Surah Al-An’am Ayat 122; Seri Tadabbur Al Qur’an

Surah Al-An'am Ayat 122

Pecihitam.org – Surah Al-An’am Ayat 122 ini adalah gambaran perumpamaan yang diberikan Allah SWT kepada orang-orang mukmin, yang sebelumnya berada dalam kesesatan, lalu mereka binasa dan bingung, kemudian Allah SWT menghidupkan kembali hatinya dengan iman, dan menunjukkan serta menuntunnya untuk mengikuti para Rasul-Nya.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Allah SWT berfirman di dalam Al Qur’an Surah Al-An’am Ayat 122;

أَوَمَنْ كَانَ مَيْتًا فَأَحْيَيْنَاهُ وَجَعَلْنَا لَهُ نُورًا يَمْشِي بِهِ فِي النَّاسِ كَمَنْ مَثَلُهُ فِي الظُّلُمَاتِ لَيْسَ بِخَارِجٍ مِنْهَا ۚ كَذَٰلِكَ زُيِّنَ لِلْكَافِرِينَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Terjemahan: Dan apakah orang yang telah mati lalu dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar dari padanya? Demikianlah Kami jadikan orang yang kafir itu memandang baik apa yang telah mereka kerjakan.

Tafsir Jalalain: أَوَمَنْ كَانَ مَيْتًا (Dan apakah yang telah mati) oleh karena kekafirannya فَأَحْيَيْنَاهُ (lalu dia Kami hidupkan) dengan hidayah وَجَعَلْنَا لَهُ نُورًا يَمْشِي بِهِ فِي النَّاسِ (dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang yang dengan cahaya tersebut dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia) dia dapat pula melihat perkara yang benar berkat cahaya tersebut dan dapat membedakannya daripada yang lainnya; maksudnya ialah keimanan

Baca Juga:  Surah Al Mulk; Profil, Makna dan Keutamaan Membacanya

كَمَنْ مَثَلُهُ (serupa dengan orang yang keadaannya) Lafal mitsl adalah tambahan, yaitu sebagaimana seseorang فِي الظُّلُمَاتِ لَيْسَ بِخَارِجٍ مِنْهَا (yang keadaannya dalam gelap-gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar darinya) yang dimaksud adalah orang kafir; sebagai jawabannya adalah tentu saja tidak.

كَذَٰلِكَ (Demikianlah) sebagaimana orang-orang mukmin dihiasi dengan keimanan زُيِّنَ لِلْكَافِرِينَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (orang-orang kafir pun dihiasi pula dengan apa yang telah mereka kerjakan) berupa kekafiran dan kemaksiatan.

Tafsir Ibnu Katsir: وَجَعَلْنَا لَهُ نُورًا يَمْشِي بِهِ فِي النَّاسِ Maksudnya adalah dia mendapatkan petunjuk bagaimana seharusnya berjalan dan bertindak dengan cahaya tersebut. Cahaya yang dimaksud adalah al-Qur’an, sebagaimana yang telah diriwayatkan oleh al-Aufi dan Ibnu Abi Thalhah dari Ibnu Abbas. Sedangkan menurut as-Suddi Cahaya tersebut (adalah) Islam. Dan ke-semuanya itu adalah benar.

Baca Juga:  Surah Al-An'am Ayat 74-79; Seri Tadabbur Al Qur'an

كَمَنْ مَثَلُهُ فِي الظُّلُمَاتِ (Serupa keadaannya dengan orang yang berada dalam gelap gulita.) Yakni maksudnya adalah kebodohan, hawa nafsu, dan kesesatan yang beraneka ragam. لَيْسَ بِخَارِجٍ مِنْهَا (Yang sekali-kali tidak dapat keluar daripadanya?). Maksudnya, tidak mendapatkan petunjuk kepada jalan keluar dan juga jalan menuju keselamatan.

Sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 257 yang artinya: “Allah pelindung orang-orang yang beriman. Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya adalah setan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni Neraka, mereka kekal di dalamnya”. Ayat-ayat tentang perkara ini sangat banyak.

Kesesuaian perumpamaan antara cahaya dengan kegelapan dalam ayat ini terdapat pada awal surah Al-An’am. Yaitu Allah SWT berfirman: وَجَعَلَ الظُّلُمَاتِ وَالنُّورَ (Dan menjadikan gelap dan terang) Dan yang benar adalah, bahwa ayat ini bersifat umum tercakup di dalamnya orang mukmin dan orang kafir.

Baca Juga:  Surah Al-Maidah Ayat 116-118; Seri Tadabbur Al Qur'an

كَذَٰلِكَ زُيِّنَ لِلْكَافِرِينَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (Demikianlah Kami jadikan orang yang kafir itu memandang baik apa yang telah mereka kerjakan) Artinya adalah bahwa Allah SWT menjadikan kebodohan dan kesesatan mereka itu sesuatu yang indah. Bagi mereka, sebagai ketentuan dan hikmah yang sempurna dari Allah, tidak ada yang berhak disembah selain Dia, Yang Esa, (dan) tidak ada sekutu bagi-Nya.

Alhamdulillah, kita telah sama-sama mempelajari kandungan Al Qur’an Surah Al-An’am Ayat 122 sebagai kelanjutan dari Seri Tadabbur Al Qur’an kita dengan mengacu pada Tafsir Ternama seperti Tafsir Jalalain dan Tafsir ibnu Katsir. Semoga menambah khazanah ilmu dan menambah kecintaan kita terhadap Kitab Allah SWT.

M Resky S