Puasa Sunnah, Kategori dan Macam Macamnya

Puasa Sunnah, Kategori dan Macam Macamnya

PeciHitam.org – Puasa sunnah dalam Islam dapat dibagi menjadi empat kategori, pertama, puasa sunnah tahunan seperti puasa pada enam hari dibulan Syawal, puasa di hari Arafah dan puasa asyura (pada hari kesepuluh) dibulan Muharram. Kedua, puasa sunnah bulanan, contoh puasa Ayyamil Bhidh (Puasa tiga hari di setiap bulannya, yaitu tanggal 13, 14 dan 15). Ketiga, puasa sunnah mingguan seperti halnya puasa hari Senin dan Kamis. Keempat, puasa sunnah harian seperti puasa Daud, yaitu sehari puasa dan sehari tidak berpuasa.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Sebagaimana layaknya puasa yang sudah kita ketahui, puasa sunnah juga harus memenuhi syarat-syarat puasa, sebagaimana puasa wajib di bulan Ramadhan. Menahan diri dari makan dan minum dan nafsu dimulai sejak terbitnya fajar sampai dengan terbenamnya matahari.

Puasa diyakini sebagai bukti bahwasannya seseorang yang cinta kepada Allah Swt dan Rasul-Nya. Tidak mengherankan jika banyak umat Muslim menjalankan puasa, bukan hanya puasa wajib (Ramadhan), tapi juga puasa sunnah.

Orang yang cinta kepada Allah Swt dan Rasul-Nya, pasti akan melakukan apa yang diperintah dan menjauhi apa yang dilarang. Begitu juga halnya dengan puasa. Puasa merupakan ekspresi cinta seorang hamba kepada Tuhannya (lihat Buku Tata Cara dan Tuntunan Segala Jenis Puasa karya Nur Solikhin, hal 11-12).

Baca Juga:  Sunnah Haiat, Apa Itu dan Amalan-amalan Apa di Dalamnya?

Sebelas macam puasa yang apabila dijalankan oleh umat Muslim memiliki dampak positif yang banyak. Adapun puasa-puasa tersebut ialah;

  1. Puasa Senin-Kamis. Puasa Senin Kamis merupakan puasa sunnah yang biasa dilaksanakan oleh Rasulullah. Dilaksanakan pada hari Senin dan Kamis dengan tata cara yang sama dengan puasa pada umumnya.
  2. Puasa Kafarat. Puasa sunnah ini merupakan puasa yang dimaksudkan untuk menebus dosa yang pernah dilakukan. Contohnya, sengaja berhubungan badan di saat berpuasa Ramadhan
  3. Puasa Daud. Merupakan puasa yang dilakukan oleh nabi Daud dengan cara satu hari berpuasa dan hari selanjutnya tidak berpuasa. Kemudian hari selanjutnya berpuasa lagi.
  4. Puasa Syawwal. Merupakan puasa yang dilaksanakan pada awal bulan Syawwal.
  5. Puasa Tasu’a dan ‘Asyura. Puasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram.
  6. Puasa Tarwiyah dan ‘Arafah. Merupakan puasa yang dilaksanakan pada hari Tarwiyah yaitu pada tanggal 8 Dzulhijjah dan puasa sunnah yang dilaksanakan pada hari Arafah yaitu tanggal 9 Dzulhijah.
  7. Puasa Dalail. Yang dimaksud dengan puasa dalail yaitu puasa terus menerus sepanjang tahun kecuali di hari yang dilarang untuk berpuasa.
  8. Puasa Qadha. Qadha yang dipahami sebagai pengganti, dalam hal ini puasa Qadha ialah puasa pengganti puasa Ramadhan.
  9. Puasa Ayyamul Baidh. Merupakan puasa yang dilaksanakan dipertengahan bulan.
  10. Puasa Nadzar. Ialah puasa yang diwajibkan dikarenakan telah berjanji untuk berpuasa.
Baca Juga:  Doa Iftitah Sesuai Sunnah, Boleh Amalkan yang Mana Saja

Mayoritas umat Islam umumnya sudah banyak mengetahui manfaat puasa Ramadhan, hal tersebut disebabkan hampir setiap malam selama 30 hari, para penceramah mengisi mimbar-mimbar untuk menyampaikan substansi, kualitas dan kuantitas Ramadhan.

Disamping itu, sangat sedikit diantara kita yang melaksanakan puasa-puasa yang terdapat di dalam ajaran Islam, selain puasa Ramadhan. Misalnya, puasa Senin-Kamis.

Puasa Senin-Kamis ialah puasa yang dilaksanakan pada hari Senin dan Kamis saja. Waktu, adab, dan tata cara puasa ini tak jauh berbeda dengan puasa pada bulan suci Ramadhan. Ditinjau dari segi aspek kesehatan, puasa Sunnah akan membersihkan organ dalam tubuh.

Misalnya, usus-usus memperbaiki kerja pencernaan, membersihkan tubuh dari sisa-sisa serta endapan makanan, meminimalisir kegemukan dan kelebihan lemak dalam perut. Bukan hanya itu, puasa juga dapat meredam serta mengontrol hawa nafsu, baik nafsu makan, minum, atau syahwat.

Disamping manfaat puasa Senin-Kamis, ada juga puasa Ayyamul Baidh yang tidak kalah pentingnya. Puasa Ayyamul Baidh merupakan nama lain dari puasa pada hari-hari putih, dinamakan seperti itu dikarenakan hari-hari tersebut bertepatan dengan bulan purnama.

Ada sebuah hadis Nabi Muhammad Saw yang cukup populer yaitu “Berpuasalah selama tiga hari setiap bulan. Karena, sesungguhnya kebaikan pada hari itu dihitung sepuluh kali lipat dan nilainya sama seperti berpuasa sepanjang tahun (HR. Muttafaqun Alaih).

Baca Juga:  Puasa Syawal: Puasa 6 Hari yang Menyamai Setahun, Kok Bisa?

Isyarat perintah dari Nabi Muhammad Saw jika kita sangkutkan dengan penemuan ilmiah modern sungguh luar biasa. Seorang peneliti dari Amerika berpendapat, kondisi kejiwaan manusia saat bulan purnama cenderung lebih labil, emosional, dan susah dikontrol. Mudah marah, mudah tersinggung, mudah senang, mudah sedih. Intinya, semua sifat yang ada pada dirinya menjadi lebih mudah terekspos.

Keterkaitan itu memberikan sebuah kesimpulan bahwasannya terapi tubuh dengan puasa menghasilkan manfaat yang luar biasa. Berpuasa akan melatih seseorang untuk hidup sehat, teratur, dan disiplin serta mencegah kelebihan makanan. Pada saat puasa ada fase istirahat setelah fase pencernaan normal, pada saat tersebut telah terjadi pengurangan dari lemak dan lainnya. Wallahu a’lam..

Mohammad Mufid Muwaffaq
Latest posts by Mohammad Mufid Muwaffaq (see all)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *