Surah Al-Ahzab Ayat 45-48; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an

Surah Al-Ahzab Ayat 45-48

Pecihitam.org – Kandungan Surah Al-Ahzab Ayat 45-48 ini, menjelaskan kepada Nabi Muhammad bahwa ia diutus untuk menjadi saksi terhadap orang-orang (umat) yang pernah mendapat risalahnya. Nabi juga berperan sebagai juru dakwah agama Allah untuk seluruh umat manusia agar mereka mengakui keesaan dan segala sifat-sifat kesempurnaan-Nya.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Allah menjelaskan tentang apa yang dapat menimbulkan kemudaratan. Allah melarang orang yang beriman untuk menuruti orang kafir dan orang-orang munafik. Mereka juga diperintahkan untuk tidak menghiraukan gangguan orang kafir terhadap berlangsungnya dakwah kepada jalan Allah, dan menghadapi mereka dengan penuh kesabaran dan tawakal.

Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Ahzab Ayat 45-48

Surah Al-Ahzab Ayat 45
يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِىُّ إِنَّآ أَرۡسَلۡنَٰكَ شَٰهِدًا وَمُبَشِّرًا وَنَذِيرًا

Terjemahan: Hai Nabi, sesungguhnya Kami mengutusmu untuk jadi saksi, dan pembawa kabar gemgira dan pemberi peringatan,

Tafsir Jalalain: يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِىُّ إِنَّآ أَرۡسَلۡنَٰكَ شَٰهِدًا (Hai Nabi, sesungguhnya Kami mengutusmu untuk jadi saksi) atas orang-orang yang kamu diutus kepada mereka وَمُبَشِّرًا (dan pembawa kabar gembira) bagi orang yang percaya kepadamu, yaitu diberi surga وَنَذِيرًا (dan pemberi peringatan) kepada orang yang mendustakanmu, yaitu akan dimasukkan ke dalam neraka.

Tafsir Ibnu Katsir: Imam Ahmad meriwAyatkan bahwa ‘Atha’ bin Yasar berkata: Aku berjumpa dengan ‘Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash ra. aku berkata: “Ceritakanlah kepadaku tentang sifat Rasulullah saw. dalam Taurat.” Dia menjawab: “Baik. Demi Allah, sesungguhnya beliau di dalam Taurat disifatkan sebagaian sifat yang terdapat dalam al-Qur’an:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِىُّ إِنَّآ أَرۡسَلۡنَٰكَ شَٰهِدًا وَمُبَشِّرًا وَنَذِيرًا (“Hai Nabi, sesungguhnya Kami mengutusmu untuk menjadi saksi dan pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan.”) dan penjaga orang-orang yang ummi. Engkau adalah hamba darn Rasul-Ku. Aku namakan engkau mutawakkil, tidak kasar, tidak keras, tidak berkeliaran di pasar-pasar dan tidak menolak keburukan dengan keburukan. Akan tetapi dia memaafkan, toleran dan mengampuni.

Allah swt. tidak mewafatkannya sehingga ditegakkannya agama yang lurus agar mereka mengucapkan “Laa ilaaHa illallaaH.” Yang dengannya dibukakan mata-mata yang buta, telinga-telinga yang tuli dan hati-hati yang tertutup. (HR al-Bukhari dalam al-Buyu’, dari Muhammad bin Sinan, dari Falih bin Sulaiman, dari Hilal bin ‘Ali)

Firman Allah: شَٰهِدًا (“untuk jadi saksi”) yaitu bagi keesaan Allah dan bahwa tidak ada Ilah [yang berhak untuk diibadahi] selain-Nya serta bagi amal-amal manusia pada hari kiamat dan Kami datangkan kamu sebagai saksi mereka, seperti firman Allah: لِّتَكُونُواْ شُهَدَآءَ عَلَى ٱلنَّاسِ وَيَكُونَ ٱلرَّسُولُ عَلَيۡكُمۡ شَهِيدًا (“Agar kamu menjadi saksi atas [perbuatan] manusia dan agar Rasul [Muhammad] menjadi saksi atas [perbuatan]mu.”)(al-Baqarah: 143)

Baca Juga:  Ini 5 Ulama yang Berupaya Menjelaskan Kemukjizatan al-Quran Melalui Balaghah

Firman Allah: وَمُبَشِّرًا وَنَذِيرًا (“dan membawa kabar gembira dan pemberi peringatan.”) pemberi kabar gembira kepada kaum Mukminin dengan pahala yang melimpah serta memberi ancaman kepada kaum kafir dengan siksaan yang pedih.

Tafsir Kemenag: Pada Ayat ini, Allah menjelaskan kepada Nabi Muhammad bahwa ia diutus untuk menjadi saksi terhadap orang-orang (umat) yang pernah mendapat risalahnya. Allah mengutusnya sebagai pembawa kabar gembira bagi orang-orang yang membenarkan risalahnya dan mengamalkan petunjuk-petunjuk yang dibawanya bahwa mereka akan dimasukkan ke dalam surga. Ia juga sebagai pemberi peringatan kepada mereka yang mengingkari risalahnya, bahwa mereka akan diazab dengan siksa api neraka.

Sehubungan dengan fungsi Nabi sebagai saksi (syahid), dalam Ayat lain Allah berfirman: Dan bagaimanakah (keadaan orang kafir nanti), jika Kami mendatangkan seorang saksi (Rasul) dari setiap umat dan Kami mendatangkan engkau (Muhammad) sebagai saksi atas mereka. (an-Nisa’/4: 41).

Tafsir Quraish Shihab: Wahai Muhammad, sesungguhnya Kami mengutus kamu kepada umat manusia dengan membawa misi Islam. Dirimu akan Kami jadikan sebagai saksi kebenaran, pembawa berita gembira bagi orang-orang beriman berupa kebaikan dan pahala yang kelak akan mereka dapatkan. Kami pun kakan menjadikan dirimu sebagai pemberi peringatan kepada orang-orang kafir akan tempat kembali yang buruk bagi mereka.

Surah Al-Ahzab Ayat 46
وَدَاعِيًا إِلَى ٱللَّهِ بِإِذۡنِهِۦ وَسِرَاجًا مُّنِيرًا

Terjemahan: dan untuk jadi penyeru kepada Agama Allah dengan izin-Nya dan untuk jadi cahaya yang menerangi.

Tafsir Jalalain: وَدَاعِيًا إِلَى ٱللَّهِ (Dan untuk jadi penyeru kepada Allah) untuk taat kepada-Nya بِإِذۡنِهِۦ (dengan izin-Nya) dengan perintah-Nya وَسِرَاجًا مُّنِيرًا (dan untuk jadi pelita yang menerangi) sebagaimana pelita yang memberi petunjuk ke jalan agama Allah.

Tafsir Ibnu Katsir: Firman Allah: وَدَاعِيًا إِلَى ٱللَّهِ بِإِذۡنِهِۦ (“Dan untuk jadi penyeru kepada agama Allah dengan izin-Nya.”) yaitu penyeru makhluk-Nya untuk beribadah kepada Rabb mereka. وَسِرَاجًا مُّنِيرًا (“Dan untuk menjadi cahaya yang menerangi”) yaitu Allah memerintahkan engkau untuk menyatakan risalah kebenaran yang dibawanya seperti matahari dalam sinar dan cahayanya. Tidak ada yang mengingkarinya kecuali seorang pembangkang.

Tafsir Kemenag: Nabi juga berperan sebagai juru dakwah agama Allah untuk seluruh umat manusia agar mereka mengakui keesaan dan segala sifat-sifat kesempurnaan-Nya. Juga bertujuan agar manusia beribadah kepada Allah dengan tulus ikhlas; memberi penerangan laksana sebuah lampu yang terang benderang yang dapat mengeluarkan mereka dari kegelapan kekafiran kepada cahaya keimanan, dan menyinari jalan yang akan ditempuh oleh orang-orang yang beriman agar mereka berbahagia di dunia dan akhirat. Semua tugas Nabi saw itu dilaksanakannya dengan dan perintah izin Allah.

Baca Juga:  Surah Al-Ahzab Ayat 20; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Tafsir Quraish Shihab: Juga sebagai penyeru seluruh makhluk kepada agama Allah sesuai dengan perintah-Nya. Kamu adalah penerang manusia dari jalan keraguan yang gelap.

Surah Al-Ahzab Ayat 47
وَبَشِّرِ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ بِأَنَّ لَهُم مِّنَ ٱللَّهِ فَضۡلًا كَبِيرًا

Terjemahan: Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang mukmin bahwa sesungguhnya bagi mereka karunia yang besar dari Allah.

Tafsir Jalalain: وَبَشِّرِ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ بِأَنَّ لَهُم مِّنَ ٱللَّهِ فَضۡلًا كَبِيرًا (Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang Mukmin, bahwa sesungguhnya bagi mereka karunia yang besar dari Allah) yaitu surga.

Tafsir Ibnu Katsir: وَبَشِّرِ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ بِأَنَّ لَهُم مِّنَ ٱللَّهِ فَضۡلًا كَبِيرًا (Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang mukmin bahwa sesungguhnya bagi mereka karunia yang besar dari Allah.)

Tafsir Kemenag: Ibnu Jarir ath-thabari dan ‘Ikrimah telah meriwAyatkan sebuah hadis dari al-hasan yang menerangkan bahwa ketika turun Ayat al-Fath/48: 2: Agar Allah memberikan ampunan kepadamu (Muhammad) atas dosamu yang lalu dan yang akan datang. (al-Fath/48: 2)

Para sahabat bertanya, “Ya Rasulullah! Kami telah mengetahui apa yang diperbuat Allah untukmu, maka apakah yang akan diperbuat Allah untuk kami?” Maka turunlah Ayat ini (al-Ahzab/33: 47)

Pada Ayat ini, Allah memerintahkan Nabi Muhammad supaya menyampaikan berita gembira kepada orang-orang mukmin bahwa sesungguhnya Allah telah menyediakan bagi mereka karunia yang amat besar yang melebihi karunia yang diberikan kepada umat-umat lainnya, karena mereka diberi kemampuan untuk memperbaiki akhlak masyarakat dari berbagai kezaliman kepada keadilan dan kemaslahatan.

Mereka juga dapat mengubah wajah umat-umat yang dihadapinya dari sikap membangkang kepada sikap yang tunduk dan patuh demi perbaikan nasibnya di dunia dan di akhirat kelak.

Tafsir Quraish Shihab: Sampaikanlah berita yang menggembirakan kepada orang-orang beriman bahwa mereka akan mendapatkan tambahan kebaikan di dunia dan di akhirat.

Surah Al-Ahzab Ayat 48
وَلَا تُطِعِ ٱلۡكَٰفِرِينَ وَٱلۡمُنَٰفِقِينَ وَدَعۡ أَذَىٰهُمۡ وَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱللَّهِ وَكَفَىٰ بِٱللَّهِ وَكِيلًا

Terjemahan: Dan janganlah kamu menuruti orang-orang yang kafir dan orang-orang munafik itu, janganlah kamu hiraukan gangguan mereka dan bertawakkallah kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai Pelindung.

Baca Juga:  Surah Al Kafirun; Terjemahan, Tafsir, Asbabun Nuzul, dan Keutamaannya

Tafsir Jalalain: وَلَا تُطِعِ ٱلۡكَٰفِرِينَ وَٱلۡمُنَٰفِقِينَ (Dan janganlah kamu menuruti orang-orang yang kafir dan orang-orang munafik itu) dalam hal-hal yang bertentangan dengan syariatmu وَدَعۡ (dan janganlah kamu hiraukan) artinya biarkanlah أَذَىٰهُمۡ (gangguan mereka) janganlah kamu mengadakan pembalasan terhadap mereka, sampai dengan adanya perintah tentang apa yang harus kamu lakukan terhadap mereka.

وَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱللَّهِ (dan bertawakallah kepada Allah) Dialah Yang mencukupimu. وَكَفَىٰ بِٱللَّهِ وَكِيلًا (Dan cukuplah Allah sebagai Pelindung) maksudnya, serahkanlah semua urusanmu kepada-Nya.

Tafsir Ibnu Katsir: Firman Allah: وَلَا تُطِعِ ٱلۡكَٰفِرِينَ وَٱلۡمُنَٰفِقِينَ وَدَعۡ أَذَىٰهُمۡ (“Dan janganlah kamu menuruti orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, janganlah kamu hiraukan gangguan mereka.”) yaitu jangan taati mereka dan dengarlah apa yang mereka katakan.

وَدَعۡ أَذَىٰهُمۡ (“dan janganlah kamu hiraukan gangguan mereka.”) yaitu toleranlah dan maafkanlah mereka serta serahkanlah urusan mereka kepada Allah. Maka itu cukup bagi mereka. وَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱللَّهِ وَكَفَىٰ بِٱللَّهِ وَكِيلًا (“Dan bertawakallah kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai Pelindung.”)

Tafsir Kemenag: Pada Ayat ini, Allah menjelaskan tentang apa yang dapat menimbulkan kemudaratan. Allah melarang orang yang beriman untuk menuruti orang kafir dan orang-orang munafik. Mereka juga diperintahkan untuk tidak menghiraukan gangguan orang kafir terhadap berlangsungnya dakwah kepada jalan Allah, dan menghadapi mereka dengan penuh kesabaran dan tawakal. Allah-lah yang harus dipandang sebagai pelindung di dalam melaksana-kan tugas dakwah guna semaraknya syiar Islam.

Tafsir Quraish Shihab: Janganlah kamu menaati orang-orang kafir dan munafik. Jangan pula kamu hiraukan kejahatan mereka. Jadikanlah Allah sebagai pelindungmu dari bahaya dan keburukan mereka. Cukuplah Allah sebagai pelindungmu.

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah Al-Ahzab Ayat 45-48 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Kemenag dan Tafsir Quraish Shihab. Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S