Begini Makna yang Terdapat dalam Istilah Ramadhan Kareem dan Dasar Penyebutannya

Begini Makna yang Terdapat dalam Istilah Ramadhan Kareem dan Dasar Penyebutannya

PeciHitam.org – Beberapa saat mendatang, umat islam akan kedatangan tamu Agung bernama Bulan Ramadhan. Bulan penuh berkah dan ampunan, dengan pelipat-gandaan pahala bagi orang yang melakukan ketaatan kepad Allah SWT.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Dalam kalender Hijriyah (kalender tahun Islam), Ramadhan adalah bulan bernomor urut 9, diapit oleh bulan Syaban dan bulan syawwal. Bulan yang menjadi rumah bagi Puasa wajib, rukun islam ke-3. Bulan Ramadhan bukanlah bulan baru dalam sejarah Islam. Bulan ini sudah ada sebelum Hijrahnya Nabi Muhammad ke Madinah yang menjadi penanda Tahun Islam.

Datangnya bulan Ramadhan akan disambut oleh segenap Umat Islam dengan berbagai kartu ucapan dan saling broadchast pesan dalam media sosial. Beberapa Sosmed, WA, Instagram, Path, YouTube dan lain sebagainya ramai-ramai membuat meme atau tulisan pesan tentang Ramadhan.

Sebuah sambutan rutinan tahunan yang selalu dinanti oleh segenap Umat Islam. Beberapa pesan yang beredar menggunakan istilah Ramadhan Kareem, Ramadhan Mubarak, Ramadhan Maghfirah, Ramadhan Nuur dan istilah lainnya. Benarkan beberapa dari istilah tersebut?

Istilah Ramadhan Kareem

Ramadhan memang tidak terlepas dari bulan puasa yang disyariatkan/ diwajibkan mulai tahun 2 Hijriyah, bertepatan dengan perang Badar. Perang ini merupakan perang besar dan kemenangan pertama, Kaum Muslimin. Perintahnya termaktub dalam ayat;

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ (١٨٣

Artinya; Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa (Qs. Al-Baqarah: 183)

Ramadhan yang di dalamnya diwajibkan puasa mempunyai banyak keistimewaan. Untuk menyebutkan keistimewaan itu banyak banyak orang menyebut dengan Istilah Ramadhan Kareem. Padahal istilah ini secara Translitersai kurang benar adanya.

Dalam bahasa Arab, Ramadhan Kareem akan tertulis (رمضان كريم). Jika kita melihat pedoman transliterasi dalam bahasa Indonesia, penggunaan kata Ramadhan Kareem untuk menuliskan bahasa Arab tersebut memang kurang tepat. Yang tepat sesuai dengan transliterasi “Ramadlan KarÎm.

Akan tetapi kesulitan dan kekurang-praktisan penulisan menjadikan orang lebih mudah menulis dengan Kareem, transliterasi semacam ini juga biasa kita temukan di berbagai negara di luar Indonesia, utamanya jazirah Arab.

Jadi memang penulisan transliterasi yang demikian memang tidak salah secara mutlak, karena  keterbatasan bahasa Indonesia mewakili huruf bahasa Arab. Asalkan jangan sampai transliterasi merubah makna dan tulisan dalam bahasa Arab dengan mendasar tulisan bahasa Indonesia.

Baca Juga:  Penemuan Makam Imam al Bukhari dan Peran Presiden Soekarno

Kritik kedua dialamatkan kepada tulisan Ramadhan Kareem karena menggunakan kata kareem untuk mensifati Ramadhan. Sebagaimana kita tahu bahwa kata Kareem (كريم) merupakan sifat Allah SWT yang tidak pantas untuk disematkan kepada SelainNya.

Menjawab kritik kedua, yaitu bahwa penyematan sifat Mulia kepada Ramadhan adalah sebuah bentuk pengagungan yang tidak akan mungkin menyamai keagungan Allah Kareem. Pengangungan seorang Muslim kepada Ramadhan adalah kepanjangan dari pensifatan Allah kepadanya. Allah mensifati Ramadhan adalah bulan turunnya Al-Quran, bulan Ampunan dan bulan terbebas dari Neraka. Kiranya pantas seorang muslim menyebut, Ramadhan sebagai bulan mulia (Ramadhan Kareem)

Dasar Penyebutan Ramadhan Kareem

Ramadhan mempunyai banyak kemuliaan karena momentum yang berkaitan atau terjadi dalam bulan tersebut. Dasar-dasar kejadian berikut menjadi argumen penyebutan terhadap istilah Ramadhan Kareem. Beberapa kejadian yang terdokumentasi dalam Al-Quran adalah sebagai berikut;

  • Bulan Diturunkannya Al-Quran

Tidak ada perdebatan bahwa Bulan ramadhan adalah bulan yang mulia. Bulan ini dipilih  sebagai bulan untuk berpuasa dan pada bulan ini pula Al Quran diturunkan. Sebagaimana Allah berfirman;

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآَنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ

Artinya; (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu

Penafsir kenamaan, Ibnu Katsir RA menjelaskan Dalam ayat ini Allah SWT memuji bulan Puasa (Ramadhan) dari bulan-bulan lainnya.

Allah memuji demikian karena bulan ini telah Allah pilih sebagai bulan diturunkannya Al-Quran dari bulan-bulan lainnya. Sebagaimana pula pada bulan Ramadhan ini Allah telah menurunkan kitab-kitab sebelumnya lainnya pada para Nabi terdahulu.

  • Setan Dibelenggu, Pintu Neraka Ditutup dan Pintu Surga Dibuka

Pada bulan setan-setan dibelenggu, pintu Neraka Ditutup dan Pintu-pintu Surga Dibuka sebagaimana dijelaskan dalam Hadits;

Baca Juga:  Syarat Menjadi Mujtahid dan Tingkatan Ijtihadnya

إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ

Artinya; Apabila Ramadhan tiba, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan pun dibelenggu

  • Malam yang Penuh Kemuliaan dan Keberkahan

Pada Bulan Ramadhan terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan yaitu Lailatul Qadar (Malam Penentuan). Pada malam sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan adalah saat-saat diturunkannya Al-Quran;

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ (1) وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ (2) لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

Artinya; Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada lailatul qadar (malam kemuliaan). Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. (Qs. Al-Qadr: 1-3)

Dalam ayat lainnya juga dijelaskan Allah SWT berfirman;

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ

Artinya; Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan (QS. Ad Dukhan: 3)

  • Salah Satu Waktu Mustajab untuk Doa

Kemuliaan Ramadhan juga karena dalam bulan ini mendapat keistimewaan, sebagaimana Sabda Rasulullah SAW,

إِنَّ لِلّهِ فِى كُلِّ يَوْمٍ عِتْقَاءَ مِنَ النَّارِ فِى شَهْرِ رَمَضَانَ ,وَإِنَّ لِكُلِّ مُسْلِمٍ دَعْوَةً يَدْعُوْ بِهَا فَيَسْتَجِيْبُ لَهُ

Artinya; Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka pada setiap hari di bulan Ramadhan,dan setiap muslim apabila dia memanjatkan doa maka pasti dikabulkan

Nabi SAW juga menjelaskan dalam riwayat lainnya sebagai berikut;

Baca Juga:  Ketahuilah, Inilah Yang Menjadi Tanda-Tanda Kiamat Kubra

ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ وَالإِمَامُ الْعَادِلُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ

Artinya; Tiga orang yang doanya tidak tertolak: orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan doa orang yang dizholimi

Istilah Selain Ramadhan Kareem

Penyebutan tentang Ramadhan Kareem memang tidak disebutkan secara langsung dalam Hadits beliau, akan tetapi menyebut dengan Ramadhan Mubarak sebagaimana dalam Hadits,

ﻗَﺪْ ﺟَﺎﺀَﻛُﻢْ ﺭَﻣَﻀَﺎﻥُ، ﺷَﻬْﺮٌ ﻣُﺒَﺎﺭَﻙٌ، ﺍﻓْﺘَﺮَﺽَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﺻِﻴَﺎﻣَﻪُ، ﺗُﻔْﺘَﺢُ ﻓِﻴﻪِ ﺃَﺑْﻮَﺍﺏُ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ، ﻭَﺗُﻐْﻠَﻖُ ﻓِﻴﻪِ ﺃَﺑْﻮَﺍﺏُ ﺍﻟْﺠَﺤِﻴﻢِ، ﻭَﺗُﻐَﻞُّ ﻓِﻴﻪِ ﺍﻟﺸَّﻴَﺎﻃِﻴﻦُ، ﻓِﻴﻪِ ﻟَﻴْﻠَﺔٌ ﺧَﻴْﺮٌ ﻣِﻦْ ﺃَﻟْﻒِ ﺷَﻬْﺮٍ، ﻣَﻦْ ﺣُﺮِﻡَ ﺧَﻴْﺮَﻫَﺎ ﻓَﻘَﺪْ ﺣُﺮِﻡَ

Artinya; Telah datang kepada kalian Ramadhan, BULAN MUBARAK (bulan yang diberkahi). Allah mewajibkan atas kalian berpuasa padanya. Pintu-pintu surga dibuka padanya. Pintu-pintu Jahim (neraka) ditutup. Setan-setan dibelenggu. Di dalamnya terdapat sebuah malam yang lebih baik dibandingkan 1000 bulan. Siapa yang dihalangi dari kebaikannya, maka sungguh ia terhalangi (HR. Ahmad)

Penggunaan istilah Ramadhan Kareem atau Ramadhan Mubarak dalam Islam boleh-boleh saja. Terpenting dalam hal ini adalah kemampuan/ pengetahuan kita menjelaskan asal muasal sebuah Istilah.

Penghormatan kita pada bulan Ramadhan bukan sekedar memperdebatkan bagaimana penggunaan yang pas, akan tetapi kita menghidupkan Ramadhan dengan Ibadah dan Amal sholeh. Dengan memperbanyak Dzikir dan Tahmid kepada Allah SWT. Pengucapan Salam, sekiranya dengan memacu semangat untuk meningkatkan kepatuhan kepada Allah SWT dalam bulan Ramadhan.

Karena ungkapan dan ucapan Salam sesama orang Muslim pada dasarnya adalah bab Istiadat (Urf). Dan hukum asal dari kebiasaan ialah mubah (boleh saja), hingga datang dalil yang mengkhususkan status hukumnya. Maka barulah status mubah tersebut bisa berubah ke status hukum yang lain (yaitu wajib, sunnah, makruh). Hal yang menunjukkan bahwa ucapan selamat ialah kebiasaan, adalah perbuatan para shahabat yang saling memberi ucapan selamat di hari raya.

Ash-Shawabu Minallah

Mochamad Ari Irawan