Pengertian dan Pendapat Tentang Israiliyat Menurut Para Ulama

pengertian israiliyat menurut ulama

Pecihitam.org – Menurut para Ulama pengertian Israiliyat adalah suatu berita atau kisah yang bersumber dari Bani Israil baik yang beragama yahudi, ataupun nasrani yang disampaikan oleh ahlul kitab.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Israiliyat biasanya disampaikan dalam kitab-kitab tafsir, yang memberikan gambaran-gambaran atau kisah-kisah umat atau keadaaan pada zaman Nabi sebelum Rasulullah SAW. Ada beberapa pembagian israiliyat yang ditinjau dari statusnya.

1. Cerita yang diakui kebenarannya dalam agama islam dengan syarat pembenaran bersumber dari Al-Qur’an dan Hadits.

Sebagai contoh yaitu ketika Rasulullah didatangi oleh pendeta yahudi dan ia mengatakan:

يا محمد، إنا نجد أن الله يجعل السماوات على إصبع، وسائر الخلائق على إصبع فيقول: أنا الملك

“Wahai Muhammad, kami mendengar bahwa Allah menjadikan langit di satu jari dan semua makhluk juga di salah satu jari. Lalu Allah berfirman: “Sayalah Raja.”

Mendengar perkataan dari pendeta tadi Rasulullah Saw tertawa sampai terlihat gigi gerahamnya. Dan beliau bersabda dengan membaca firman Allah:

وَمَا قَدَرُوا اللَّهَ حَقَّ قَدْرِهِ وَالْأَرْضُ جَمِيعاً قَبْضَتُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَالسَّمَاوَاتُ مَطْوِيَّاتٌ بِيَمِينِهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى عَمَّا يُشْرِكُونَ

“Mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya. Maha Suci Tuhan dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan.” (QS. Az-Zumar: 67). (HR Bukhori, Muslim)

2. Cerita yang tidak diterima bahkan ditentang dalam islam.

Baca Juga:  Hukum Memanjangkan Rambut Bagi Laki-Laki, Bolehkah?

Sebagai contohnya ketika mereka mengatakan bahwa Nabi Isa adalah anak Tuhan maka hal itu harus kita tentang, karena Nabi Isa a.s adalah utusan Allah. Adalagi, ketika mengatakan bahwa suami yang mendatangi istrinya dari belakang maka anaknya akan menjadi juling:

“كانت اليهود تقول إذا جامعها من ورائها، جاء الولد أحول”

“Orang-orang Yahudi akan mengatakan jika dia bersetubuh di belakangnya, maka anak itu akan menjadi juling”

Padahal dalam Al-Qur’an dalam surat Al-Baqarah ayat 223 menerangkan bahwa istri adalah ladang yang bisa didatangi dari mana saja sesuai dengan keinginan.

نِسَاؤُكُمْ حَرْثٌ لَكُمْ فَأْتُوا حَرْثَكُمْ أَنَّى شِئْتُمْ

“Isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki”.

3. Cerita yang subhat, atau tidak jelas.

Yaitu cerita yang kita tidak tau apakah berita itu benar atau tidak. Dalam hal ini telah diantisipasi oleh Rasulullah, dengan bersabda:

Baca Juga:  Masjid Nabawi; Sejarah Lengkap Sejak Dibangun Nabi Hingga Kontroversi Era Saudi

تُصَدِّقُوا أَهْلَ الْكِتَابِ وَ تُكَذِّبُوهُمْ وَقُولُوا آمَنَّا بِا وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْنَا وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْكُمْ

“Janganlah kamu menganggap benar ahli kitab. Jangan pula menganggap mereka dusta. Katakanlah, ‘Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami dan apa yang diturunkan kepada kamu’.” (HR. Bukhori)

بَلِّغُوا عَنِّي وَلَوْ آيَةً ، وَحَدِّثُوا عَنْ بَنِي إسْرَائِيلَ وَلاَ حَرَجَ ، وَمَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّداً فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّار

“Sampaikanlah dariku walaupun satu ayat. Ceritakanlah tentang Bani Israil, dan tidak apa-apa. Siapa yang berdusta atas namaku dengan sengaja, maka tempatilah tempat duduknya di neraka.”(HR. Bukhori)

Adapun pendapat para ulama tentang adanya israiliyat ini terbagi menjadi dua yaitu :

  • Abu Zahrah dan Abdul Aziz Jawisy

Menurut Abu Zuhrah, seluruh Israiliyyat harus dibuang karena tidak berguna dalam memahami Al-Quran. Hal serupa juga disampaikan oleh Abdul Aziz Jawasy, ia berpendapat bahwa Israiliyyat pada dasarnya telah menyesatkan akal dan menjauhkan umat Islam dari makna Al-Quran.

Pada intinya, para Ulama menerima Israiliyyat selama tidak bertentangan dengan Al-Quran dan hadis, tidak menerima selagi kisah Israiliyyat tersebut bertentangan dengan Al-Quran dan hadis, dan Tawaqquf atau mendiamkan yaitu tidak menolak tidak pula menerimanya.

  • Ibnu Al-Arabi
Baca Juga:  Kesantunan Dakwah Islam Kepada Non Muslim Ala KH Hasyim Asyari

Ibnu Al-Arabi berpendapat bahwa perlu membedakan Israiliyyat yang terdapat dengan Ahli Kitab dan yang tidak berkenaan dengannya. Jenis pertama dapat diterima karena dianggap sebagai pengakuan seseorang terhadap dirinya sendiri, yang tentu saja lebih mengetahui dirinya sendiri. Adapun jenis kedua dapat diterima dengan syarat pembawa berita (rawi) dan materinya diteliti terlebih dahulu.

  • Muhammad Syaltut

Israiliyyat menurutnya hanya menghalangi umat Islam untuk menemukan petunjuk Alquran. Kesibukan mereka dalam mempelajarinya pada akhirnya telah memalingkan mereka dari intan dan mutiara yang terkandung dalam Alquran itu sendiri. Sedangkan Muhammad Husein Adz Dzahabi pun memberikan penjelasan tentang pemenolakan adanya Israiliyat.

Demikianlah pengertian dan pendapat mengenai israiliyat menurut para ulama, semoga bermanfaat dan menambah semakin menaambah khazanah pengetahuan kita.

Wallahua’lam.

Lukman Hakim Hidayat