Profil Lengkap, Pendidikan dan Jejak Karir KH Ma’ruf Amin

KH Ma'ruf Amin

Pecihitam.org – Beliau bernama Prof. Dr. KH Ma’ruf Amin lahir di Kresek, Tangerang, 1 Agustus 1943. Ayahnya adalah seorang ulama besar yang bernama Mohammad Amin, dan beliau merupakan keturunan dari ulama besar asal Banten yang juga pernah menjadi imam di Masjidil Haram, karya-karya kitabnya yang begitu banyak dan dikaji dan dipelajari oleh para santri di Pondok Pesantren, Ulama tersebut ialah Syeikh an-Nawawi Al-Bantani.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Masa kecil KH Ma’ruf Amin banyak dihabiskan ditempat asalnya yaitu di desa Kresek Tangerang, aktivitas dimasa kecilnya yaitu seperti anak diusianya yang juga bersekolah di sekolah dasar. Sorenya ia habiskan mengaji atau belajar di Madrasah Ibtidaiyah.

Setelah lulus beliau pernah belajar terlebih dahulu di Pesantre Citangkil, Silegon Banten yang diasuh oleh KH. Syam’un Alwiah. Kemudian beliau melanjutkan belajar ke Jawa Timur yaitu di Tebuireng Jombang, ketika itu beliau masih berusia 12 tahun, beliau pergi belajar ke Tebu Ireng dimana pesantren yang banyak melahirkan tokoh-tokoh NU.

Baca Juga:  KH. Muslim Rifai Imampuro, Ulama Pencetus Slogan “NKRI Harga Mati”

Ketika belajar di Tebuireng KH Ma’ruf Amin memulainya dari tingkatan dasar. Setelah selesai di Tebuireng, beliau menikah dengan istri pertama yaitu almarhumah Ibu Siti Churiyah, KH. Ma’ruf pindah ke Jakarta dan menetap di Jakarta Utara.

Setelah pindah di Jakarta beliau melanjutkan pendidikannya di Universitas Ibnu Chaldun Jakarta, hingga beliau meraih gelar Profesor di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Di dalam organisasi Islam beliau pernah menjabat sebagai ketua Ansor hingga menjadi ketua Umum PBNU.

Tidak hanya menjadi tokoh ulama yang disegani, KH Ma’ruf Amin juga pernah menjadi seorang Guru di daerah Jakarta Utara dan juga menjadi Dosen di Fakultas Tarbiyah Universitas Nahdlatul Ulama (UNNU).

Sebagai seorang pendidik, beliau mendapatkan banyak gelar yang tidak main-main seperti mendpatkan gelar Guru Besar Kehormatan (Honoris Causa) di bidang Ilmu Ekonomi Muamalat Syariah dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Menristek Dikti saat itu yaitu Muhammad Nasir. Pengukuhannya juga dihadiri oleh Presiden Joko Widodo dan para menterinya.

Baca Juga:  Abu Laits As Samarqandi, Ulama yang Mendapat Gelar Al Faqih dari Rasulullah

Selain itu beliau juga pernah menjadi anggota DPRD pada pemilu 1971 dimana beliau menjadi anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi golongan Islam. Hingga pada tahun 1989 beliau masuk dalam lingkaran PBNU setelah didaulat sebagai Khatib Aam Syuriah PBNU dalam Muktamar NU yang diselenggarakan di Krapyak.

Sebelum itu beliau juga sebagai salah satu tokoh penting pendiri Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pasca lengsernya Presiden Soeharto pada tahun 1998. Setelah PKB berdiri KH. Ma’ruf Amin menjabat sebagai MPR perwakilan dari PKB dan beliau juga pernah menjabat sebagai Ketua komisi VI DPR RI dari PKB.

Berlanjut hingga pada masa dimana Gusdur dilengserkan sebagai presiden dan akhirnya beliau lebih fokus mengikuti kegiatan di Majelis Ulama Indonesia (MUI). Beliau menjabat sebagai ketua komisi fatwa MUI dari tahun 2001 hingga 2007. Hingga ketika masa Presiden SBY beliau masuk sebagai Anggota Dewan Pertimbanagn Kepresidenan atau WATIMPRES.

Baca Juga:  Abu Nawas dan Gembok Makamnya yang Sebesar Ember

Sepak terjang beliau yang tidak sedikit mengantarkan KH. Ma’ruf Amin menjadi Rais Aam atau ketua Umum PBNU pada tahun 2015 dan juga menjadi ketua umum MUI pusat dari tahun 2015. Tidak sampai disitu saja, pada tahun 2018 beliau ditunjuk sebagai calon wakil presiden mendampingi calon presiden Joko Widodo pada pemilihan presiden 2019.

Kemudian dari hasil keputusan KPU pada tanggal 20 Oktober 2019 KH. Ma’ruf dan Bapak Joko Widodo resmi dilantik sebagai Presiden dan wakil presiden periode 2019-2024.

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik