Wisata Religi dan Ziarah Makam Walisongo di Jawa Tengah

Makam Walisongo di Jawa Tengah

Pecihitam.org – Dalam penyebaran agam islam di Indonesia tidak terlepas dari peran walisongo berdakwah di Tanah air. Sehingga banyak sekali orang-orang yang selalu menyempatkan waktu untuk berziarah ke makam-makam para walisongo atau yang sering di sebut dengan ziarah walisongo. Makam para walisongo semuanya terletak di pulau jawa. Ada yang di Jawa Barat, di Jawa Tengah dan di Jawa Timur. Sedangkan terdapat tiga makam walisongo yang terletak di Jawa Tengah.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Beberapa daerah di Jawa Tengah yang menjadi makam dari walisongo adalah kota Jepara yaitu makam dari Sunan Muria, Kota Kudus yaitu makam dari sunan Kudus atau Raden Ja’far As-Shidiq, dan Kota Demak yaitu makam dari Sunan Kalijaga atau Raden Rahmat.

Berikut penjelasan lokasi dari makam ketiga wali tersebut yang terletak di Jawa Tengah:

1. Makam Sunan Kudus

Lokasi makamnya berada di kawasan Masjid Al-Aqsha atau Masjid Menara Kudus di Jalan Kauman, Kecamatan Kudus, Kabupaten Kudus.Provinsi Jawa Tengah. Di kawasan tersebut juga terdapat banyak makam-makam lainnya termasuk makam milik putra dari Sunan Kudus yaitu Pangeran Palembang.

Baca Juga:  Wajib Tahu! Inilah Hukum Menuntut Ilmu Bagi Seorang Muslim

Untuk letak makam dari sunan kudus itu berada di tengah-tengah bangunan induk berbentuk joglo dan bentuknya lebih mirp dengan candi Hindu. Sunan Kudus dulunya berperan sangat penting dalam kesultanan Demak, beliau diberi jabatan sebagai panglima perang, penasihat sutan Demak, Mursyid Tariqah serta Hakim Peradilan Agama.

2. Makam Sunan Kalijaga

Makam Sunan Kalijaga atau sebutan lainnya Raden Said, terletak di tengah kompleks pemakaman Desa Ngadilangu yang di kelilingi dengan pintu gerbang makam. Letak makamnya berada di dalam Kota Demak sekitar jarak 3 KM saja dari Masjid Agung Demak.

Pada masa dakwahnya beliau menggunakan tema kesenian dan budaya dengan media berupa wayang kulit dan tembang suluk untuk dapat mengenalkan tentang agama islam kepada masyarakat di jawa. Makam dari Sunan Kalijaga juga tidak jauh dari tempat pemakaman keluarga kerajaan Demak.

Baca Juga:  Fii Amanillah, Kalimat Perpisahan yang Memiliki Banyak Kebaikan Namun Jarang Digunakan

3. Makam Sunan Muria

Raden Umar Said atau Sunan Muria merupakan putra dari Sunan Kalijaga. Makamnya terletak di Desa Colo, Kecamatan Dawe, letaknya berada di atas gunung Muria sekitar jarak 30 Km arah utara dari Kompleks Masjid Menara Kudus. Sehingga untuk sampai ke makamnya sunan Muria harus menempuh jarak yang cukup jauh dan melewati banyak anak tangga. Maka sebaiknya jika ingin berziarah ke makam Sunan Muria harus pastikan bahwa kondisi fisik sedang stabil.

Sunan Muria sangat popular dengan kesaktian ilmu yang di milikinya. Selama berdakwah beliau juga membuat syair-syair berupa tembang macapat yaitu Sinom dan Kinanthi. Target dari dakwah Sunah Muria adalah mereka masyarakat yang tinggal di pesisir pantai seperti nelayan, pedagang serta rakyat-rakyat jelata.

Biasanya saat orang-orang sedang berziarah ke makamnya sunan Kalijaga yang ada di Demak melanjutkan perjalanan langsung ke makamnya Sunan Muria yang berada di Muria dan kemudian baru menuju Makam dari Sunan Kudus. Karena memang ketika makam wali tersebut dapat di tempuh dalam satu kali perjalanan.

Baca Juga:  Kisah Harut dan Marut, Dua Malaikat yang Digantung di Langit Babel, Benarkah?

Demikian lah tiga makam dari walisongo yang terletah di daerah Jawa Tengah, yaitu makam dari Sunan Muria (Muria, Jepara), Sunan Kudus (Kudus), dan Sunan Kalijaga (Demak). Ketika tempat pemakaman wali tersebut sangat ramai di kunjungi oleh orang-orang yang hendak berziarah dan ingin mendoakan secara langsung kepada para wali tersebut serta mengharap keberkahan dari para wali.

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik