Syafaat; Dalil Kebenaran dan Macam Macamnya

Syafaat; Dalil Kebenaran dan Macam Macamnya

PeciHitam.org – Syafaat adalah suatu hal yang harus kita imani, yaitu bahwa nanti di hari pembalasan Allah swt akan menerima syafaat yang diberikan oleh Nabi Muhammad saw terhadap orang-orang yang berbuat dosa baik besar maupun kecil.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Syafaat secara bahasa berarti sebuah pertolongan. Dalam pandangan Ahlussunnah wal Jamaah, Syafaat memiliki banyak variasi dan jenis. Bagaimana sajakah penjelasannya? Akan kita bahas dalam artikel ini.

Daftar Pembahasan:

Dalil Tentang Syafaat

Banyak sekali hadis nabi yang membahas tentang syafaat dan telaga kautsar. Terkait hal ini, al-Hafidz as-Sakhawi pernah berkata sebagai berikut:

“Guru kami, Ibn Hajar, menyebutkan hadis-hadis yang masuk kriteria mutawatir adalah hadis tentang syafa’at dan telaga. Sebab sahabat meriwayatkannya lebih dari 40 orang.”

Tidak hanya berasal dari hadis, kebenaran tentang Syafaat ini juga ditegaskan dalam al Quran pada surah al-Baqarah dan al-Anbiya:

مَن ذَا ٱلَّذِي يَشۡفَعُ عِندَهُۥٓ إِلَّا بِإِذۡنِهِۦۚ 

“Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya” (Q.S Al-Baqarah:225)

يَعۡلَمُ مَا بَيۡنَ أَيۡدِيهِمۡ وَمَا خَلۡفَهُمۡ وَلَا يَشۡفَعُونَ إِلَّا لِمَنِ ٱرۡتَضَىٰ وَهُم مِّنۡ خَشۡيَتِهِۦ مُشۡفِقُونَ 

“Allah mengetahui segala sesuatu yang di hadapan mereka (malaikat) dan yang di belakang mereka, dan mereka tiada memberi syafa’at melainkan kepada orang yang diridhai Allah, dan mereka itu selalu berhati-hati karena takut kepada-Nya.’’ (Q.S al-Anbiya’:28)

Baca Juga:  Mengapa Fatwa Ulama Bisa Beda Meski Rujukannya Sama

Dua ayat diatas secara jelas bahwa tidak semua orang bisa memberikan syafaat dan hanya dengan Izin Allah juga mereka bisa memberikan syafaat. Bahkan syafaat yang diberikan oleh Nabi Muhammad saw pun masih terbagi yaitu syafaat yang berlaku umum untuk semua umat yang beriman sebelum meleka masuk ke dalam neraka.

Kemudian ada juga syafaat khusus yang bisa digunakan oleh Nabi Muhammad untuk mengeluarkan ummatnya yang berada di dalam Neraka. Mereka yang masih memiliki sedikit keimanan di dalam dadanya pasti akan bisa memperoleh syafaat dari Nabi Besar Muhammad saw.

Pemberi dan Penerima Syafaat

Selain Syafa’at Nabi Muhammad, ada juga beberapa syafa’at yang bisa diberikan dari orang mukmin satu ke mukmin lainnya atau bahkan syafa’at dari malaikan. Hal ini di dasarkan pada beberapa hadis dari Nabi Muhammad.

Syafaat Malaikat, Nabi dan Orang beriman

‘’….Allah berfirman: Malaikat, para Nabi, dan orang beriman telah memberi syafa’at, dan tidak tersisa kecuali Allah Yang Paling Maha Mengasihi.’’ (Muttafaqun ‘Alaih)

Baca Juga:  Sholawat Burdah, Siapakah Pengarangnya?

Syafaat Anak untuk Orang Tua

“Diriwayatkan dari Syarahbil bin Syaf’ah dari sebagian para sahabat Nabi SAW. bahwa Nabi bersabda, “Allah berfirman kepada anak-anak kecil: “Masuklah kalian ke Surga”. Mereka berkata: “Wahai Tuhan kami, masukkan juga bapak-bapak dan ibu-ibu kami”, Allah berfirman: “Aku tidak melihat mereka menolak. Masuklah kalian ke Surga.’’ Anak-anak itu berkata: “Ya Tuhanku, masukkan bapak-bapak kami.” Allah berfirman: “Masuklah kalian ke Surga bersama bapak-bapak kalian.”

Syafaat Orang Sholeh

جَنَّٰتُ عَدۡنٖ يَدۡخُلُونَهَا وَمَن صَلَحَ مِنۡ ءَابَآئِهِمۡ وَأَزۡوَٰجِهِمۡ وَذُرِّيَّٰتِهِمۡۖ وَٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ يَدۡخُلُونَ عَلَيۡهِم مِّن كُلِّ بَابٖ 

“(Yaitu) surga ‘Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya, isteri-isterinya dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu.” (Q.S. al-Ra’d:23)

رَبَّنَا وَأَدۡخِلۡهُمۡ جَنَّٰتِ عَدۡنٍ ٱلَّتِي وَعَدتَّهُمۡ وَمَن صَلَحَ مِنۡ ءَابَآئِهِمۡ وَأَزۡوَٰجِهِمۡ وَذُرِّيَّٰتِهِمۡۚ إِنَّكَ أَنتَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡحَكِيمُ 

‘’ya Tuhan kami, dan masukkanlah mereka ke dalam surga ‘Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka dan orang-orang yang saleh di antara bapak-bapak mereka, dan isteri-isteri mereka, dan keturunan mereka semua. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana,”
(Q.S. Ghafir:8)

Baca Juga:  5 Sumber Literatur Perkembangan Islam di Nusantara yang Harus Umat Tahu

Macam-macam syafa’at berdasarkan hadits Nabi SAW. “Dan aku diberi syafa’at”, dari ijtihad ulama sebagaimana dikutip al-Hafidz Ibn Hajar ada tiga, yaitu:

  1. Syafa’at untuk menyelamatkan manusia dari beratnya perjalanan di hari kiamat.
  2. Syafa’at untuk mengeluarkan dari neraka bagi orang yang masih memiliki secuil keimanan di dalam hatinya.
  3. Syafa’at Rasulullah SAW. untuk orang yang pernah berbuat dosa kecil dan besar, sedangkan selain beliau hanya bagi pelaku dosa kecil.

Itulah tadi sedikit penjelasan tentang syafa’at dan dalil serta macam macam syafa’at yang bisa pahami. Semoga kita semua termasuk orang yang mendapat syafa’at dari Nabi Muhammad saw.

Mohammad Mufid Muwaffaq