Puasa Syawal: Puasa 6 Hari yang Menyamai Setahun, Kok Bisa?

Puasa Syawal; Puasa Enam Hari yang Menyamai Setahun, Kok Bisa?

PECIHITAM.ORG – Tentang keutamaan Puasa Syawal, terdapat sabda Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab Shahih-nya.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Nabi Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam bersabda

من صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا من شَوَّال كان كَصِيَامِ الدَّهْرِ. رَوَاهُ مُسْلِمٌ

Barangsiapa berpuasa penuh di bulan Ramadhan lalu menyambungnya dengan (puasa) enam hari di bulan Syawal, maka (pahalanya) seperti ia berpuasa selama setahun.” (HR. Muslim)

Hukum Puasa Syawal
Menanggapi hadis yang bersumber dari Abu Ayyub Al-Anshari ini, para ulama terbelah pada dua kelompok. Ada yang mengatakan hukum Puasa Syawal sunnah. Mereka adalah Imam Syafi’i, Ahmad, Daud Adz-Dzahiri dan yang setuju dengan mereka. Ada pula yang mengatakan makruh, seperti Imam Abu Hanifah dan Imam Malik.

Perbedaan pendapat ini direkam oleh Imam Nawawi dalam Al-Minhaj ‘ala Syarh Shahih Muslim

فيه دلالة صريحة لمذهب الشافعى وأحمد وداود وموافقيهم في استحباب صوم هذه الستة

Dalam hadits ini terdapat dalil kuat bagi Madzhab Syafii, Imam Ahmad dan Daud Adz-Dzahiri serta ulama yang menyetujui pendepat mereka tentang kesunnahan berpuasa enam hari (di bulan Syawal).

وقال مالك وأبو حنيفة يكره ذلك قال مالك في الموطأ ما رأيت أحدا من اهل العلم يصومها قالوا فيكره لئلا يظن وجوبه

Baca Juga:  Adab Orang Tua kepada Anak, Keluarga Milenial Wajib Baca

Imam Malik dan Abu Hanifah mengatakan puasa Syawal makruh. Imam Malik berkata di dalam Al-Muwattha’: Saya tidak mengetahui satu orang pun ahli ilmu yang berpuasa Syawal. Mereka mengatakan, hukumnya makruh agar tidak dianggap wajib.

ودليل الشافعى وموافقيه هذا الحديث الصحيح الصريح واذا ثبتت السنة لا تترك لترك بعض الناس أو أكثرهم أو كلهم لها وقولهم قد يظن وجوبها ينتقض بصوم عرفة وعاشوراء وغيرهما من الصوم المندوب


Dalil Imam Syafi’i dan mereka yang menyetujuinya adalah adits sahih yang shareh (eksplisit) ini. Ketetapan sunnah tidak bisa ditinggalkan karena ditinggalkan oleh sebagian manusia, kebanyakan manusia atau seluruh manusia.

Adapun perkataan mereka karena takut dianggap wajib, maka pernyataan ini batal dengan disunnahkannya puasa pada hari Arafah, Asyura dan selain keduanya dari puasa yang disunnahkan.

Tata Cara Menjalani Puasa Syawal
Berpijak pada pendapat yang mengatakan sunnah berpuasa di bulan Syawal, maka tentang cara menjalani puasa ini bisa dengan beberapa alternatif.

Bisa dimulai pada tanggal 2 bulan Syawal, terus secara berurutan hingga tanggal 7, atau bisa juga dipisah-pisah, bahkan bisa juga dilakukan di akhir bulan Syawal.

قال أصحابنا والأفضل أن تصام الستة متوالية عقب يوم الفطر فان فرقها أو أخرها عن أوائل شوال إلى اواخره حصلت فضيلة المتابعة لأنه يصدق أنه أتبعه ستا من شوال

Baca Juga:  Beda Pendapat Hukum Lupa Makan dan Minum saat Puasa Menurut Ulama

Para pengikut kalangan Syafi’i menilai yang lebih utama menjalaninya berurutan secara terus-menerus (mulai hari kedua Syawal).

Namun andaikan dilakukan dengan dipisah-pisah atau dilakukan diakhir bulan Syawal pun juga masih mendapatkan keutamaan, karena masih diterima sebagai menyambung dengan 6 hari bulan Syawal.

Kenapa Pahalanya Menyamai Puasa Setahun?
Menurut penjelasan Imam Nawawi, jumlah hari kalender Hijriyah dalam setahun adalah 360 hari. Sementara itu nilai puasa yang dijalani selama bulan Romadhon adalah 10 kebaikan. Sampai di sini, maka nilai puasa selama bulan Romadhon adalah 300 hari atau 10 bulan.

Kemudian jika orang itu melengkapi dengan puasa 6 hari di bulan Syawal, maka 6 hari itu menyamai dengan 60 hari atau 2 bulan (mengikuti pola hitungan yang tadi 1=10.) Dengan demikian, nilai puasa Romadhon ditambah nilai puasa 6 hari di bulan Syawal adalah = 360. Dan 360 itu adalah jumlah hari dalam kalender Hijriyah. Penjelasan tentang ini masih diambil dari kitab Al-Minhaj karya Imam Nawawi

قال العلماء وانما كان ذلك كصيام الدهر لان الحسنة بعشر امثالها فرمضان بعشرة أشهر والستة بشهرين

Baca Juga:  Hadits Shahih Al-Bukhari No. 142 – Kitab Wudhu

Ulama mengatakan Puasa Syawal menyamai puasa setahun karena setiap satu kebaikan setara dengan 10 kebaikan. Maka puasa satu bulan Romadhon setara dengan 10 bulan dan 6 hari di bulan Syawal setara dengan 2 bulan. (Keterangan lebih lengkap tentang Puasa Syawal ini bisa dibaca dalam Syarh an-Nawaawi ‘ala Shahih Muslim Juz VIII halaman 56)

Sebagai pelengkap tulisan ini, dan agar mudah mengamalkan, kami sertakan lagadz niat puasanya sebagai berikut:

نويت صوم غد عن ستة من شوال سنة لله تعالى

NAWAITU SHAUMA GHADIN ‘AN SITTATIN MIN SYAWWAL SUNNATAN LILLAAHI TA’LA.

Artinya : Saya niat berpuasa besok dari enam hari di bulan Syawal karena Allah Ta’ala.

Wallahu a’lam bisshawab!

Faisol Abdurrahman