Tips Memilih Istri Menurut Hadratussyaikh KH Hasyim Asyari

tips memilih istri

Pecihitam.org – Ada banyak faktor yang menjadi unsur pendukung terciptanya keluarga dan rumah tangga yang langgeng dan bahagia. Salah satunya adalah perilaku istri sebagai pasangan hidup. Baik dan buruknya perilaku istri memberi andil pada bahagia dan tidaknya kehidupan sebuah keluarga. Apalagi sejatinya istri juga seorang ibu bagi anak-anaknya yg juga menjadi madrasah yang pertama kali. Itulah mengapa kali ini akan sedikit mengulas tentang tips memilih istri menurut islam.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Tujuan dari pernikahan adalah membentuk keluarga atau rumah tangga yang bahagia dan kekal, bukan saja di dunia tetapi sampai di akhirat kelak. Dan setiap insan pasti menginginkan membangun rumah tangga yang bahagia lewat pernikahan. Pernikahan merupakan ikatan lahir batin antara seorang laki-laki dan seorang perempuan sebagai pasangan suami istri yang sah.

Dalam tips memilih istri kita dapat mengikuti petunjuk sabda Rasulullah untuk dijadikan acuan.

الدُّنْيَا مَتَاعٌ، وَخَيْرُ مَتَاعِ الدُّنْيَا الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ

Artinya, “Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah istri yang salehah,” (HR Imam Muslim).

Dari hadits diatas jelas sekali bahwa yang paling utama dalam memilih istri sebagai pasangan hidup adalah yang shalihah. Karena istri shalihah sebagaimana sebaik-baiknya perhiasan di dunia.

Baca Juga:  Begitulah... Di Hadapan Istri, Bahkan Seorang Wali Pun Tetap Hina

Selain itu Hadratussyaikh KH Hasyim Asyari juga memberikan tips memilih istri. Dalam karyanya Dhau’ul Mishbah fi Bayani Ahkamin Nikah, beliau menyebutkan. Ada enam perilaku buruk yang menjadikan seorang perempuan tak layak untuk di jadikan istri. Berikut penuturan beliau:

قال بعض العرب لا تنكحوا من النساء ستة لا أنانة ولا منانة ولا حنانة ولا تنكحوا حداقة ولا براقة ولا شداقة

Artinya, “Sebagian orang Arab mengatakan, jangan kau nikahi enam macam perempuan, yakni annanah, mannanah, hannanah. Jangan pula kaunikahi perempuan yang haddaqah, barraqah, dan syaddaqah.”

Jika diurakan lagi dari keterangan diatas adalah sebagai berikut:

  • Perempuan yang annnah adalah perempuan yang banyak mengeluh, mengadu, dan sering membalut kepalanya. Tak ada baiknya menikahi perempuan yang sakit-sakitan dan berpura-pura sakit.
  • Perempuan yang mannanah adalah perempuan yang punya kebiasaan suka mengungkit-ungkit suaminya. Ia berkata, “Aku sudah melakukan ini dan itu untukmu!”
  • Perempuan yang hannanah adalah perempuan yang merindukan suami yang lain atau merindukan seorang anak dari suami yang lain. Umpamanya ia membayangkan kalau saja suaminya seperti artis fulan. Atau kalau saja ia memiliki anak dari seorang laki-laki tampan yang ia idolakan. Perempuan dengan perilaku seperti ini mesti dijauhi dan tidak layak dijadikan istri.
  • Perempuan yang haddaqah adalah perempuan yang suka melihat-lihat segala sesuatu lalu menginginkannya dan menuntut sang suami untuk membelinya.
  • Perempuan yang barraqah mengandung dua makna. Pertama perempuan yang sepanjang hari selalu bersolek dan merias wajahnya agar terlihat berkilau dengan dibuat-buat. Makna kedua adalah perempuan yang suka marah karena makanan. Ia lebih suka makan sendirian dan menganggap bagiannya dalam segala hal cuma sedikit sehingga perlu untuk meminta tambahan.
  • Perempuan syaddaqah adalah perempuan yang terlalu banyak bicara alias cerewet.
Baca Juga:  Nahdlatul Ulama (NU) dan Representasi Islam Tradisional di Indonesia

Perempuan dengan sifat dan perilaku tersebut diatas tidaklah layak untuk dipilih menjadi pasangan hidup. Dan kurang mendukung dalam terciptanya kehidupan rumah tangga yang harmonis dan bahagia.

Dan wajib diketahui juga agar lebih objektif dan tidak berat sebelah. Bahwa pada dasarnya sifat buruk diatas yang semestinya tidak dimiliki oleh seorang istri juga tidak dimiliki oleh seorang suami. Jika tidak layaknya seorang perempuan yang memiliki sifat-sifat di atas untuk dijadikan seorang istri. Maka sejatinya pula tidak layak seorang laki-laki yang juga memiliki sifat-sifat buruk dipilih untuk menjadi suami.

Karena sejatinya kebahagiaan rumah tangga tidak mungkin terbangun sempurna bila salah satu pasangan hidup bersikap dan berperilaku buruk. Sehingga yang paling baik adalah kedua-duanya suami dan istri sama-sama shalih dan shalihah. Niscaya dengan begitu insyaallah rumah tangga akan berjalan harmonis dan bahagia dunia akhirat. Wallahua’lam Bisshawab.

Baca Juga:  Inilah Karakteristik Istri Shalihah dalam Hadits Nabi SAW
Arif Rahman Hakim
Sarung Batik

Leave a Reply

Your email address will not be published.