10 Teman Baik dan 15 Musuh Iblis, Ini Pengakuannya Langsung Kepada Rasulullah SAW

ini teman dan musuh iblis sebenarnya

Pecihitam.orgIblis dan antek-anteknya yakni setan, adalah musuh yang nyata yang sangat berbahaya bagi umat manusia, terutama bagi kita umat Islam. Maka angan pernah sekali-kali menerima dan menjadikan mereka sebagai teman. Hendaknya kita senantiasa memohon perlindungan kepada Allah dari godaan-godaan mereka. Tahukah anda siapakah Teman dan Musuh Iblis tersebut? Mari kita simak beberapa ayat dan hadits berikut!

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Allah SWT Berfirman :

إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا ۚ إِنَّمَا يَدْعُو حِزْبَهُ لِيَكُونُوا مِنْ أَصْحَابِ السَّعِيرِ

“Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia sebagai musuh(mu); karena sesungguhnya setan itu hanya mengajak golongannya supaya menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala” (Q.S. Al-Faathir: 6)

Dan dalam potongan surat Al-A’raf ayat 27, Allah SWT juga Berfirman :

إِنَّا جَعَلْنَا الشَّيَاطِينَ أَوْلِيَاءَ لِلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ

“Sesungguhnya Kami telah menjadikan setan-setan itu untuk menjadi pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman

Baca Juga:  3 Etika Berpendapat ala Rasulullah

Dari dua ayat di atas kita dapat memetik pelajaran yang bahwa, setan adalah musuh, maka janganlah kita jadikan ia sebagai teman, ia hanya akan membawa kita kepada kesengsaraan yang dahsyat baik itu di dunia dan terlebih lagi di akhirat kelak. Karena setan takkan pernah mengajak kita kepada kebaikan, bahkan ia berupaya sekuat tenaga untuk menggoyahkan iman kita kepada Allah SWT.

Dalam kitab Tanbihul Ghaafiliin karya Imam Al-faqih Abi Laits As-samarqandi Pada hal: 472 Terdapat satu hadits yang diriwayatkan dari Wahab bin Munabbih ia berkata : Allah memerintahkan iblis mendatangi Rasulullah SAW dalam bentuk rupa laki-laki tua dengan sebuah tongkat di tangannya guna menjawab beberapa pertanyaan dari beliau.

Nabi SAW bertanya kepada iblis: “wahai iblis, ada berapa golongan dari umatku yang menjadi musuhmu?” iblis menjawab “ ada 15 golongan. Yaitu:

  1. Yang pertama kali adalah engkau, wahai Muhammad
  2. Pemimpin yang adil
  3. Orang kaya yang rendah hati (tawadhu’)
  4. Pedagang yang jujur
  5. Orang alim yang khusyu’
  6. Mukmin yang suka Menasehati sesama
  7. Mukmin yang mempererat tali silaturrahim
  8. Orang yang selalu tetap dalam taubatnya
  9. Orang yang menjaga diri dari yang haram
  10. Mukmin yang senantiasa menjaga thaharah (wudhuk)nya
  11. Mukmin yang suka bersedekah
  12. Mukmin yang bagus perangainya terhadap orang lain
  13. Mukmin yang dapat bermanfaat  bagi orang lain
  14. Penghafal Qur’an yang senantiasa menjaga hafalannya
  15. Orang yang bangun shalat di pertengahan malam di saat manusia lain sedang terlelap
Baca Juga:  Niat I’tikaf dan Cara Melakukannya Sesuai Sunnah Nabi

Selanjutnya Rasulullah SAW bertanya lagi “siapakah dari umatku yang menjadi teman baikmu?” iblis pun menjawab” ada sepuluh golongan :

  1. Imam atau pemimpin yang tidak jujur (pendusta)
  2. Orang kaya yang takabbur atau sombong
  3. Pedagang yang berkhianat (curang)
  4. Peminum minuman khamar (memabukkan)
  5. pembunuh
  6. penzina
  7. orang yang memakan harta anak yatim
  8. Orang yang meremehkan shalat
  9. Orang yang tidak mau membayar zakat
  10. Dan orang yang panjang angan-angan

Dari dialog tersebut maka jelaslah bagi kita tentang siapa saja diantara manusia yang disukai dan dimusuhi oleh Iblis laknatullah alaih. Terang mana yang akan menjadi teman dan musuh sang Iblis.

Maka dari itu, Masing-masing dari kita hendaklah mengintrospeksi diri, apakah kita termasuk dalam golongan teman iblis dan setan atau dalam golongan musuh mereka?

Baca Juga:  Rajin Ibadah Tapi Tidak Menutup Aurat, Ternyata Begini Pahalanya

Wallahu A’lam Bisshawab !

Muhammad Haekal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *