Sakinah Mawaddah Warahmah, Ukuran Keluarga Ideal

Sakinah Mawaddah Warahmah, Ukuran Keluarga Ideal

PeciHitam.org – Keluarga yang sakinah mawaddah warahmah ialah istilah sekaligus doa yang sering kali dipanjatkan dan diharapkan oleh setiap Muslim yang hendak maupun sedang membina rumah tangga.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Keluarga sakinah mawaddah warahmah tentu bukan hanya sekedar istilah belaka dalam ajaran Islam, melainkan tujuan dari sebuah pernikahan. Yang mana penikahan merupakan nikmat yang Allah SWT berikan bagi mereka yang mampu menjalankanya.

  • Sakinah.

Kata “Sakinah” berasal dari bahasa arab yang maknanya ketenangan, ketentraman, aman atau damai, dan lawan kata dari hal tersebut ialah keguncangan, keresahan dan kehancuran.

Sebagaimana arti katanya, keluarga sakinah merupakan keluarga yang didalamnya terdapat ketenangan, ketentraman, keamanan, dan kedamaian antar anggota keluarga. Adapun keluarga yang sakinah berlawanan dengan keluarga yang penuh keresahan, kecurigaan, dan kehancuran.

Dengan adanya ketenangan, ketentraman, keamanan maupun kedamaian, maka keguncangan dalam keluarga tidak akan terjadi, sehingga ketika terjadi konflik dalam keluarga akan mudah terselesaikan dengan adanya sakinah dalam keluarga.

  • Mawaddah.

Kata “Mawaddah” berasal dari bahasa Arab yang maknanya perasaan kasih sayang, cinta yang membara dan menggebu. Pada umumnya mawaddah secara khusus digunakan untuk istilah perasaan cinta yang menggebu pada pasangan.

Baca Juga:  Hukum Jual Beli Online dalam Pandangan Islam

Mawaddah dalam Islam ialah fitrah yang pasti dimiliki oleh manusia dan munculnya perasan cinta yang menggebu tersebut biasanya berasal dari aspek fisik, moralitas, kedudukan dan hal-hal lain yang melekat pada pasangan atau manusia ciptaan Allah SWT.

Tanpa adanya cinta tentunya keluarga menjadi hambar, sehingga cinta membuat pasangan suami istri serta anak-anak mau berkorban, mau memberikan sesuatu yang lebih untuk keluarganya dan mampu memberikan perasaan saling memiliki serta saling menjaga.

Keluarga yang penuh dengan mawaddah bukan terbentuk hanya karena jalan yang instan melainkan tumbuh dan berkembang karena proses dipupuknya cinta antara suami istri serta anak-anak.

  • Warahmah.

Kata “Rahmah” dari warahmah berasal dari bahasa arab yang artinya adalah ampunan, rahmat, rezeki, dan karunia. Rahmah paling besar tentu berasal dari Allah SWT yang diberikan kepada keluarga yang menjaga rasa cinta, kasih sayang, maupun juga kepercayaan.

Rahmah dalam keluarga dapat muncul dilihat dari proses dan kesabaran pasangan dalam membina rumah tangga dengan saling membutuhkan, saling menutupi kekurangan, saling memahami, maupun saling memberikan pengertian. Begitu pula sebaliknya yaitu, rahmah tidak dapat terwujud jika pasangan saling mendurhakai satu sama lain.

Baca Juga:  Tatacara Dan Etika Bersenggama Kajian Kitab Fathul Izar Bagian 4.

Dari penjelasan-penjelasan di atas maka ciri ataupun karakterstik yang dapat menggambarkan seperti apakah keluarga yang sakinah mawaddaah warahmah, yaitu:

  • Adanya cinta, kasih sayang, dan rasa saling memiliki yang terjaga satu sama lain dalam keluarga tersebut.
  • Terdapat ketenangan dan ketentraman yang terjaga dalam keluarga tersebut, bukannya konflik apalagi mengarah pada perceraian.
  • Adanya keikhlasan dan ketulusan dalam melaksanakan peran yang diberikan kepada masing-masing anggota keluarga,
  • Terdapat kecintaan yang mengarah kepada cinta ‘Illahiah dan nilai agama, tidak hanya kecintaan terhadap makhluk ataupun hawa nafsu semata.
  • Keluarga tersebut jauh dari rasa ketidak percayaan, kecurigaan, dan perasaan khawatir antar pasangan.
  • Keluarga tersebut mampu menjaga satu sama lain dalam aspek keimanan maupum ibadah, tidak saling menjerumuskan dan saling menghancurkan satu sama lain
  • Mampu menjaga pergaulan dalam islam, tidak melakukan penyelewengan apalagi pengkhianatan sesama pasangan
  • Terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan yang harus dipenuhi dalam keluarga.
  • Sebagai keluarga akan saling mendukung pekerjaan masing-masing untuk bersama mempertahankan keluarga dan membangun masyarakat sebagaimana amanah dari Allah SWT.

Keluarga adalah unit paling kecil dalam sebuah susunan masyarakat dan bukan hanya cenderung kepada hubungan formal antara suami, istri, dan anak-anak namun juga berdampak pada fungsi dan tugas dalam bermasyarakat.

Baca Juga:  Meluruskan Pendapat Ustadz Yazid yang Mengabaikan Physical Distancing dalam Shalat

Allah SWT tidak pernah memberikan sebuah aturan serta menciptakan sesuatu tanpa ada alasan dan manfaat di baliknya, adapun aturan yang Allah SWT berikan dikembalikan kepada esensi penciptaan manusia itu kembali.

Tujuan keluarga yang sakinah mawaddah warahmah ialah perintah Allah SWT yang ditujukan untuk keluarga agar dibina bersama, dan dengan adanya keluarga yang sakinah mawaddah warahmah akan mampu membantu mewujudkan misi dan tujuan dari adanya sebuah keluarga yang Islami.

Karena atas dasar dan nilai-nilai Islam semua ujian dan goncangan dalam berkeluarga akan mampu diselesaikan, jadi misi keluarga sakinah mawaddah warahmah tidak hanya tujuan belaka melainkan proses untuk menggapai kebahagiaan lebih di dunia dan akhirat nantinya.

Mochamad Ari Irawan

Leave a Reply

Your email address will not be published.