Inilah 7 Huruf yang Tidak Ada dalam Surat Al-Fatihah, Lalu Apa Hikmahnya?

Inilah 7 Huruf yang Tidak Ada dalam Surat Al-Fatihah

Pecihitam.org – Surat Al Fatihah sebagai Ummul Qur’an (induk Al-Qur’an) menghimpun semua substansi yang ada dalam keseluruhan isi Al-Qur’an. Secara keseluruhan, surah pembuka ini terdiri dari 139 huruf. Namun tahukah Anda ternyata ada 7 dari huruf hijaiyah yang tidak terdapat dalam Surat Al-Fatihah?

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Huruf apa sajakah yang tidak terdapat dalam Surat Al-Fatihah dan apa hikmah yang tersimpan di balik ini?

Tujuh huruf yang tidak terdapat dalam Surat Al-Fatihah tersebut adalah:

ﺙ, ﺝ, ﺥ ﺯ, ﺵ, ﻅ, ﻑ.

Adapun mengenai rahasia dibalik tidak adanya tujuh huruf ini dalam Surat Al-Fatihah, Dijelaskan dalam kitab Bahjatul Wasail bi Syarh Masail halaman 14 sebagai berikut:

ولعل السر فى عدم هذه الاحرف السبعة هنا كما قيل: أن الثاء يشير الى الثبور وهو اهلاك الله الكافر، والجيم يشير الى جهنم، والخاء الى الخباثة  والخسارة وهى الهلاك، والزاى الى الزقوم، والشين الى الشوكة، والظاء الى الظلمة، والفاء الى الفضيحة والأفاعى وهى الحيات التى لا ينفع منهاوترياق  ولا رقيا، أعاذنا الله من ذلك

Baca Juga:  Tata Cara Sujud Syukur Yang Benar Menurut Para Ulama

Kemungkinan rahasia dibalik tidak adanya 7 huruf ini di dalam surah al-fatihah adalah sebagaimana yang dikatakan bahwa huruf mengisyaratkan ثبور yaitu penghancuran Allah kepada orang kafir.

Huruf mengisyaratkan neraka Jahannam.Huruf mengisyaratkan الخباثة dan خسارة, yaitu kehancuran atau kerugian.

Huruf mengisyaratkan kepada زقوم, yakni pohon pahit lagi busuk yang buahnya jadi makanan penduduk neraka Jahannam.

Huruf mengisyaratkan شوكة, artinya duri. Huruf mengisyaratkan ظلمة, artinya kegelapan. Huruf mengisyaratkan فضيحة (cacat-kurang) فاعى, yaitu ular-ular yang tidak bermanfaat sebagai penawar racun dan ruqyah. Semoga Allah menjauhkan kita dari ketujuh hal tersebut.

Mengenai hal ini terdapat kisah menarik yang disebutkan di dalam kitab Khazinatul Asrar halaman 112.

Diceritakan, suatu ketika Kaisar Romawi mengirim surat kepada Khalifah Umar bin Khaththab, yang isi suratnya,

Baca Juga:  Mengapa Surat Al-Fatihah Diletakkan Terakhir dalam Tafsir Jalalain?

“Kami menemukan dalam kitab suci kami yaitu Injil, ‘Barangsiapa yang membaca sebuah surat yang padanya tidak terdapat tujuh huruf berikut, maka baginya syurga. Ketujuh huruf itu adalah:

ﺙ, ﺝ, ﺥ ﺯ, ﺵ, ﻅ, ﻑ

Kami telah mencarinya dalam Injil, namun tidak menemukannya. Kami mohon pada kalian agar mencarinya dalam kitab suci kalian (Al-Qur’an). Apakah surat tersebut terdapat di sana?”.

Ketika Khalifah Umar selesai membaca surat dari sang Kaisar, ia mengabarkan hal tersebut pada para sahabat Rosulillah SAW.
 
Maka berkata Ubay bin Ka’b yang memang haidz dan seorang pencatat Al-Qur’an: “Wahai Amiral Mu’minin, sesungguhnya surat pembuka dalam Al-Qur’an (Surat Al-Fatihah), di dalamnya tidak terdapat ketujuh huruf yang disebutkan”.

Maka kemudian Khalifah Umar  membalas surat dari Kaisar Romawi tersebut dan mengabarkan bahwa dalam Al-Qur’an terdapat satu surat yang dicari oleh sang Kaisar, yaitu Surat Al-Fatihah.

Baca Juga:  Tafsir Surah Al Baqarah Ayat 284-286 dan Terjemahannya

Dan ketika Kaisar membaca surat balasan dari Khalifah Umar, maka ia bersyahadat untuk memeluk agama Islam dan ia pun akhirnya wafat dalam keadaan husnul khatimah.

Begitulah mukjizat Al-Qur’an Dan begitulah istimewanya Surat Al-Fatihah. Semoga kita menyukai dan gemar membacanya, karena ia merupakan intisari Al-Qur’an. Wallahu a’lam bisshawab!

Faisol Abdurrahman