Pesan Ali bin Abi Thalib Tentang Ilmu dan Menjaga Persaudaraan

pesan ali bin abi thalib

Pecihitam,org – Selaku umat yang hidup di Akhir Zaman, tentulah akan ada banyak perbedaan perbedaan besar yang nampak pada apa yang tengah kita jalani saat ini, dengan apa yang dijalani oleh orang-orang terdahulu.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Sehingga selaku umat akhir zaman pun sepatutnya kita menyadari bahwa ada banyak pesan Rasulullah Saw., yang dapat menjadi patokan untuk kita supaya terhindar dari fitnah akhir Zaman ini, bahkan para sahabat pun senantiasa berpesan yang salah satunya adalah Ali bin Abi Thalib,

Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ibnu Asakir, Waki’ meriwayatkan dari Amru bin Munabbih dari Aufah bin Dalham dari Ali bin Abi Thalib r.a., bahwa ia berkata

“Tuntutlah ilmu niscaya kamu akan dikenal olehnya, amalkanlah ilmu niscaya kamu akan menjadi ahlinya. Sebab akan datang satu Zaman suatu saat nanti yang mana sembilan puluh persen dari kebenaran akan diingkari. Tidak akan selamat darinya kecuali setiap Nuwamah (Menahan diri) yang memberantas penyakit. Merekalah Imam diatas hidayah dan lentera Ilmu, bukan orang yang sembrono dan madyadzi budzur (orang yang suka menyiarkan berita dan suka membuka rahasia)”

Dari pesan diatas, Paling tidak mengandung dua point penting untuk kita ketahui diantaranya;

Baca Juga:  Melepas Sandal Di Kuburan, Haruskah?

Pertama, pada pesan Ali bin Abi Thalib diatas rupanya tidak hanya menekankan tentang betapa pentingnya menuntut Ilmu itu, melainkan pengamalan dari ilmu tersebut akan jauh lebih penting. Karena memang faktanya, ketika kita mencoba untuk melihat perkembangan zaman sekarang ini, tentu kita akan lebih banyak menemukan orang orang yang begitu berambisi dalam menuntut ilmu, namun pengamalan dari ilmu itu sendiri masih sangat kurang.

Terlebih jika kita senantiasa menuntut Ilmu agama, maka sebaik mungkin dan sepantasnya benar benar mendalami Ilmu Agama itu guna dapat menyampaikan dan mengamalkan dengan benar. Sebab kadangkala seseorang hanya pandai berbicara tentang agama sedangkan landasan pengetahuannya tentang agama itu sendiri masih sangat minim, begitupun dengan tindakan tindakannya yang malah tidak mencerminkan atas apa yang disampaikannya.

Sebagaimana yang dilukiskan Allah Swt., dalam QS. Al Shaff 61: 2

Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?

Sedangkan siksaan bagi mereka banyak digambarkan oleh Rasulullah Saw., dalam sabdanya. Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ibnu Abi al Dunya, Ibnu Hibban dalam Shahih Ibni Hibban dari Anas bin Malik r.a., bahwasanya Rasulullah Saw., pernah bersabda

Baca Juga:  Jangan Sembarangan! Ini Lho Adab Bertamu dalam Islam

“Pada malam ketika aku melakukan perjalanan Isra, aku melihat beberapa lelaki yang dipotong bibir mereka dengan gunting dari api Neraka. Aku pun bertanya ‘Siapakah mereka ini wahai Jibril?’ Jibril menjawab ‘mereka adalah para penceramah dari kalangan Umatmu. Mereka menyuruh manusia untuk  berbuat kebaikan, tetapi mereka melupakan diri mereka sendiri, padahal mereka membaca Alkitab, tidakkah mereka berpikir?”

Kedua, Pada point ini kita selaku manusia tentunya sangat dituntut untuk menjaga tali persaudaraan itu sebaik mungkin, bahkan agama sendiri tidak hanya menginginkan kita untuk menyempurnakan hubungan Manusia dengan Tuhan (hubungan vertikal), akan tetapi menyempurnakan hubungan sesama manusia pun adalah hal yang wajib (hubungan horizontal).

Itulah mengapa jika Ali bin Abi Thalib pun sangat menekankan kepada kita terkait sikap menahan diri, terutama mampu menahan diri untuk tidak mendzalimi sesama muslim. Sebagaimana yang dijelaskan oleh Rasulullah Saw., dalam hadits riwayat Muslim

“Seorang Muslim adalah saudara bagi muslim lainnya (maka) tidak (diperbolehkan) mendzaliminya, menelantarkannya, dan menghinakannya. Takwa itu di sini, di sini, di sini (dan Rasulullah Saw., menunjuk dadanya). Seseorang sudah cukup dianggap buruk ketika menghina saudara Muslim lainnya. Haram bagi setiap Muslim terhadap Muslim lainnya yaitu darah, kehormatan dan hartanya”

Selain itu, hendaknya kita menahan diri untuk tidak melakukan sesuatu yang berbau maksiat lainnya atau pun hal hal yang malah mengantarkan kita pada jurang yang penuh dengan dosa,

Baca Juga:  Ini Siksaan di Akhirat Bagi Istri yang Durhaka Terhadap Suaminya

diantaranya menahan diri untuk tidak berzina, menahan diri untuk tidak meluapkan emosi hingga mendorong kita untuk keluar batas, atau pun menahan diri untuk tidak menyebarluaskan berita berita bohong yang lagi lagi akan membuat pihak lain merasa dirugikan.

Sekiranya itulah Pesan Ali bin Abi Thalib untuk kita selaku Umat Akhir Zaman, semoga bermanfaat, Aamiin …

Rosmawati