menambah khazanah ilmu kita, serta semakin meningkatkan kecintaan kita terhadap Al Qur’an sehingga ia dapat menjadi cahaya dalam kehidupan kita saat ini dan kehidupan berikutnya. Aamiin

M Resky S