Rafidhi dan Nashibi Menurut Hadratussyaikh KH Hasyim Asyari

Rafidhi dan Nashibi Menurut Hadratussyaikh KH Hasyim Asyari

Pecihitam.org – Sebagaimana diketahui Rafidhi dan Nashibi adalah dua sekte Islam yang sudah salah jalan. Rafhidi adalah kelompok yang menyempal dari syiah yang kemudian dikenal dengan nama syiah Rafidhah. Sedangkan Nashibi adalah kelompk yang keluar dari Ahlussunnah yang kemudian dikenal dengan nama Wahabi Takfiri (Salafi).

Rafidhi adalah mereka yang sangat mencintai ahlul bait atau dzuriat nabi namun membawa kebencian pada para sahabat, terutama Sayyidina Abubakar ra dan Sayyidina Umar ra serta terus memaki-maki keduanya.

Sedangkan Nashibi adalah mereka yang begitu mencintai sahabat namun sangat kebencian terhadap keluarga Nabi saw (ahlul bait), dan selalu menunjukkan permusuhan terhadap mereka.

Anehnya kedua sekte ekstremis ini, yang sama-sama dibutakan oleh kedengkian, telah menudingkan tuduhan kepada orang yang sama. (Pihak Nashibi sengaja mencampur-adukkan antara mazhab Syiah dan Rafidhi.

Sedangkan pihak Rafidhi mencampur-adukkan antara Ahlussunah dengan Nashibi. Kedua ekstremis/ghulat itu berusaha menyeret kedua mazhab besar ini saling berhadap-hadapan sebagai musuh.

Hadratussyeikh KH. Hasyim Asy’ari dalam kitabnya Risalah Ahlussunnah Waljamaah telah memperingatkan umat Islam akan bahayanya kedua sekte ini. Keduanya seperti duri dalam daging bagi umat Islam karena tidak sesuai dengan misi ajaran Islam yang memuliakan ahlul bait atau dzuriyat dan sahabat nabi.

Berikut dawuh Hadratussyeikh KH. Hasyim Asy’ari tentang bahaya Rafidhi dan Nashibi (Wahabi):

و منهم فرقة يتبعون رأي محمد عبده و رشيد رضا , و يأخذون من بدعة محمد بن عبد الوهاب النجدي , و أحمد بن تيمية و تلميذه ابن القيم و ابن عبد الهادى , فحرموا ما أجمع المسلمون على ندبه , و هو السفر لزيارة قبر رسول الله صلى الله عليه و سلم , و خالفو هم فيما ذكر و غيره , قال ابن تيميه فى فتاويه : و اذا سفر لاعتقاده أنها أي زيارة قبر النبي فلى الله عليه و سلم طاعة , كان ذلك محرما باجماع المسلمين , فصار التحريم من الأمر المقطوع به .

Baca Juga:  Menyiram Kuburan dengan Air, Benarkah Haram Hukumnya?

Sebagian lagi ada golongan yang mengikuti kepada pendapat Muhammad Abduh dan Rasyid Ridha. Mereka mengikuti kepada perbuatan bid’ah Muhammad bin Abdul Wahab an-Najdi, Ahmad Ibnu Taimiyah, dan kedua muridnya, Ibnul Qayyim dan Ibnu Abdil Hadi. Golongan ini mengharamkan apa yang telah disepakati oleh mayoritas umat Islam untuk dilaksanakan sebagai sunnah Nabi, seperti berziarah ke makam Rasulullah.

Mereka menolak semua hal yang telah disebutkan di atas dan hal-hal lainnya. Ibnu Taimiyah dalam kitab “Fatawi”-nya berpendapat: Apabila seseorang melakukan ziarah ke makam Rasulullah, karena yakin bahwa ziarah itu perbuatan taat, ziarah yang dianggapnya menurut Ibnu Taimiyah adalah haram yang telah disepakati oleh kaum muslimin, maka ziarahnya adalah perbuatan yang haram secara pasti.

ﻭﻣﻨﻬﻢ ﺭﺍﻓﻀﻴﻮﻥ ﻳﺴﺒﻮﻥ ﺳﻴﺪﻧﺎ ﺃﺑﺎ ﻳﻜﺮ ﻭﻋﻤﺮ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﻤﺎ ﻭﻳﻜﺮﻫﻮﻥ ﺍﻟﺼﺤﺎﺑﺔ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﻢ ﻭﻳﺒﺎﻟﻐﻮﻥ ﻫﻮﻯ ﺳﻴﺪﻧﺎ ﻋﻠﻲ ﻭﺃﻫﻞ ﺑﻴﺘﻪ ﺭﺿﻮﺍﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻬﻢ. ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺴﻴﺪ ﻣﺤﻤﺪ ﻓﻲ ﺷﺮﺡ ﺍﻟﻘﺎﻣﻮﺱ: ﻭﺑﻌﻀﻬﻢ ﻳﺮﺗﻘﻲ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻜﻔﺮ ﻭﺍﻟﺰﻧﺪﻗﺔ ﺃﻋﺎﺫﻧﺎ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ ﻣﻨﻬﺎ.ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻘﺎﺿﻲ ﻋﻴﺎﺽ ﻓﻲ ﺍﻟﺸﻔﺎ: ﻋﻦ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﻦ ﻣﻐﻔّﻞ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﻗﺎﻝ ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝُ ﺍﻟﻠّﻪِ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ: ﻟﻠّﻪَ ﺍﻟﻠّﻪَ ﻓﻲ ﺃَﺻْﺤَﺎﺑِﻲ ﺍﻟﻠّﻪَ ﺍﻟﻠّﻪَ ﻓﻲ ﺃَﺻْﺤَﺎﺑِﻲ، ﻻ ﺗَﺘّﺨِﺬﻭﻫُﻢْ ﻏَﺮَﺿﺎً ﺑَﻌْﺪِﻱ ﻓَﻤَﻦْ ﺃَﺣَﺒّﻬُﻢْ ﻓَﺒِﺤُﺒّﻲ ﺃَﺣَﺒّﻬُﻢْ، ﻭَﻣَﻦْ ﺃَﺑْﻐَﻀَﻬُﻢْ ﻓَﺒِﺒُﻐْﻀِﻲ ﺃَﺑْﻐَﻀَﻬُﻢْ، ﻭَﻣَﻦْ ﺁﺫَﺍﻫُﻢْ ﻓَﻘَﺪْ ﺁﺫَﺍﻧِﻲ، ﻭَﻣَﻦْ ﺁﺫَﺍﻧِﻲ ﻓَﻘَﺪْ ﺁﺫَﻯ ﺍﻟﻠّﻪَ، ﻭَﻣَﻦْ ﺁﺫَﻯ ﺍﻟﻠّﻪَ ﻳُﻮْﺷِﻚُ ﺃَﻥْ ﻳَﺄْﺧُﺬَﻩ،{ ﻭﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝُ ﺍﻟﻠّﻪِ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ: } ﻻَ ﺗَﺴُﺒُّﻮﺍ ﺃَﺻْﺤَﺎﺑِﻲ، ﻓَﻤَﻦْ ﺳَﺒَّﻬُﻢْ ﻓَﻌَﻠَﻴْﻪِ ﻟَﻌْﻨَﺔُ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَﺍﻟﻤَﻼَﺋِﻜَﺔِ ﻭَﺍﻟﻨَﺎﺱِ ﺃَﺟْﻤَﻌِﻴْﻦَ، ﻻَ ﻳَﻘْﺒَﻞُ ﺍﻟﻠﻪُ ﻣِﻨْﻪُ ﺻَﺮْﻓﺎً ﻭﻻَ ﻋَﺪْﻻً،{ ﻭﻗﺎﻝ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ: }ﻻَ ﺗَﺴُﺒُّﻮﺍ ﺃَﺻْﺤَﺎﺑِﻲ، ﻓﺈﻧﻪُ ﻳَﺠِﻰْﺀُ ﻗَﻮْﻡٌ ﻓِﻲْ ﺁﺧِﺮِ ﺍﻟﺰَﻣَﺎﻥِ ﻳَﺴُﺒُّﻮْﻥَ ﺃَﺻْﺤَﺎﺑِﻲْ ﻓَﻼَ ﺗُﺼَﻠﻮّﺍ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢْ، ﻭَﻻَ ﺗُﺼَﻠَﻮّﺍ ﻣَﻌَﻬُﻢْ، ﻭَﻻَ ﺗﻨﺎﻛِﺤُﻮْﻫُﻢْ، ﻭَﻻَ ﺗُﺠَﺎﻟِﺴُﻮْﻫُﻢْ، ﻭَﺇِﻥْ ﻣَﺮِﺿُﻮْﺍ ﻓَﻼَ ﺗَﻌُﻮْﺩُﻭْﻫُﻢ ،{ ﻭﻋﻨﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ: } ﻣَﻦْ ﺳَﺐَّ ﺃَﺻْﺤَﺎﺑِﻲْ ﻓَﺎﺿْﺮِﺑُﻮْﻩ ﻭﻗﺪ ﺃﻋﻠﻢ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺃﻥ ﺳﺒﻬﻢ ﻭﺃﺫﺍﻫﻢ ﻳﺆﺫﻳﻪ، ﻭﺁﺫﻯ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺣﺮﺍﻡ، ﻓﻘﺎﻝ: }ﻻَ ﺗُﺆْﺫُﻭْﻧﻲ ﻓِﻲْ ﺃَﺻْﺤَﺎﺑِﻲْ، ﻣَﻦْ ﺁﺫَﺍﻫُﻢْ ﻓَﻘَﺪْ ﺁﺫَﺍﻧِﻲْ،{ ﻭﻗﺎﻝ: } ﻻ ﺗﺆﺫﻭﻧﻲ ﻓﻲ ﻋﺎﺋﺸﺔ ﻭﻗﺎﻝ ﻓﻲ ﻓﺎﻃﻤﺔ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﺎ: ﺑﻀﻌﺔ ﻣﻨﻲ، ﻳﺆﺫﻳﻨﻲ ﻣﺎ ﺁﺫﺍﻫﺎ }.

Baca Juga:  Cairan Keluar dari Kemaluan Namun Tak Tahu Cairan Apa, Bagaimanakah Hukumnya?

“Termasuk dalam katagori gerakan baru yang muncul di pulau Jawa adalah sekte Syi’ah Rafidhah, yakni golongan yang mencela sahabat Abu Bakar ra. dan Sayyidina Umar ra. Golongan ini juga membenci para sahabat, dan berlebih-lebihan dalam mencintai dan fanatik terhadap Sayyidina Ali ra. dan Ahli bait. Sayyid Muhammad Di dalam syarah Al-Qamus al-Munith berkata : sebagian dari mereka telah beridentitas sebagai kafir Zindiq, mudah-mudahan Allah menjaga kita dan kaum muslimin semua.

Al-Qadli ‘Iyad di dalam kitab As-Syifa’ juga meriwayatkan sebuah hadits dari Abdullah bin Mughaffah ra. ia berkata, Rasulullah saw. bersabda : “Takutlah kalian semua kepada Allah swt., takutlah kalian semua kepada Allah swt. dan berhati-hatilah kalian semua dalam menyikapi para sahabatku, mudah-mudahan Allah memberikan penjagaan kepada para sahabatku, janganlah kalian semua bermaksud buruk dan menganiaya mereka setelah kematianku. Barang siapa mencintai mereka maka dengan sepenuh hati aku mencintainya dan barang siapa membenci mereka maka dengan segala kebencianku pula aku membencinya. Barang siapa membenci dan menyakiti mereka berarti ia menyakitiku, barang siapa menyakitiku maka berarti menyakiti Allah, dan barang siapa menyakiti Allah maka bersiaplah untuk menerima adzhab Allah”.

Dan Rasulullah saw. bersabda: “Janganlah kalian semua mencaci maki para sahabatku, karena sesungguhnya akan datang di akhir zaman nanti, sekelompok kaum yang mencela sahabat-sahabat ku, maka janganlah kalian semua menshalati janazah mereka, janganlah kalian semua sholat bersama mereka, janganlah kalian semua menjalin pernikahan dengan mereka. Jangan pula kalian berdiskusi bersama mereka, jika mereka sakit, maka jangan jenguk mereka”.

Dan dari Rasulullah saw. bersabda : “Barang siapa mencela sahabat-sahabatku maka bunuhlah dia”. Pernyataan keras nabi ini menjelaskan kepada kita bahwa siapa saja yang menyakiti para sahabatnya maka berarti ia menyakiti nabi, dan menyakiti nabi Saw adalah haram”.

Rasulullah saw. bersabda: “Janganlah kalian semua menyakitiku melalui para sahabatku, barang siapa menyakiti sahabat-sahabatku berarti ia menyakitiku.

Dan nabi juga bersabda: Jangalah kalian menyakitiku dengan cara menyakiti Aisyah dan nabi bersabda pula: janganlah pula dengan cara menyakiti diri Fatimah ra. karena ia adalah keratan darah dagingku, menyakitiku segala yang menyakitkan dirinya.” (KH Hasyim Asya’ri, Risalah Ahlussunnah Waljamaah)

Begitu bahayanya kedua sekte ini, maka wajib hukumnya bagi umat Islam untuk menolak dan membentengi akidahnya dari paham mereka. Maka dengan adanya Nahdlatul Ulama yang didirikan KH Hasyim Asyari di Nusantara, menjadi benteng pertahanan akidah Ahlussunnah Waljamaah bagi umat Islam agar tidak dirusak oleh kedua sekte yang sesat ini. Wallahua’lam bisshawab.

Baca Juga:  Ini Dia Empat Hukum Poligami Menurut Madzhab Syafii
Arif Rahman Hakim
Sarung Batik
Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG