Uqbah bin Nafi, Sahabat Nabi yang Menaklukkan Benua Afrika

Uqbah bin Nafi

Pecihitam.org – Salah satu sahabat Rasulullah Saw yang telah berhasil menaklukkan hampir seluruh wilayah yang ada di Arab Maghribi yaitu Sahabat Uqbah bin Nafi bin Qais al-Fihri, putra dari pejuang islam, Nafi’ bin Qais al Fihri.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Ia adalah seorang sahabat yang memiliki bakat pada bidang militer sehingga ia pun di tunjuk oleh Amr bin Ash menjadi panglima pasukan muslimin ke wilayah Afrika dan mendapat tugas untuk mencari informasi tentang wilayah Afrika meliputi letak geografis dan pertahanan pasukanya.

Uqbah bin Nafi kembali di percaya untuk membuat strategi perang dan kembali mendatangi wilayah Afrika pada tahun 50 H. Ia membawa pasukan yang jumlahnya jauh lebih banyak di bandingkan sebelumnya dan pasukan muslimin pun berhasil mengalahkan pasukan musuh yang terdiri dari suku Barbar dan suku Romawi.

Salah satu startegi Uqbah bin Nafi dalam upaya menguasai wilayah Arab Magribi adalah dengan mendirikan sebuah post pusat berupa kota yang di beri nama Kairouan. Kenapa memilih Kairouan? Karena posisinya yang jauh dari laut sehingga aman dan terhindar dari serangan armada laut Byzantium. Letak Kairouan juga cukup jauh dari pegunungan yang menjadi basecamp pasukan Barbar.

Baca Juga:  Mempertanyakan Keilmuan Albani, Ulama Hadits Kaum Wahabi

Menurutnya, Kairouan ialah tempat yang paling strategis untuk mengahadapi musuh dengan memiliki stabilitas politik dan ekonomi yang cukup baik. Ia juga yakin bahwa Kairouan tidak akan terganggu oleh binatang buas.

Pasukan kaum muslimin saat itu terdiri dari 18 orang dari para sahabat dan tabi’in. Selama menuju tempat tujuan, seluruh kaum muslimin berdo’a yang di pimpin oleh Uqbah bin Nafi agar terhindar dari gangguan binatang buas.

Dan dengan ridha serta pertolongan Allah Swt, binatang-binatang buas tersebut pergi meninggalkan tempat tersebut. hal ini tentu saja membuat takjub orang-orang yang melihatnya termasuk dari suku Barbar dan sebagian dari mereka lalu memutuskan untuk masuk islam.

Uqbah bin Nafi berhasil menaklukkan beberapa wilayah yang ada di Afrika dan membangun pusat peradaban Islam di Afrika Utara. Meskipun begitu, ia harus menerima ketika tanpa alasan tiba-tiba di copot dan di berhentikan dari posisinya di Afrika oleh Muawiyah. Kemudian ia di gantikan oleh Abu Muhajir Dinar.

Baca Juga:  Gus Dur dan Gereja; Rela 'Kotor Bajunya' Demi Menjaga Tauhid Manusia

Menurut penjelasan dari Maslamah al Ansari yang mengatakan bahwa kekuasaan Uqbah hanya mencakup Magrin al-Adna atau Ifriqya. Selain itu Maslamah al-Anshari juga menyebutkan bahwa ia tidak melihat adanya perluasan yang siginifikan. Sehingga Abu Mujahir Dinar di pilih untuk menggantikan posisi Uqbah.

Namun, kenyataan berkata lain karena Abu Muhajir Dinar ternyata gagal dalam usaha memperluas wilayah kekuasaan islam ke Magribi Al-Awsath. Abu Muhajir Dinar bahkan tidak dapat menempati kota di Kairoun. Justru ia memindahkan pusat pemerintahan ke Ayat yang berada di sekitar 2 Mil dari Kairoun.

Mengetahui kondisi Uqbah bin Nafi dan kota Kairouan tersebut, lalu pihak Muawwiyah bin Sufyan menjanjikan untuk mengembalikan kedudukan Uqbah. Sayangnya Muawwiyah meninggal sebelum mewujudkan janjinya tersebut.

Baca Juga:  Al Khawarizmi; Penemu Angka Nol dan Kiblat Matematikawan Dunia

Janji Muawwiyah akhirnya di wujudkan oleh Yazid bin Muawwiyah yang menunjuk Uqbah bin Nafi bin Qais al-Fihri kembali menjadi pemimpin Ifriqiya dan memperbaiki kota Kairouan pada tahun 62 H.

Selama perjalanan menuju ke barat, Uqbah bin Nafi bin Qais al-Fihri berhasil menaklukkan seluruh wilayah Magribi (Aljazair, Tunisia, Libya, Maroko). Ia akhirnya meninggal terbunuh pada tahun 64 H saat terjadi pemberontakan oleh pasukan Barbar dan Romawai yang di pimpin oleh Kusaila.

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik